Sebagai generasi milenial, bisa dibilang banyak hal yang kamu suka, tapi sulit menjelaskannya ke orangtua. Ujung-ujungnya, mereka kerap kali salah sangka dan melarang lakukan ini dan itu. Kebiasaan semisal jeprat-jepret makanan sebelum menyantapnya adalah salah satu hal yang sering dipertanyakan orangtua. Anggapan aneh sering terucap dari mereka.

Begitupun dengan pekerjaanmu yang bisa dilakukan remote. Maklum, orangtua dari dulu cuma tahu bekerja itu di kantor selama delapan jam. Nggak heran kalau mereka bingung melihatmu tetap menghasilkan uang, walau kerjanya bisa di mana-mana. Nah, hal-hal apa saja yang identik dengan milenial dan wajib dijelaskan ke orangtua? Simak ulasannya berikut ini.

1. Jelaskan soal aplikasi kencan yang sebenarnya cuma kamu manfaatkan untuk punya teman chatting baru

apa itu aplikasi kencan? via www.bacancytechnology.com

Advertisement

Orangtua seringkali salah persepsi tentang aplikasi kencan. Bagi mereka, cukup aneh bisa pacaran sama orang yang awal kenalnya via chatting doang. Terlebih, banyaknya kasus penipuan pacaran dari dunia maya. Padahal, kamu cuma pengen nambah teman chatting baru saja.

2. Fotoin makanan sebelum menyantap jadi masalah. Kata mereka, “apa faedahnya?”

fotoin makanan dulu via www.pexels.com

Kebiasaan fotoin makanan sebelum menyantap kerap kamu lakukan sebagai bahan konten di media sosial (medsos). Apalagi kalau kamu berniat menjadi food blogger yang uangnya bisa kamu gunakan untuk menambah biayai hidup sehari-hari. Ada kalanya juga kamu unggah ke medsos sebagai informasi ada makanan baru/enak yang patut dicoba. Saling berikan informasi ‘kan nggak ada salahnya.

3. Kerja remote sampai sekarang masih dipertanyakan. Katanya, “itu Kerja macam apa sih? kamu nggak disuruh absen ke kantor?”

bisa kerja di mana saja masih dianggap orangtua kayak nggak kerja via www.pexels.com

Jujur saja kalau dunia digital saat ini membuat berbagai profesi baru bermunculan. Tak melulu di kantor selama delapan jam, sekarang kamu bisa menghasilkan uang dengan kerjanya di mana-mana. Kamu mungkin sampai bosan ditanyai terus tentang pekerjaan yang remote begini apakah kesejahteraannya bisa terjamin.

4. Suka pakai emoji dan stiker gemesin di aplikasi chatting, pun membuat mereka bertanya, “itu gambar apa? fungsinya apa? kalau mau pakai caranya bagaimana?” 😀

apa sih faedahnya? via thenextweb.com

Advertisement

Kamu ingat nggak sewaktu aplikasi chatting mulai terkenal, orangtua juga ikutan kepo? Bahkan, mereka juga pengen punya supaya bisa gampang (katanya) ngobrol sama gengnya. Kalau sudah begini, kamu harus bersabar dengan beragam pertanyaan mereka. Seperti apa itu emotikon dan stiker, gimana cara menggunakannya, dan maksud tiap emotikon dan stiker yang beda-beda itu bagaimana.

5. Selain aplikasi chatting, medsos nggak boleh terlewat. Tak sekadar berkomunikasi, medsos juga tempat kamu menemukan berbagai informasi

medsos kira-kira orangtua pakai untuk apa? via www.pexels.com

Ada kalanya orangtua bertanya tentang fungsi medsos sebenarnya. Tentu, kamu bakal menjawab medsos adalah salah satu tempat di dunia maya untuk menjalin komunikasi. Kamu bisa berbagi momen via medsos ke teman dan keluarga. Tapi, jangan lupakan juga kamu bisa dapatkan informasi terkini apapun tentang dunia. Jadi, nggak harus nonton berita, dengarkan radio, atau baca media cetak untuk tahu berita terbaru.

6. Jangan lupa beri tahu orangtua tentang hal-hal negatif dari medsos. Supaya kalau mereka punya akunnya, nggak terjerumus, apalagi menjadi korban

hal negatif dari medsos via offshoringtbos.com

Ketika orangtua minta dibuatkan medsos, mereka memang pengen kayak kamu juga yang seru dengan ponsel. Tapi, jangan lupa untuk beri tahu tentang berbagai hal buruk di medsos yang bisa berakibat fatal. Sehingga, mereka bisa secara bijak menggunakan sesuai aturannya.

7. Milenial itu sering bilang “sorry atau maaf” tapi tidak dalam makna sebenarnya. Jadi, cuma sekadar “penegasan”

belum tentu bilang maaf memang karena merasa bersalah via www.picslyrics.net

Bedanya era orangtua sewaktu muda dengan milenial salah satunya dalam meminta maaf. Kalau dulu kata “maaf atau sorry” menjadi sebuah kata yang sakral terucap ketika bersalah, kini lain ceritanya. Karena maaf dan sorry saat ini lebih sering milenial gunakan sebagai bentuk “penegasan” untuk suatu hal. Misalnya, kamu ingin utarakan opini yang berbeda dari anggota forum, untuk mengurangi ketegangan yang ada dan menunjukkan ketegasanmu berpendapat agar terlihat meyakinkan, kamu ucapkan “maaf, tapi saya pribadi kurang setuju dengan keputusan itu karena…….”.

Jadi, hal nomor berapa nih yang sudah sering kamu jelaskan ke orangtua?

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya