Tahun yang baru telah menantimu dengan tangan terbuka. Di pergantian tahun ini, banyak orang menyusun resolusi tahun baru. Mungkin kamu termasuk salah satunya. Namun dari tahun ke tahun resolusi yang direncanakan itu pasti tak sepenuhnya bisa terlaksana. Penyebabnya entah dari keadaan yang tak memungkinkan sampai kamu sendiri lupa untuk merealisasikannya.

Bahkan menurut sebuah penelitian di University of Scranton menyebutkan, tidak lebih dari 10% orang-orang yang berhasil mewujudkan resolusi terebut hingga bulan-bulan ke depannya. Rendahnya angka tersebut salah satunya disebabkan karena adanya False Hope Syndrome. Keadaan psikologis tersebut menyebabkan kebanyakan orang terlalu muluk-muluk merencanakan resolusi tahun baru mereka, sehingga kesulitan untuk mewujudkannya.

Advertisement

Sebenarnya, tidak ada salahnya mempunyai resolusi di tahun baru. Hanya saja, kamu perlu tahu sejauh mana kemampuan dirimu untuk menggapai semua harapanmu itu. Tak perlu merencanakan resolusi yang terlalu tinggi. Siapa tahu yang kamu perlukan justru sesuatu yang biasa tapi justru berguna. Seperti kumpulan resolusi remeh di bawah ini, mungkin salah satu di antaranya perlu kamu masukkan dalam daftarmu.

1. Menerapkan pola hidup sehat tak bisa lagi ditunda-tunda. Sesederhana rutin minum air putih setiap harinya

Rutin minum air putih demi pola hidup sehat via www.unsplash.com

Di era seperti ini, ritme kehidupan semakin serba cepat. Bahkan untuk pola makan, restoran cepat saji menjadi salah satu pilihan paling banyak diminati. Pola makan yang tak terjaga serta jam terbangmu dalam pekerjaan yang tinggi, membuat hidupmu semakin jauh dari kata sehat.

Remeh memang jika membuat resolusi tentang kesehatan di tahun baru nanti. Tapi peduli dengan kesehatan itu perlu dipupuk dari sekarang. Karena dirimu di masa depan lah yang akan menjadi taruhannya. Toh menjaga kesehatan bisa dimulai dari hal-hal kecil seperti rutin minum air putih daripada minuman bersoda atau bahkan kopi yang selama ini kamu jadikan sumber inspirasi.

2. Menyisihkan penghasilan untuk ditabung mungkin bisa nanti-nanti. Tapi ingat, nanti bisa berarti tidak sama sekali

Awal dengan nabung recehan via unsplash.com

Advertisement

Selagi masih muda, nabung bisa nanti. Gaji yang ada buat senang-senang dulu biar nggak gila.

Mungkin kamu setuju dengan hal tersebut. Tapi kelak kamu bisa menyesal karena menuruti keinginan diri. Memiliki resolusi untuk menyisihkan penghasilan rasanya perlu kamu lakukan dari sekarang. Sebab apa yang terjadi di esok hari, tak ada yang bisa menjamin. Kalau pun kamu tergoda dengan ‘nabung bisa nanti’, coba pikirkan lagi bahwa kelangsungan hidupmu di sepuluh atau lima belas tahun ke depan dipertaruhkan dengan satu kata itu.

3. Merapikan manajemen waktu, masa sudah tahun 2018 tapi kamu masih suka terlamat melulu?

Malu ah kalau masih suka telat via unsplash.com

Macet, hujan dan berbagai alasan lain sepertinya sudah tak relevan lagi untukmu bisa datang terlambat. Apalagi jika kamu sudah dihadapkan dengan pekerjaan di eranya generasi millenials. Kata terlambat rasanya sudah tidak diterima lagi. Untuk itu, kamu perlu merapikan bagaimana manajemen waktumu dari sekarang. Biar nantinya kamu menjadi pribadi yang tak buang-buang waktu dan membuat orang lain menunggu.

4. Berani mengungkapkan apa yang dirasakan. Meski kadang ciut nyalimu, tapi niat mengutarakan pendapat perlu kamu pupuk dari sekarang

Pupuk niat untuk ungkapkan isi hati via unsplash.com

Ngomong, nggak, ngomong, nggak?

Meski era demokrasi digadang-gadang sudah dimulai sejak lama, tapi kamu masih saja takut-takut mengungkapkan apa yang dirasakan. Kamu takut mengungkapkan apa yang dirasakan karena tak ingin menyakiti atau membuat orang lain tidak nyaman. Padahal dengan menyimpan uneg-uneg sendiri, kamulah yang menjadi korbannya. Untuk itu, kamu perlu memasukkan hal ini dalam resolusimu di tahun depan.

Tuliskan bahwa kamu ingin lebih terbuka dengan berani menyampaikan apa yang kamu rasakan. Tak apa jika sekarang nyalimu kerap ciut sendiri. Asalkan niat baik untuk terus berkembang dan rasa berani mengungkapkan telah kamu pupuk dari sekarang.

5. Berjanjilah pada diri sendiri untuk lebih mengapresiasi apa yang telah kamu miliki. Meskipun rasanya masih jauh dari targetmu sendiri

Syukuri dulu apa yang udah kamu miliki via unsplash.com

Mengapresiasi pencapaian yang telah digenggam memang tak mudah. Namun dengan menghargai apa yang telah dimiliki, kamu akan lebih gigih lagi dalam berjuang sampai targetmu terpenuhi. Tak apa jika orang-orang memandang sebelah mata resolusi hidupmu yang satu ini. Sebab mereka tak tahu bagaimana rasanya mensyukuri apa yang telah kamu miliki. Meskipun hal tersebut masih kecil dan jauh dari target utamamu sendiri.

6. Teman boleh satu per satu pergi. Tapi sempatkanlah menikmati quality time dengan mereka yang telah bertahan di sisi

Quality time bersama mereka yang bertahan di sisimu via unsplash.com

Di usia 20-an, satu per satu teman mulai pergi. Hal tersebut wajar terjadi dan tak perlu kamu sesali. Di tahun baru nanti, sempatkan untuk menikmati waktu-waktu emas bersama teman yang bertahan di sisimu sampai saat ini. Meski terkesan remeh, resolusi yang satu ini kelak akan membuat hubunganmu dengan mereka lebih kuat. Sehingga saat kamu dan mereka saling membutuhkan, tak akan ada rasa segan untuk memberi atau menerima pertolongan.

7. Jika dituruti pekerjaan memang tak akan ada habisnya. Berjanjilah untuk tak lupa beristirahat meski segudang tugas menunggumu di sana

15 menit yang akan mempengaruhi ke depannya hidupmu via unsplash.com

Target dalam pekerjaan memang harus dipenuhi. Selama proses mencapai targetmu pun kamu harus mengorbankan beberapa hal pribadi, salah satunya waktu istirahatmu sendiri. Masih jelas di ingatan bagaimana kamu berhari-hari lembur di kantor atau bahkan rela bekerja di hari libur. Kalaupun dituruti, mungkin 24 jam sehari dan 7 hari dalam seminggu tak akan cukup untukmu menyelesaikan pekerjaanmu. Karena itu, kamu perlu berjanji pada diri sendiri untuk memberikan self reward berupa waktu istirahat. Mungkin kamu hanya butuh meluangkan 15 menit per hari demi warasnya hidupmu di tahun-tahun yang akan datang.

8. Tak perlu muluk-muluk beresolusi tentang hubungan. Cukup berikan versi terbaik dari dirimu maka langgeng akan menyertai kalian

Tak perlu muluk-muluk via unsplash.com

Bicara perihal hubungan, kamu pasti maunya yang baik-baik saja. Tanpa sadar kamu membuat resolusi tentang hubungan ini jadi seperti tuntutan. Harus begini, harus begitu biar seterusnya bisa terus berdampingan. Sebenarnya resolusi untuk hubungan tersebut tak perlu muluk-muluk. Mungkin kamu hanya perlu menyiapkan versi terbaik dari dirimu dalam menjalani hubungan. Maka kelak, pasanganmu pun melakukan hal yang sama. Jika masing-masing dari kalian telah memberikan yang terbaik, kata langgeng akan senantiasa menyertai kalian berdua.

Hal-hal remeh tak selalu minim manfaat. Seperti resolusi-resolusi remeh di atas yang mungkin bisa jadi langkah awal di tahun baru nanti. Selamat menyambut tahun 2018. Semoga apa yang sudah tertulis rapi di resolusimu tak hanya berakhir di angan-angan, tapi juga akan menjadi kenyataan.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya