Untuk kamu yang orangnya sangat perasa, mendapat ledekan “dasar baperan” sudah seperti santapan sehari-hari. Ledekan tersebut biasanya karena mereka sering melihatmu galau. Bukannya membela mereka, tapi barangkali memang sebaiknya kamu mesti melatih diri agar nggak mudah sensi. Sebab semakin kamu terpancing maka ledekan mereka akan semakin menjadi-jadi.

Ya, memang sebaiknya ledekan teman nggak perlu ditanggapi serius-serius sebab mereka juga hanya bercanda. Selain itu kamu nggak perlu juga terlalu memikirkannya dalam-dalam. Nggak ada yang salah dari sifatmu yang perasa. Justru banyak keistimewaan dari sifatmu ini, berikut di antaranya.

1. Kamu yang memiliki sifat perasa jelas lebih peka terhadap hal-hal yang biasanya luput oleh perhatian orang lain

Lebih peka via www.pexels.com

Advertisement

Kamu yang perasa seharusnya nggak perlu minder karena kerap disinggung dan jadi bahan ledekan. Sebaliknya, justru harusnya kamu bangga karena dirimu istimewa. Kamu yang perasa seringkali lebih peka dari orang pada umumnya. Hal ini bisa berguna bagimu dalam keseharian, nggak cuma berguna dalam kehidupan asmara, juga kehidupan sosialmu.

2. Kamu yang perasa seringkali mampu menjadi penengah saat temanmu yang pacaran bertengkar

Penengah via www.unsplash.com

Yang satu ini mungkin hanya kamu dan teman-temanmu tertentu yang bisa menyadari. Kamu seringkali bisa membaca situasi kala temanmu yang berpacaran ada tanda-tanda bakal bertengkar. Karena tahu itu akan terjadi kamu terkadang bisa mencegahnya. Bahkan kalau pun tiba-tiba sudah bertengkar kamu bisa dengan mudah melerainya. Kamu bisa memahami masalah keduanya, maka mudah bagimu untuk melerai pertengkaran keduanya tanpa ada yang merasa tersinggung karena ikut campur dalam ranah pribadi mereka. Bener nggak? Kamu sering begitu bukan?

3. Orang perasa biasanya mudah berempati dan memahami masalah orang. Nggak heran kalau sering jadi konsultan temanmu kala kesulitan

Konsultan asmara via www.unsplash.com

Kamu mungkin nggak menyadarinya, namun coba pikirkan lagi mengapa teman-temanmu lebih suka curhat kepadamu? Nggak lain karena kamu punya empati lebih besar dibanding yang lainnya. Kamu punya keistimewaan menjadi sosok yang bisa dengan mudah merasakan penderitaan orang lain. Meski kamu sendiri selalu ragu dengan saranmu kala curhat, namun itu nggak menjadi masalah sebab yang terpenting bagi mereka keluh kesahnya didengarkan.

4. Setiap orang sebenarnya baperan, namun nggak semua berani mengakuinya. Mereka yang mengolokmu biasanya orang yang perasa juga

Baperan via www.unsplash.com

Advertisement

Setiap orang memiliki perasaan, maka kamu boleh menganggap bahwa siapa pun layak untuk disebut baperan. Cuma bedanya, kamu lebih berani untuk memperlihatkannya dibanding mereka. Kamu lebih apa adanya. Mereka yang meledekmu sebenarnya sama denganmu, pernah menangis juga karena cinta, pernah galau ditinggalkan pacarnya, pernah tersinggung diledek teman, dan lain-lain.

5. Orang yang baperan cenderung lebih setia. Karena tahu rasanya disakiti, kamu jadi berpikir dua kali saat hendak mengkhianati

Kamu yang perasa cenderung lebih setia dibanding orang biasa. Karena kamu pernah merasakan sakitnya patah hati, kamu jadi nggak tega untuk membiarkan orang merasakannya. Inilah mengapa kamu selalu nggak bisa berbuat semena-mena terhadap pasangan. Apapun yang kamu lakukan terkait kelangsungan hubungan selalu berdasar pada kepentingan bersama.

6. Kamu pun lebih mudah dalam berkarya, karena kepekaan mu memudahkan dalam menuliskan sesuatu yang sering dirimu rasa

Utamanya puisi via www.pexels.com

Kamu yang perasa jelas lebih peka dibanding orang pada umumnya. Nggak heran kalau kamu lebih mudah mendapatkan inspirasi untuk berkarya. Kamu yang biasa menyelami perasaanmu sendiri tentu nggak betah untuk mengurung diri tanpa melakukan apa-apa. Bawaannya ingin mengeluarkan keresahan hati lewat menulis. Sebab bagimu menulis meringankan beban hatimu.

Perasaan adalah anugerah Tuhan kepada manusia. Maka dari itu nggak semestinya kamu tersinggung saat diledek baperan. Meski kamu lain daripada yang lain karena gampang galau, tapi bukan berarti itu buruk. Kamu istimewa karena banyak kelebihan yang bisa kamu peroleh dari sifatmu ini. Kamu sudah dewasa dan bukan anak-anak lagi, maka jangan mudah sensi kalau cuma dibilang baperan.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya