Menjalani hidup tanpa pasangan menyimpan beragam hal menarik untuk diceritakan, terlebih apabila status single sudah masuk dalam hitungan menahun. Banyak hal yang telah saya rasakan sejak saya putus hubungan dengan yang terkasih. Sama laiknya banyak orang, kesedihan dan kesepian telah saya alami hingga membentuk kepribadian saya yang sekarang ini.

Yang paling tersulit pasca putus cinta adalah masa di mana saya harus membiasakan diri untuk hidup sendiri dan melupakan bayangan dia dari hati dan pikiran –familiar disebut masa melupakan atau move on. Waktu berlalu, sembari menyaksikan teman bergonta-ganti pasangan nggak kerasa status single saya telah berusia lebih dari dua tahun. Resiko kesepian telah saya tanggung, tapi di sini saya ingin mengurai beberapa hal positif yang layak dibahas dari keputusan saya untuk nggak berpacaran lagi meski berulang kali punya kandas menjalani hubungan.

1. Putus cinta membuat saya bisa kembali memusatkan perhatian dan fokus hidup untuk berkuliah

Fokus kuliah via www.pixabay.com

Advertisement

Saat putus cinta, barangkali semua merasakan hal yang sama yaitu sedih dan nyesek di dada. Namun saat itu saya memutuskan untuk nggak drama terlalu lama. Saya putuskan untuk mengalihkan perhatian saya kepada sesuatu yang bermanfaat yaitu fokus kuliah. Saya menggunakan rutinitas kuliah sebagai bahan pengalih kesedihan saya.

Dari yang dulunya saya sering begadang, membolos, atau tetap berkuliah namun dengan pikiran tertuju kepada pacar saya, sejek putus saya ubah kebiasaan tersebut. Waktu sengang saya harus luangkan demi bisa bersama kekasih, sekarang saya kembalikan sesuai pada tempatnya; untuk berkuliah saja.

 2. Selain itu, waktu sengang saya selepas kuliah saya isi dengan melakukan kegiatan berkesenian bersama UKM Teater kampus

Ikut kegiatan kampus via www.unsplash.com

Putus cinta jelas menyediakan waktu dan ruang yang senggang untuk dimanfaatkan. Saat masih pacaran sebagian waktu saya habiskan berdua dengan kekasih, setelah putus otomatis waktu itu kosong. Dari pada membiarkan kekosongan tersebut berubah jadi kesepian, saya memanfaatkannya untuk melakukan aktivitas yang menyenangkan bagi saya yaitu berkesenian di UKM Teater kampus. Banyak pengalaman, mulai dari organisasi, mengelola event, sampai pentas dari panggung ke panggung. Saya beruntung, tenyata dari sana banyak ilmu yang berguna untuk saya sekarang.

3. Waktu yang berlebih pun saya manfaatkan untuk kembali menjalin keakraban dengan teman-teman yang dulu sempat merenggang karena jarang saya sambangi

Menjalin silaturahmi via www.unsplash.com

Advertisement

Nggak bisa dipungkiri bahwa saat pacaran mengurangi waktu bermain bersama teman-teman. Begitu juga dengan saya, semenjak pacaran waktu bermain dengan teman-teman kelas agak sedikit berkurang dari sebelumnya. Berkurangnya waktu bermain bersama teman kelas secara nggak langsung, pelan-pelan mengganggu kenyamanan saya di kelas. Ssaya menjadi lebih mudah bosan ketika berada di kelas. Beruntungnya semuanya sudah saya perbaiki setelah saya putus dari mantan pacar. Kedekatan pelan-pelan saya bangun lagi, keseruan pertemanan berangsur-angsur terajut kembali seperti sedia kala.

4. Di momen-momen tertentu, kesepian dan kesedihan yang melanda pasca putus cinta saya kelola sedemikian rupa dengan menumpahkan perasaan ke dalam tulisan

Menulis via www.pexels.com

Meski sudah berusaha mati-matian untuk menyingkirkan kenangan buruk tentang dia namun tetap saja kenangan ada dalam kepala itu sangat sukar dihilangkan. Kenangan itu biasanya mengusik perasaan saya saat malam tiba. Cukup sering perasaan saya beralih seketika dari gembira menjadi gundah gulana. Untungnya saya menemukan cara untuk menanggulaninya. Adalah dengan menumpahkan segala yang terasa dalam dada ke dalam kertas. Ya, saat sedih saya membiasakan diri saya untuk menulis, entah sekedar catatan, cerpen, puisi atau apalah sebutannya.

5. Meski sampai sekarang masih single tapi saya tetap bersyukur sebab ternyata menjalani hidup sendiri nyatanya nggak sedih-sedih banget. Justru saya merasa bebas

asdfsadfsa via www.unsplash.com

Memutuskan untuk hidup single di waktu yang lama acapkali menciptakan sepi pada perasaan. Tapi rasanya itu lebih baik daripada saya harus merasakan sakit atau memberikan sakit pada hidup orang lain. Toh menjadi single tahunan rasanya nggak seburuk yang saya bayangkan sebelumnya. Justru saya merasa bebas. Saya bebas jalan dengan siapa saja, bebas melakukan apa saja, bebas mencintai siapa saja tanpa takut kehilangan.

6. Saya tahu kebahagiaan punya waktunya sendiri, untuk sekarang saya ingin menghabiskan masa muda dengan bersenang-senang

Bersenang-senang via www.pexels.com

Dari pengalaman cinta yang buruk di masa lalu saya belajar banyak hal. Salah satunya adalah bagaimana menikmati hidup ini dengan kebebasan. Saya telah mempunyai beberapa pengalaman cinta –mulai dari yang bahagia sampai yang menyedihkan. Saya telah belajar bahwa kebahagiaan bisa saya bentuk sendiri tanpa bantuan orang lain. Buktinya sampai sekarang saya bahagia-bahagia saja tuh.

Namun jangan menyalahartikan bahwa saya takut menjalin hubungan cinta lagi. Tentu saya mau. Tapi saya nggak mau main-main seperti dulu sebab rasanya sudah nggak ada waktu, sekarang saya menikmati masa muda saya untuk bersenang-senang. Kalaupun nanti ada seseorang yang saya rasa cocok untuk mendampingi saya mengarungi kerasnya kehidupan, maka saya akan mengusahakannya.

Menjadi single selama bertahun-tahun rasanya nggak seburuk yang saya bayangkan dulu. Banyak hal positif yang bisa saya lakukan dengan status kesendirian saya. Hal-hal tersebut nyatanya berguna bagi hidup saya sekarang.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya