Yuk, Mencintai Diri Sendiri Seutuhnya dengan 3 Cara Ini!

Hidup tidak selalu berjalan sesuai dengan keinginan.

Mencintai diri sendiri, frasa yang terdengar tidak asing namun terkadang cukup sulit untuk dilakukan. Kamu tau nggak apa arti mencintai diri sendiri?

Mungkin kamu sudah sering mendengar atau membaca kalau penting banget untuk mencintai diri sendiri. Namun, kenyataannya mencintai diri sendiri butuh usaha yang besar. Hidup tidak selalu berjalan sesuai dengan keinginan. Adakalanya, kita gagal dalam mencapai apa yang kita inginkan, merasa sedih karena suatu hal, dan merasa kecewa dengan diri kita sendiri.

Selain itu, terkadang kita membandingkan diri dengan orang lain, baik dari sisi pencapaian maupun kemampuan. Nggak jarang kita mengevaluasi dan mengukur apa yang telah kita capai atau miliki untuk mencintai diri kita sendiri. Kamu pernah nggak mengalami kesulitan dalam mencintai diri sendiri? Jika kamu sedang berjuang untuk mencintai dirimu sendiri, yuk simak artikel Riliv berikut ini dan belajar tips-tips untuk mencintai dirimu sendiri!

Advertisement

1. Apa arti mencintai diri sendiri?

Photo by Tuấn Kiệt Jr. from Pexels

Photo by Tuấn Kiệt Jr. from Pexels via https://www.pexels.com

Arti mencintai diri sendiri adalah tindakan kita dalam menghargai dan mencintai diri sendiri. Mencintai diri sendiri bukan hanya ketika kamu merasa menjadi orang yang paling cerdas, paling berbakat, paling berhasil, dan paling-paling lainnya. Sebaliknya, mencintai diri sendiri itu berarti menerima. Menerima kekurangan maupun kelemahan yang kamu miliki.

2. Tantangan dalam mencintai diri sendiri

Photo by Andrea Piacquadio from Pexels

Photo by Andrea Piacquadio from Pexels via https://www.pexels.com

Musuh dari mencintai diri sendiri adalah mengkritik diri sendiri. Dengan mengkritik dirimu sendiri itu artinya kamu tidak menghargai dirimu. Yuk refleksi dan ingat-ingat kembali responmu ketika suatu hal tidak berjalan sesuai dengan rencanamu. Entah ketika kamu mengalami suatu kegagalan atau masalah. Kamu lebih sering mengkritik diri atau menenangkan dirimu sendiri?

Advertisement

“Kok gagal terus ya? Mungkin memang aku nggak akan pernah bisa sukses”

“Bodoh banget sih jadi orang”

Advertisement

“Kok aku nggak mencapai apapun ya di tahun ini? Udah lah, memang aku nggak kompeten dalam segala hal”

Kamu tau nggak kalau mengkritik diri itu akan berdampak negatif bagi dirimu sendiri?

Weiyang Xie, seorang psikolog, dalam sebuah video TEDX Talk menjelaskan bahwa mengkritik diri sendiri dapat mengurangi kapasitas korteks prefrontal kita untuk mempertahankan perhatian dan meningkatkan resiko masalah kesehatan mental. Kalau kamu masih sering mengucapakan kalimat-kalimat di atas, mulai sekarang yuk stop dan mulai mencintai dirimu sendiri dengan melakukan self-compassion!

3. Tips mencintai diri sendiri dengan melakukan self-compassion

Photo by Andre Furtado from Pexels

Photo by Andre Furtado from Pexels via https://www.pexels.com

Sebenarnya apa itu self-compassion dan bagaimana cara kita mencintai diri sendiri dengan melakukan self-compassion? Self-compassion atau welas asih adalah tindakan mengasihi diri, merawat, dan memperhatikan diri sendiri di segala situasi—baik maupun buruk.

Kita mengasihi diri bukan karena kita berhasil mencapai sesuatu atau memiliki sifat tertentu (cerdas, berbakat, ganteng, cantik), tetapi karena kita menyadari bahwa semua manusia berhak atas kasih sayang dan pengertian. Kristin Neff, seorang psikolog, mengatakan bahwa mengasihi diri sendiri dapat mengurangi resiko masalah kesehatan mental, seperti kecemasan, stres, dan depresi. Lalu, bagaimana sih cara mengasihi diri?

Self-love begins when we observe our actions and words with compassion as if we were our own best friend.— Sara M Bosworth

4. Pertama, Lakukan self-kindness

Photo by Andrea Piacquadio from Pexels

Photo by Andrea Piacquadio from Pexels via https://www.pexels.com

Coba ingat-ingat kembali ketika sahabatmu mengalami kegagalan atau masalah dalam hidupnya. Tentu kamu tidak akan berkata, “Ih bodoh banget sih kamu, gitu aja kok gagal?”, kamu pasti akan berusaha menenangkannya dengan, “Nggak apa-apa kok, kamu sudah berusaha keras, nanti dicoba lagi ya.”

Sama halnya ketika kamu mengalami kegagalan, alih-alih mengkritik diri, posisikan dirimu sebagai sahabat yang baik, pengertian, dan berempati dengan mengatakan, “It's okay, kegagalan bukan masalah kok, kamu tetap orang yang baik dalam beberapa bidang kok!”

5. Kedua, Give yourself a supportive touch!

Photo by Puwadon Sang-ngern from Pexels

Photo by Puwadon Sang-ngern from Pexels via https://www.pexels.com

Ketika kamu melihat temanmu sedih, terkadang kamu melakukan sentuhan fisik untuk menenangkannya seperti memeluk atau mengusap pundaknya. Sama halnya dengan dirimu, kamu juga bisa lho memberi sentuhan fisik ketika kamu merasa buruk terhadap dirimu.

Mungkin terdengar aneh, tapi perlu kamu ketahui bahwa sentuhan mengaktifkan sistem parasimpatis dan dapat membuat kita merasa aman dan tenang lho! Jadi, nggak ada salahnya untuk dicoba. Kamu bisa melakukannya dengan mengusap lenganmu secara perlahan, mengusap dada sambil mengatur nafas, atau bahkan memeluk dirimu sendiri. Kamu bisa memilih mana yang paling nyaman untukmu.

6. Ketiga, Be mindful and write your feeling

Photo by Lisa Fotios from Pexels

Photo by Lisa Fotios from Pexels via https://www.pexels.com

Menulis jurnal adalah media yang efektif untuk mengekspresikan emosi dan telah terbukti mampu meningkatkan kesehatan mental dan fisik. It doesn't have to be a long journal. Cukup sadari dan tuliskan apa yang kamu rasakan.

Terima hal itu dan cobalah untuk tidak menghakimi apa yang kamu rasakan. Setelah itu, tuliskan kalimat-kalimat seakan-akan kamu sedang menenangkan diri mu sendiri, misalnya, “Nggak apa-apa kok kalau kamu belum berhasil mencapai yang kamu inginkan. Ini bukan akhir segalanya. Teruslah bersabar dan berusaha ya!”

Jika kamu mengalami kesulitan untuk berhenti mengkritik diri dan hal itu sudah mulai menganggu, kamu dapat melakukan konsultasi online bersama tenaga kesehatan mental profesional di aplikasi Riliv, lho.

Semoga tiga cara di atas dapat membantumu untuk lebih mencintai, mengasihi, dan menghargai dirimu sendiri, Dear. Ingat selalu bahwa kamu berhak menerima cinta, kasih, dan penghargaan ya!

Referensi:

  1. Kreiss, T. (2019). The power of self-compassion. Retrieved from https://www.psychologytoday.com/us/blog/positive-living/201902/the-power-self-compassion
  2. https://www.youtube.com/watch?v=eiEMVA8AIJw
  3. https://www.youtube.com/watch?v=IvtZBUSplr4
  4. https://self-compassion.org/

Ditulis oleh Yusrina Sabila Zaujati Hanifah dari Riliv.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

CLOSE