Sekolah di kampus itu ya? Gila, beruntung banget bisa masuk sekolah terbaik!

Kalau ibu merupakan sekolah pertama untuk anak-anaknya. Sementara kampus yang megah gedungnya atau unggul akreditasinya belum tentu sekolah terbaik. Berapapun uang gedung yang kamu bayarkan, atau bagaimana eksistensinya di mata dunia, sekolahmu itu masih kalah dengan sekolah yang satu ini. Apalagi kalau bukan kehidupan, sekolah terbaik yang paham pengetahuan apa saja yang dibutuhkan setiap individu. Paham tes apa saja yang diperlukan demi membentuk karakter setiap orang.

Advertisement

Sejak kamu pertama kali menghirup napas di bumi, kamu secara otomatis telah masuk ke sekolah kehidupan. Tanpa perlu registrasi, tanpa perlu ditolak karena kehabisan kursi. Kamu juga tak perlu takut di DO karena batas waktunya suka-suka Dia yang mengaturnya. Mungkin kamu masih belum bisa menerima kampusmu yang kece dan punya akun Instagramnya, dibandingkan dengan sekolah ini. Biar makin membuka matamu bahwa sekolah yang satu ini layak kamu seriusi, nih ada hal-hal menarik yang perlu dipahami.

1. Tak ada sekolah yang menyajikan paket lengkap seperti kehidupan. Teori, praktik, evaluasi kamu dapatkan secara cuma-cuma

Punya paket belajar paling lengkap via unsplash.com

Setiap jenjang sekolah pasti memiliki paket pengajaran tersendiri. Ada yang lebih banyak teori, ada yang lebih banyak praktik, bahkan ada yang seimbang antara kedua halnya. Di kehidupan ini, paket pembelajaran telah lengkas disediakan sesuai porsi. Persentase antara teori dan praktik pun disesuaikan dengan masing-masing kemampuan manusian. Sesuai by default lah istilah kerennya. Tak hanya lengkap dalam teori dan praktiknya. Tapi sekolah di kehidupan juga memberimu evaluasi dan manfaat melalui nilai moral yang bisa kamu ambil.

2. Materi yang akan kamu dapatkan juga mengikuti zaman dan mengikuti kebutuhan. Tinggal pintar menyaring materi dan menyerapnya

Materi belajarnya tak pernah basi via unsplash.com

Coba kamu ingat-ingat lagi, saat masih sekolah dulu, materi apa yang paling kamu benci? Eksakta atau ilmu sosial? Atau bahkan dua-duanya karena kamu menilai materinya tak sesuai denganmu dan ketinggalan zaman.

Advertisement

Kalau sekolah di kehidupan ini, kamu akan disediakan materi yang fleksibel tak hanya mengikuti zaman, tapi juga sesuai dengan apa yang dirimu butuhkan. Tak ada lagi alasan untuk mengeluh karena apa yang kamu pelajari sudah ketinggalan zaman. Kamu pun juga nggak ditarik bayaran selama proses pembelajaran ini. Semuanya gratis disediakan di alam. Kamu hanya perlu mencari materi-materi belajar ini yang sudah bertebaran di bumi.

3. Tak ada batasan waktu untuk belajar di sini. Mulai dari bayi hingga orang tua, semua punya kesempatannya sendiri

Proses belajarnya dari awal hingga akhir nanti via unsplash.com

Kurang hebat apa sekolah di kehidupan ini? Begitu kamu lahir, sudah disediakan fasilitas untuk belajar. Belajar caranya membuka mata dan melihat indahnya dunia. Belajar tertawa saat melihat aksi kocak ayah dan ibumu sampai belajar rmenangis karena ingin minum susu. Belajar di sekolah yang satu ini tak mengenal batasan waktu. Semuanya sudah diatur Dia yang meniupkan nyawa kepadamu. Yang perlu kamu lakukan hanya menikmati proses belajar, selama kesempatan masih ada dan nyawa belum ditarik dari raganya.

4. Jika umumnya saat ujian kamu bisa mencontek teman. Sementara di kehidupan kamu harus bisa melewatinya sendiri agar naik kelas

Harus kamu sendiri yang menjalani via unsplash.com

“Eh, nomer dua dong. Ahelah pelit banget sama temen”

Hayo, ingat nggak kamu sama kalimat di atas? Kalimat yang mungkin menjadi andalanmu saat ujian di sekolah. Kalau dulu bisa mengandalkan bantuan teman saat tak bisa mengerjakan ujian, di sekolah yang satu ini kamu tak akan bisa melakukannya lagi. Kamu harus mengandalkan diri sendiri, agar bisa naik kelas dan levelmu sebagai manusia bisa di-upgrade menjadi yang lebih baik. Selain itu, ujian di kehidupan juga tak bisa kamu prediksi, datangnya dadakan. Sistem Kebut Semalam pun tak bisa kamu terapkan untuk menjalani ujian di sekolah ini.

5. Di sini kamu akan mengalami seadil-adilnya belajar. Tak ada senioritas, karena semuanya masih dalam tahap belajar

Semua manusia belajar di sini via unsplash.com

Di sekolah yang ‘biasa’ dikenal adanya istilah junior dan senior. Ada semacam aturan tak tertulis yang mewajibkan semua junior harus hormat dan tunduk pada senior. Aturan kolot yang bukannya mengakrabkan, tapi justru membangun tembok tinggi dan rasa balas dendam.

Sementara di kehidupan kamu tak akan menemukan predikat senior – junior. Sebab semua manusia sama. Sama-sama dalam proses belajar di dunia. Hanya saja yang membedakan adalah waktu memulainya. Ada yang duluan, ada yang belakangan, bahkan ada yang masih dalam perjalanan menuju sekolah kehidupan.

6. Di sekolah yang satu ini, kegagalan justru sebuah kebanggaan. Kalaupun ada yang meremehkan, mereka hanyalah segelintir orang-orang nggak elegan

Gagal berarti kamu harus lebih lebih belajar via unsplash.com

Biasanya kegagalan sesuatu yang dihindari. Berbagai cara dilakukan agar hasilnya memuaskan hati. Kalau sudah bersusah payah dan ternyata masih gagal, jelas akan kecewa. Jika berhasil dan nilainya tak melebihi ekspektasi, kamu juga tak kalah sedihnya. Di sekolah kehidupan hasil tak begitu dinomorsatukan. Justru proses dan kegagalan jadi dua hal yang cukup membanggakan. Sebab dari sana kamu bisa belajar kembali untuk lebih baik lagi.

Lalu bagaimana jika ada yang meremehkan? Apa yang diberikan sekolah terbaik ini pada mereka yang belajar?

Perlindungan bukanlah hal-hal yang diberikan. Tapi buatmu mengerti bahwa mereka yang meremehkanmu belum tentu memiliki semangat belajar setinggi dirimu, dan kamu perlu bersyukur karena diberikan kesempatan untuk belajar dari mereka yang tak elegan ini.

7. Bukan gelar atau ijazah yang akan kamu dapatkan, tapi pengalaman hidup yang tak bisa tergantikan dengan apapun di dunia ini

Lulus berarti tugasmu untuk belajar sudah selesai. via unsplash.com

Proses belajarnya melelahkan. Waktu belajarnya juga selama napas masih ada. Tapi yang kamu dapatkan jelas bukan selembar ijazah atau bahkan gelar yang bisa kamu pamerkan di undangan pernikahan. Sekolah terbaik ini memberikan pengalaman-pengalaman yang tak bisa tergantikan oleh apapun di dunia ini. Yang mungkin hanya bisa kamu rasakan sekali seumur hidupmu.

Meskipun tak menjanjikan gelar dan ujiannya sering dadakan, tapi belajar di sekolah ini tetap worth it  dilakukan. Selamat menempuh pendidikan dan belajar di sekolah terbaik. Di sekolah ini, kamu tak akan merasa rugi. Justru semakin hari, diri ini semakin kaya berisi. Sebab sebenar-benarnya hidup adalah proses belajar tanpa henti.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya