Pernah mengalami momen saat kamu tahu bahwa kamu sedang diomongin orang? Ini pastinya termasuk salah satu momen yang tidak diinginkan dalam hidupmu. Perasaanmu pasti bercampur-campur antara kesal, malu, defensif, sekaligus kepo ingin tahu lebih lanjut pendapat orang tentang dirimu. Apalagi kalau yang sedang menggosipkanmu adalah sabahatmu sendiri. Rasa kecewa karena ditikam dari belakang bisa membuatmu frustrasi.

Rasanya ingin langsung melabrak saja. Tapi jangan, karena itu kurang elegan. Lagipula, langsung melabrak tidak akan membuatmu berhasil meredam gunjingan orang. Yang ada merka malah akan menggunjingkanmu lebih banyak lagi. Nah, daripada begitu, lebih baik kamu menghadapinya dengan cara-cara kocak tapi bijak ini. Yuk scroll ke bawah!

1. Pura-pura nggak dengar. Pasang senyum lebar dan menyapa dengan ramah. Dijamin si oknum justru salah tingkah!

Pasang senyum lebar via www.pinterest.com

“Halo Mbak. Dari tadi kayaknya ngeliatin terus. Mbak ini teman SMP saya bukan ya?”

Akan lebih mudah kalau kamu tidak tahu saat sedang diomongin. Kalau kamu nggak tahu otomatis kamu nggak merasakan apapun mau diomongin sampai berbusa-busa pun. Tapi masalahnya, sayup-sayup bisikan itu sudah sampai ke telingamu. Nah, biar nggak jadi perang, kamu bisa pura-pura nggak dengar saja. Pasang headphone di telinga, dan dengarkan musik-musik yang menghibur hati. Kalau kamu mau lebih ekstrem, buat orang yang sedang menggunjingkanmu salah tingkah dengan menyapanya dengan ramah.

2. Pura-pura tidur dan nggak tahu apa-apa. Dengan begitu kamu bisa mendengar dengan lebih leluasa

Advertisement

Pura-pura tidur via www.tumblr.com

Kalau kamu tipe orang-orang yang kepo, kamu pasti ingin mendengar lebih lanjut pendapat orang-orang tentang dirimu. Karena itu, pura-pura tidur dan dan tidak sadar adalah cara yang aman. Iya sih, cara ini terlihat terlalu sinetron. Tapi dengan begitu, kamu tetap bisa menyimak lebih lanjut omongan orang tentangmu. Asal kamu bisa menahan sakit hatinya saja. Kan nggak lucu kalau kamu tidur dalam keadaan wajah merah padam menahan amarah.

3. Karena emosi tidak ada gunanya, lebih baik dekati dia dan ajak bicara baik-baik. Siapa tahu kamu bisa mendapat saran dan kritik yang membangun

Boleh juga adu panco via sarakollberg.tumblr.com

Daripada melabraknya dengan emosi di depan umum yang justru akan membuatmu terlihat kekanak-kanakan, lebih baik kamu menemui oknum yang menggunjingkanmu secara personal. Coba tanyakan baik-baik tentang apa saja yang dia katakana tentangmu. Apakah kamu pernah melakukan kesalahan kepadanya tanpa kamu sadari, ataukah semata-mata ada sesuatu yang buruk dalam dirimu tapi tidak kamu ketahui. Siapa tahu, memang ada sesuatu dalam dirimu yang harus diperbaiki. Dengan begitu, kamu berhasil menjadikan omongan orang sebagai kritik yang membangun untuk membuat dirimu berkembang.

4. Mereka yang membicarakanmu mungkin tidak tahu dirimu yang sebenarnya. Ajak saja berteman, biar sedikit-sedikit dia mulai paham

Ajak temenan saja via girlswholikegirls.tumblr.com

Kalau sedang berada di posisi tahu orang sedang membicarakanmu di belakang, positive thinking saja. Mereka tidak tahu yang sebenarnya. Yang mereka bicarakan hanyalah apa yang terlihat. Kenapa kamu begini atau begitu, mereka tidak tahu. Kalau kamu memusuhinya, itu tidak akan mengubah apa-apa. Lebih baik kamu mendekatinya, menjalin hubungan yang baik dengannya. Dengan begitu, mereka juga akan paham mengapa kamu begini dan begitu. Melawan kekerasan dengan kekerasan toh tidak akan menghasilkan apa-apa selain babak belur sama-sama.

5. Kalau kamu kenal baik dengan orangnya, gunakan jurus sindir-menyindir. Pura-puralah curhat betapa tidak enaknya diomongin di belakang

Jurus sindir-menyindir saja via www.huffingtonpost.com

Kamu: “Ah gue sebel banget sama temen gue. Masa dia ngomongin gue di belakang? Ngejelek-jelekin gue di depan teman-temannya. Ih, nggak banget ‘kan?.”

Dia: “Oh gitu ya…”

Kamu: “Iya! Maksudnya, kalau emang gue salah, kenapa nggak langsung ngomong ke gue aja gitu lho. Biar guenya juga instrospeksi. Kalau dia ngomongin ke orang lain gitu, mana gue tahu apa yang harus gue perbaiki dari diri gue. Ya nggak?”

Bila yang membicarakanmu di belakang adalah temanmu sendiri, sakitnya memang jadi berlipat-lipat. Rasanya seperti ditusuk dari belakang. Karena itu, coba manfaatkan jurus sindir-menyindir. Tujuannya untuk membuat temanmu sadar bahwa daripada membicarakan di belakang, lebih baik langsung ke orang yang bersangkutan. Selain itu, supaya mereka tahu betapa sakitnya kalau dibicarakan di belakang oleh teman sendiri.

6. Karena kamu tidak bisa menghentikan omongan orang, paling elegan justru menjawabnya dengan keberhasilan

Balas dengan kesuksesan via www.huffingtonpost.com

Cara yang terakhir, sekaligus yang paling elegan, adalah bersikap tidak tahu apa-apa dan membalasnya dengan kesuksesan. Bila mereka membicarakan tulisanmu yang katanya buruk, tetaplah menulis dan buatlah karya yang semakin baik setiap harinya hingga tidak ada lagi bahan untuk mereka bicarakan. Daripada kamu membuang-buang waktu demi membela diri ataupun terlalu memikirkan apa yang orang bicarakan, membalasnya dengan keberhasilan justru akan menjadi pukulan paling telak!

Meski memedulikan omongan orang tidak ada gunanya, tapi terkadang emosi juga. Susah untuk tidak memperdulikan sementara kalimat-kalimat negatif itu terdengar jelas di telingamu. Perlu tips dan trik khusus untuk tetap tenang dan elegan menghadapinya. Kan tidak lucu juga kalau endingnya kamu dan dia malah jambak-jambakan ala anak SMA! Tapi dengan sedikit usaha, kamu pasti bisa menghadapinya. Yakin saja. 🙂