Perempuan, adalah sejenis makhluk sosial—selain laki-laki, dengan segudang rahasia di balik penampilannya yang seringkali dianggap sebagai penghibur semata. Well, di mata masyarakat yang mayoritas menganut budaya patriarki, perempuan memang selalu mendapat perhatian nomor dua dalam segala aspek.

Padahal hakikatnya, perempuan bukan lah seperti yang kalian para adam pikirkan! Bukan pula jelmaan hantu yang hanya bisa menghilang dan nongol saat dibutuhkan. Kami (kaum hawa) bisa! Iya, bisa bekerja secara totalitas bahkan menjunjung tinggi rasa loyalitas!

Namun sayangnya, bukti yang terungkap mengenai representasi anggota legislatif perempuan ternyata masih terlihat mengalami ketimpangan komposisi. It mean, laki-laki lebih mendominasi dan perempuan hanya meng-IYA-i. Jika sudah seperti ini, yang menjadi pertanyaan kemudian adalah, di mana kah kalian semua berada, wahai kaum hawa?

Katanya #MerdekaTapi... Where are you know? Where are you now? Apakah jawaban yang akan kalian lontarkan adalah, "Under the sea.. Under the sea.."? Eh, canda, ding. Itu, kan, lirik lagu, hehe.

Anyway, teruntuk kaum hawa, mari bangkit bersama. Hapus diskriminasi, hapus marginalisasi. Ini lah saatnya raise your voice! Berikut, beberapa kalimat penolakan yang bisa kamu katakan pada laki-laki dalam berbagai kondisi sehari-hari, supaya kamu tidak melulu merasa diambang kebimbangan:

1. "Tidak, biar aku saja. Jika aku bisa sendiri, kenapa juga harus menggantungkan pada laki-laki?"

Ini adalah kalimat menolak standar yang bisa kamu katakan pada kaum adam yang ingin mengambil alih tugas keseharianmu atau bahakan sesuatu hal yang menjadi kesenanganmu, girls. Dan kalian kaum adam yang mendapat jawaban seperti itu, jangan berkecil hati dengan menganggap diri tidak gentle.

Karena bagi kami (kaum hawa), dengan kalian menganggap keberadaan ‘power’ yang kami miliki, itu sudah cukup berarti untuk bersikap menghargai.

2. "Tidak, sepertinya apa yang Anda sampaikan bukanlah ide yang bagus. Karena apabila hal tersebut diterapkan, akan membawa ancaman dan tantangan yang lebih besar pada organisasi. Bagaimana jika seperti ini…."

Perempuan Berani

Perempuan Berani via http://google.com

Advertisement

Kini saatnya hands up and show up pada publik, Girls. Tunjukkan bahwa suara kita juga layak dipertimbangkan di meja presentasi. Buatlah sejarah yang dapat mengubah mindset para kaum adam bahwa detik ini, kaum hawa tidak lagi layak dipandang sebagai ‘kelas kedua’ dan penyandang pribahasa ‘seperti air di atas daun talas’!

3. "Tidak, sebenarnya aku lebih suka berlibur melebur dengan alam. Kayak mendaki gunung atau snorkeling di tengah laut gitu, daripada harus berada di keramaian mall dan karaoke."

I am Free!

I am Free! via http://google.com

Si doi sering ngajak hang out ke mall, karaokean, kuliner mulu, padahal lubuk hati yang paling dalam ingin sekali merasakan terpaan lembut angin sepoi dari Bukit Becici, menghirup udara segar di Hutan Pinus, menatap indah pesona Kawah Ijen? Hey, it’s time to say BIG NO, Girls!

Karena selain membuat kanker alias kantong kering, hang out-mu ‘yang itu-itu’ aja tidak akan terlalu berfaedah, malah lama-lama akan menimbulkan sifat hedonisme dalam diri kita, lho.

Advertisement

Sudah, stop-in aja. Sudah saatnya kalian memulai untuk bersyukur dan merasakan bahwa alam semesta ini luas dan sayang sekali untuk di-skip dari perjalanan kehidupanmu sebelum tua.

4. "Tidak, ini salah. Ketimpangan gender hanya akan memperburuk pembangunan di Indonesia. Oke, sepertinya aku harus menjadi agent of change dengan mengumpulkan wanita-wanita supaya menjadi kembali berdaya."

Sebagai kaum hawa, tidak ada salahnya mengantongi sikap kritis terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah yang tidak pro wanita. Justru itu adalah poin plus untuk menampilkan aura dalam dirimu, girls.

Do what you think it good to do. But don’t forget, to keep think twice.

5. "Tidak, karena menurutku terburu-buru adalah perbuatan dungu dan itu bukan gayaku. Beri aku waktu."

Jangan Buru-buru

Jangan Buru-buru via http://google.com

Jika memang realita tidak sesuai dengan gayamu, maka katakan saja sejujurnya. Sometimes, perempuan memang memiliki rasa baper tingkat tinggi, tapi perempuan yang tahu diri, ia adalah sosok orang yang bisa mengontrol diri.

Biar para lelaki memandang dirimu ini dan itu, girls. Tegakkan prinsipmu, jangan mau dipenjara atau dititah oleh kaum adam yang sama sekali tidak pernah mengerti dirimu.

Thats your life. No is No and Yes is Yes.

Jadi bagaimana, sudah mengaku Merdeka tanpa Tapi dan berani berkata ‘Tidak’ kepada laki-laki?

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya