7 Komunitas Keren yang Mesti Kamu Ikuti Sebelum Usia Masuk Kepala Tiga. Mumpung Masih Muda!

Masa muda merupakan masa penuh semangat untuk berkegiatan. Siapapun pasti sepakat soal ini. Bukan berarti saat tua kamu nggak bisa apa-apa, tapi sudah berbeda prioritasnya. Mumpung masih muda, saatnya mengerahkan waktu dan tenaga untuk mengejar mimpi melalui berbagai cara. Salah satunya dengan bergabung bersama komunitas. Mengerjakan hal-hal positif bersama kumpulan dari sekelompok anak muda yang memiliki minat dan ketertarikan yang sama.

Banyak banget lho manfaat yang kamu dapat kalau kamu menceburkan diri ke dalam komunitas. Berkumpul dengan banyak teman yang memiliki keseragaman mimpi misalnya. Bersama mereka kamu tak kan merasa terintimidasi, bahkan optimis yang akan kamu rasa setiap hari. Asal kamu rajin berdiskusi dengan mereka, sharing ilmu pun akan lancar terjadi. Sekarang usiamu berapa? Setidaknya, sebelum kamu benar-benar dewasa, sebelum usiamu menjadi kepala tiga, berkecimpunglah dengan salah satu komunitas di bawah ini.

Berikut ini komunitas-komunitas keren rekomendasi Hipwee yang bisa kamu ikuti. Silakan pilih yang sesuai minatmu yaa…

ADVERTISEMENTS

1. Kamu suka dan menguasai sedikitnya tiga bahasa? Kemampuanmu bakal makin berkembang dengan gabung Polyglot Indonesia

ini anak-anak polygot

Polyglot, mereka yang menguasai banyak bahasa via measiamagazine.net

Polyglot merupakan sebutan untuk orang-orang yang menguasai banyak bahasa. Jadi, komunitas Polyglot Indonesia adalah wadah bagi para penggemar bahasa yang sudah menguasai atau sedang mempelajari beberapa bahasa. Terbentuknya komunitas ini terinspirasi dari Polyglot Club di Paris. Di Indonesia, Polyglot yang bermula di Yogyakarta ini didirikan untuk memperbanyak jam praktik penggunaan bahasa asing yang sedang dipelajari dalam suasana yang santai dan menyenangkan.

Saat ini Polyglot Indonesia sudah tersebar di enam kota, yaitu Jakarta, Bandung, Aceh, Yogyakarta, Surabaya, dan Semarang. Melalui Facebook, komunitas ini pun berkembang pesat. Tidak hanya anggota dari dalam negeri, komunitas ini juga diikuti warga asing. Latar belakang profesi yang tergabung dalam Polyglot Indonesia juga bervariasi, mulai wirausahawan, pegawai Kementerian Luar Negeri, pelajar, aktivis lembaga swadaya masyarakat, sampai dosen. Usianya juga beragam, yakin deh banyak keuntungan yang kamu dapat nantinya. Jadi, kamu tunggu apa lagi?

ADVERTISEMENTS

2. Kalau kamu suka anak-anak dan ingin berbagi ilmu tentang profesi, yuk mari gabung di Kelas Inspirasi

ini anak-anak KI, ngajar. gaulnya sama anak-anak

Inspirator KI berbagi cerita profesi kepada anak-anak sekolah via hipwee.com

Komunitas satu ini merupakan gerakan yang mewadahi profesional dari berbagai sektor untuk ikut serta berkontribusi pada misi perbaikan pendidikan di Indonesia. Melalui program ini, para profesional pengajar dari berbagai latar belakang diharuskan untuk cuti satu hari secara serentak untuk mengunjungi dan mengajar SD, yaitu pada Hari Inspirasi.

Sejatinya, kegiatan Kelas Inspirasi (KI) hanya sehari saja, tapi biasanya mereka akan terus berkomunikasi secara berkesinambungan untuk membahas program-program lanjutan yang masih berhubungan dengan pendidikan. Para anggotanya akan berinteraksi di sekolah untuk berbagi cerita dan pengalaman kerja, serta memberi motivasi untuk meraih cita-cita bagi para siswa. Tujuannya ialah membuka ruang komunikasi dan kolaborasi antar keduanya melalui pengalaman mengunjungi, dan mengajar, dan berinteraksi selama hari inspirasi termasuk masa persiapannya. Biar berkah loh guys ilmu yang kamu punya~

ADVERTISEMENTS

3. Buatmu pecinta literasi, coba gabung komunitas Pecandu Buku. Temanmu bertambah, referensi bacaanmu pun meningkat!

yuk baca bareng di Pecandu Buku

Yuk baca bareng Pecandu Buku via 3.bp.blogspot.com

Di jaman yang serba digital seperti sekarang ini, banyak orang yang mencari informasi melalui gadgetnya. Karena informasi bisa dengan mudah diakses melalui internet, minat kita generasi muda untuk membaca buku jadi berkurang. Karena itulah, komunitas Pecandu Buku pun lahir untuk menularkan virus membaca buku. Penggagasnya ialah dua anak muda asli Kota Bandung, Fiersta Besari dan Aulia Angesti.

Untuk bergabung dalam komunitas ini sama sekali nggak sulit kok, hanya dengan mengirim satu ulasan tentang satu buku maupun dengan cara menghibahkan buku ke Pecandu Buku. Ide ulasan harus disampaikan dulu melalui email, supaya tak ada dua ulasan yang sama. Tenang, komunitas ini nggak hanya ada di Bandung aja kok. Di Jabodetabek, Jogja, dan Makasar juga ada. Untuk kamu yang merasa hidup lebih berwarna dengan buku, menemukan penghiburan lewat buku, mengumpulkan pengetahuan melalui buku, kamu wajib gabung komunitas ini. Kamu bisa bertemu dengan banyak teman baru dari seluruh Indonesia karena buku. Selamat bersenang – senang dengan buku!

ADVERTISEMENTS

4. Hobi travelingmu bisa makin tersalurkan lewat Forum Backpacker Indonesia. Bisa ketemu banyak traveler ramah di sana

banyak kenalan, yakali ketemu jodoh

Banyak kenalan, siapa tahu ketemu jodoh via 3.bp.blogspot.com

Hayo yang ngaku gemar jalan-jalan, sudah nggak asing dong dengan Forum Backpacker Indonesia atau biasa disingkat BPI? Inilah salah satu wadah terbesar bertemunya para pegiat jalan-jalan dari seantero tanah air. Sejak didirikan pada September 2009 lalu, forum komunitas ini telah berkembang dan telah memiliki lebih dari 60 ribu anggota, serta telah mengadakan gathering nasional beberapa kali.

Di sini kamu bisa berinteraksi dengan anggota lainnya untuk berbagi informasi tentang traveling, bertanya seputar tips dan destinasi, sampai melakukan perjalanan bareng-bareng. Selain lewat forum resminya, kamu juga bisa bercengkerama dengan anggota lainnya lewat grup di Facebook yang juga terbagi ke dalam regional-regional seperti Backpacker Indonesia Regional Semarang, Yogyakarta, serta daerah-daerah lainnya. Tinggal gabung aja lewat grupnya untuk berkenalan dan berbagi hal-hal menarik seputar traveling. Happy vacation!

ADVERTISEMENTS

5. Buatmu yang suka segala hal berbau budaya dan sejarah, pastikan minatmu terwadahi dalam Komunitas Historia Indonesia

ini pas wisata malam ke Kota Tua Jakarta

Rame-rame wisata malam ke Kota Tua Jakarta via masbrooo.com

Komunitas yang disingkat KHI ini didirikan di Jakarta pada 22 Maret 2003 oleh Asep Kambali, mahasiswa jurusan pendidikan sejarah Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Misinya menumbuhkan kesadaran sejarah dan budaya bangsa dengan menyelenggarakan program-program yang rekreatif, edukatif, dan menghibur. Mereka sering mengadakan kegiatan rekreasi seperti mengunjungi langsung situs sejarah/ budaya yang ada.

Melalui kreativitas kekinian, KHI menghadirkan beragam acara yang mampu menarik minat generasi tua dan muda untuk makin mencintai sejarahnya. Berwisata malam di Kota Tua Jakarta misalnya, menjelajahi kampung-kampung Tionghoa, atau bahkan menginap di beberapa museum. Kamu yang di Jakarta dan ingin memperluas pengetahuan tentang sejarah dan budaya, gabung deh buruan. Sementara kamu yang ada di kota lain mungkin bisa mempertimbangkan untuk bikin chapternya di sana, gimana? 😉

ADVERTISEMENTS

6. Anak muda pasti sudah nggak asing dengan film. Jangan mau cuma jadi penikmat, kamu bisa jadi pegiat di komunitas-komunitas ini

ini pas presentasi karya video dan diskusi

Ikut juga presentasi karya video dan diskusi film via forumlenteng.org

Bagi para pelajar maupun mahasiswa, sampai para pekerja, yang namanya nonton film itu merupakan makanan sehari-hari. Biasanya, weekend dihabiskan menonton film terbaru di bioskop atau di rumah teman. Kehadiran forum film di Indonesia pun dirasa sangat menyegarkan untuk segala kalangan. Sebab, di forum film, para anggotanya bisa membahas film yang ditonton, bertukar pendapat dan mengupas lebih dalam film tersebut. Kamu nggak akan berhenti jadi penonton saja.

Di Jakarta misalnya, ada Forum Lenteng. Kamu juga bisa belajar memproduksi film di sini. Forum Lenteng juga menawarkan beragam program film sekaligus diskusi tentang film. Film yang diputar ialah film yang bisa menjadi alternatif tontonan bagi publik. Ada film klasik, kontemporer, sampai film-film dari non-arus utama. Di Bali ada Minikino, di Jogja ada YukNonton, dan di Surabaya ada Duatiga project. Di kotamu ada apa?

7. Apa jadinya kalau anak-anak seni berkoalisi? Tengok aja Serbuk Kayu Surabaya atau Jatiwangi Art Factory

Ini salah satu pameran mereka, anak-anak Serbuk Kayu Surabaya

Ini salah satu pameran mereka, anak-anak Serbuk Kayu Surabaya via primaradio.co.id

Komunitas Serbuk Kayu Surabaya merupakan salah satu komunitas seni di Indonesia. Beberapa pameran tunggal di galeri terkenal Surabaya sudah mereka selenggarakan. Pemerhati dan pecinta seni pun telah memberikan apresiasi luar biasa atas karya-karya mereka. Komunitas ini awalnya merupakan salah satu komunitas di Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Surabaya. Perlahan tapi pasti, Serbuk Kayu keluar dari istilah “komunitas kampus” menjadi komunitas seni di Surabaya. Kalau pameran seni umumnya menampilkan lukisan, seni instalasi, dan seni rupa murni lain, eberapa waktu lalu mereka justru menampilkan karya seni yang dibuat melalui teknik grafis murni. Kamu arek Suroboyo? gabung aja!

Kalau di Jawa Barat, ada Jatiwangi Art Factory (JaF). Merupakan sebuah organisasi nirlaba yang berfokus pada kajian kehidupan lokal pedesaan lewat kegiatan seni dan budaya. Contohnya festival, pertunjukan, seni rupa, musik, video, keramik, pameran, diskusi bulanan, dan sebagainya. JaF berdiri sejak 2005 silam. Sejak 2008, JaF bekerjasama dengan Pemerintah Desa Jatisura melakukan riset dan penelitian dengan menggunakan keterlibatan kesenian kontemporer yang kolaboratif. Berminat? Silahkan bergabung!

Jadi, umurmu berapa sekarang? Sebelum punya banyak tanggung jawab di depan, nggak ada salahnya kan meluangkan waktu sekarang untuk berkomunitas. Apa passionmu? Bergabunglah dengan yang kamu suka. Jangan jauh-jauh, di kotamu pasti ada chapter-nya 🙂

Salah satu keseruannya ini

Salah satu keseruannya ini

Salah satunya kamu bisa tau info seputar komunitas di @indo_komunitas , yuk mulai lakukan berbagai hal positif di waktu luangmu.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Rajin menggalau dan (seolah) terluka. Sebab galau dapat menelurkan karya.