Ada banyak hal yang terjadi di luar harapanmu. Nggak cuma soal jodoh yang mengharuskanmu masih jomblo di usia sudah 25 ini. Tapi ternyata dunia kerja pun kadang tak sesuai dengan keinginanmu sendiri. Di pikiranmu kerja di semua media akan sama rasanya, setidaknya kamu bisa mengembangkan kreativitasmu. Tapi ternyata kreativitas yang harus kamu kembangkan itu tak spesifik seperti maumu.

Ada kalanya jobdeskmu yang sekarang ini rasanya seperti neraka, karena memang kamu tak terlalu suka. Ada kalanya juga realita mengharuskanmu bersabar sebentar lagi. Mengingat mencari kerja itu tak semudah berjalan, yang sekalipun tanpa tujuan tetap saja memberikan pengalaman yang mungkin berharga. Padahal biarpun jobdeskmu yang sekarang cukup menyebalkan, kamu tetap bisa bahagia asal coba melakukan beberapa hal ini.

1. Selama punya waktu luang di Sabtu atau Minggu, ‘kan tak ada salahnya ambil tawaran freelance yang sesuai inginmu

Banker tapi juga fotografer via unsplash.com

Di tempat kerja yang sekarang kamu memang tak bisa menemukan renjanamu. Tapi di luar sekat yang bernama perusahaan, bukankah kamu punya banyak kesempatan? Di sini juga kemampuanmu mencari cela dan membagi waktu diuji lagi. Bagaimana caranya supaya akhir pekan bisa dimanfaatkan untuk mengerjakan pekerjaan impianmu, tanpa membuatmu kekurangan istirahat apalagi sampai stres? Bagaimana juga caranya kamu mendapatkan pekerjaan sebagai fotografer lepas misalnya?

Menjadi freelancer atau pekerjaan lepas kali ini pun pastinya terlepas dari alasan uang. Tapi memang murni untuk memuaskan hasrat serta mengasah kemampuan yang sesuai dengan renjanamu sendiri.

2. Santai dan tak harus sempurna sekali, karena yang penting kerjaanmu rapi

Advertisement

Buat apa mengejar kesempurnaan kalau kamunya terbebani via www.pexels.com

Menyelesaikan pekerjaan dengan sangat baik memang membuatmu tanpa sebagai pekerja profesional. Tapi kalau untuk mendapatkan hasil yang sangat baik itu kamu harus menguras keringat lebih banyak, sementara kamu sendiri sebenarnya kurang menyukai, buat apa? Kamu bisa cukup dengan mengerjakan tugasmu dengan rapi, setidaknya pimpinanmu tak komplain dan yang pasti happy saja.

3. Ambil ilmu yang sekiranya bermanfaat, setidaknya apa yang kamu lakukan sekarang tak sia-sia

Ambil ilmu baiknya via www.pexels.com

Di antara jobdesk yang tak menyenangkan itu pasti akan tetap ada kebaikan yang bisa kamu dapatkan. Semisal saat kamu menjadi social content marketing, sekalipun jobdesknya jauh dari bidang penulisan, tetap saja dirimu belajar mengenal hal-hal apa yang sekiranya disukai pasaran. Sebenarnya ini mirip seperti patah hati, tak menyenangkan. Tapi bukankah kamu bisa mengambil pelajaran dari sana, seperti berhati-hati menentukan pilihan. Karena sebenarnya dalam hidup tak akan ada yang sia-sia, kalau saja kamu bisa membuka pikiranmu lebih luas lagi, termasuk menerima hal yang tak kamu sukai.

4. Minta gaji yang sesuai, karena kadang uang bisa jadi penghibur saat pekerjaan tak menyenangkan hati

Meminta gaji yang sesuai dengan pekerjaanmu via www.pexels.com

Uang memang tak selalu bisa membeli sesuatu, apalagi kalau itu berhubungan dengan kepuasan batin. Tapi setidaknya kalau saja jobdeskmu ini tak bisa membuatmu bahagia, masih ada gaji yang bisa jadi sumber lainnya. Coba kamu pikir baik-baik, kalau saja kamu kukuh ingin menjadi penulis, ‘kan belum tentu gajimu sebesar sebagai pegawai BUMN sekarang ini. Setidaknya dari gajimu yang sekarang kamu bisa menabung untuk membuka usaha yang lain, semisal toko buku yang nantinya bisa berkembang jadi penerbitan indie mungkin.

Ada kalanya kamu memang harus mengikuti alur dahulu supaya punya bekal untuk menciptakan jalanmu sendiri.

5. Membantu pekerjaan temanmu yang menurutmu menarik, ya serabutan sedikit ‘kan tak apa selama tugas utama terkendali

Membantu pekerjaan temanmu alias serabutan via www.pexels.com

Lagi ngapain Mus?

Nih, ngedit naskah.

Mau aku bantuin nggak buat cek ejaannya aja gitu?

Boleh, dengan senang hati.

Siapa bilang membantu kerjaan teman itu hal telarang? Kamu tetap boleh kok mengulurkan bantuaan, selama pekerjaan atau tugas utamamu terkendali dengan baik. Hitung-hitung mencari pengalaman baru dan menghilangkan bosan karena jobdesk yang tak sesuai harapan.

6. Karena kerja harus pakai hati, kalau memang tak membuatmu nyaman kenapa tak mengundurkan diri

Izin resign via www.pexels.com

Pada dasarnya semua keputusan tetap ada di tanganmu. Karena memang urusan masa depan tetap saja milikmu seorang. Jadi kalau memang sudah merasa tak bisa mentoleransi jobdesk yang kurang sreg ini, kenapa harus bertahan? Tak perlu khawatir dengan penghasilan selama kamu sendiri masih mau berusaha mencari penggantinya. Anggap saja kerjaanmu yang kurang pas ini sebagai tambahan pengalaman.

Sekarang coba kamu renungkan baik-baik lagi, buat apa sih kerja kalau kamu tak bisa mendapatkan kebahagian yang hakiki? Sementara uang katamu tak selalu bisa memuaskannya.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya