Di dunia ini ada orang-orang yang layak dipertahankan dan ada orang-orang yang sebaiknya segera kamu tinggalkan. Dia yang layak kamu pertahankan adalah yang sudah menunjukkan kualitasnya sebagai orang terdekat. Tak harus selalu berdekatan, namun terus berusaha memberikan dukungan meski jarak berjauhan.

Namun ada juga dia yang selalu datang saat membutuhkan dan menghilang ketika semua urusan sudah kelar. Ini yang namanya kamu sedang dimanfaatkan. Mereka bisa memasang wajah manis dan baik hati, hingga kamu tidak selalu menyadarinya.

Mulai sekarang kamu harus lebih peduli. Jangan sampai kamu menghabiskan waktumu untuk orang-orang yang tidak pernah menganggapmu serius. Bila hal-hal ini kamu alami, kamu harus mulai membatasi diri.

1. Jangankan haha-hihi panjang lebar. Menanyakan kabar saja tidak pernah, tiba-tiba muncul dengan gaya sok akrab sambil minta bantuan

Basa-basi cuma buang waktumu saja via i.huffpost.com

Kelulusan ataupun wisuda sering mengembalikan kita pada kesibukan sendiri-sendiri. Ada yang mulai sibuk mencari pekerjaan, ada juga yang memutuskan untuk mencari peruntungan ke luar kota. Jarak dan intensitas pertemuan memang penting, namun itu tak harus menjadi penentu lancar tidaknya komunikasi. Ada layanan SMS, chat, media sosial, dan telepon, namun dia tidak pernah merasa perlu untuk menjaga komunikasi denganmu.

Advertisement

Jangankan mengobrol ngalor ngidul sekadar haha-hihi, ditanya kabar saja dia jarang membalas. Setelah semua itu, tiba-tiba dia muncul dengan manis dengan kalimat manis seperti ‘Kamu apa kabar? Ih kangeeen…’. Bukan berarti berpikiran negatif, namun sudah sepatutnya kamu bertanya-tanya.

2. Sesekali diajak jalan mendadak itu normal. Tapi kalau berkali-kali, mungkin itu bukan spontanitas, melainkan kamu selalu jadi cadangan

Banyak lho orang yang gak bakal membangku-cadangkan mu via juicyreviewz.files.wordpress.com

“Eh Ta, kamu mau nggak ke Bandung? Liburan bareng gitu. Yuk?”

“Boleh aja. Kapan tuh?”

“Nanti sore berangkat. Yuk? Aku udah booking penginapan soalnya.”

Karena yang direncanakan jauh-jauh hari seringkali gagal karena berbagai hal, banyak yang memilih untuk menjalani rencana-rencana dadakan. Spontanitas selain jauh lebih berpeluang untuk diwujudkan juga terasa lebih asyik dan menantang. Apakah dia sering mengajakmu jalan secara dadakan seperti itu?

Sekali atau dua kali boleh saja kamu menikmati. Namun bila itu terjadi setiap kali dia mengajak jalan, kamu harus mulai curiga. Bisa saja, sebenarnya dia berencana dengan orang lain, tapi karena satu dan lain hal, rencana itu harus batal. Dengan kata lain, kamu selalu dijadikan cadangan.

3. Kamu sering bingung ketika harus mengikuti kesepakatan. Perasaan kamu tidak pernah diajak rembukan~

Harus selangkah dibelakang yang lainnya itu menyebalkan via shelbyslifewithlyme.files.wordpress.com

Dia         : “Udah ya? Sepakat semua yaa, nanti kita ke Puthuk Setumbu dulu, habis itu kita ke Gunung Kidul buat eksplore pantai. Minggu malam kita balik ke Jakarta.”

Kamu    : *dalam hati* Lah, sepakat gimana? Kapan rembukannya kok tahu-tahu udah sepakat aja?

Untuk setiap rencana yang dibuat bersama-sama, pendapatmu tidak pernah diperdulikan. Entah karena kamu dianggap kamu selalu setuju apapun hasil kesepakatan, atau kamu memang dianggap pupuk bawang, alias kehadiranmu hanya sekadar tambah-tambah saja. Yang namanya kesepakatan seharusnya dibuat berdasarkan persetujuan semua pihak yang terlibat. Bila kamu selalu disingkirkan dari musyawarah bersama dan tiba-tiba ditodong untuk bilang ‘iya’, mungkin keberadaanmu memang tidak ada harganya.

4. Sekali dua kali meminjam uang boleh saja. Mungkin dia memang sedang membutuhkan. Namun bila berkali-kali, mungkin kamu dianggap sebagai ATM berjalan

Buat jalan hidupmu sendiri aja masih kurang via www.theatlantic.com

Soal pinjam meminjam uang bisa menjadi persoalan sensitif dan merusak persahabatan. Kamu yang tidak pernah perhitungan mungkin terbiasa memberikan bantuan kepada teman yang membutuhkan. Seratus sampai dua ratus ribu tidak masalah, toh demi teman. Namun kamu harus mulai waspada bila dia sudah melakukan itu berkali-kali. Datang dengan segala keluhan dan alasan untuk meminjam uang, seolah-olah kamu adalah tempat satu-satunya untuk diminta bantuan.

Bukannya enggan membantu teman sendiri, tapi ingat bahwa kamu bukan ATM berjalan. Kebaikan hatimu bisa membuatnya jadi mudah menggampangkan.

5. Dia mendadak sibuk ketika kamu minta bantuan. Besoknya dia akan datang dengan permintaan maaf dan penyesalan yang tidak membuat hatimu bergerak

Permintaan maaf yang sia-sia via marilynmckenna.com

“Sa, temani aku beli buku yuk? Buat bahan bikin makalah yang dikumpul besok nih?”
“Aduh Ta, maaf banget. Hari ini aku ada les piano. Terus habis itu ada acara keluarga di Bogor. Maaf banget yaa.”

“Sa, boleh minta tolong cek in form pendaftaran aku di internet nggak? Aku lagi nggak bisa akses internet nih.”
“Wah bukannya nggak mau Ta. Tapi aku lagi repot banget nih di rumah. Keluarga pada ngumpul, aku sibuk bantuin Mama di dapur”

“Sa, temani aku beli sepatu yuk? Aku butuh second opinion nanti.”
“Soriii banget Ta, soriii. Aku udah janji sama Dita dan Ayu buat ke salon nanti sore. Maaf bangeet yaa?”

Dia yang selalu mengajakmu secara mendadak, mengandalkanmu untuk melakukan ini dan itu, tiba-tiba selalu sibuk setiap kali kamu membutuhkannya. Beragam alasan dia gunakan tanpa terdengar mengada-ada. Bukan hanya itu, dia juga menyelipkan kalimat-kalimat penyesalan dan permintaan maaf yang tidak main-main. Tapi bila itu terjadi berkali-kali, kamu harusnya sudah bisa menduga bahwa dia tidak pernah menganggapmu sahabat sepenuhnya. Karena sahabat pasti akan berusaha datang ketika kamu butuh bantuan.

6. Dia tidak pernah mengkritikmu. Tapi semua pujiannya terdengar palsu, hanya semata-mata untuk menyenangkanmu

Pastikan kamu tidak sebodoh itu untuk percaya via www.liveshareinspire.com

Teman yang baik adalah teman yang selalu mendukung setiap usahamu. Namun itu tidak berarti dia yang tidak pernah mengkritikmu dan selalu menyetujui apa yang katakan dan lakukan. Teman yang baik adalah dia yang tidak ragu mengingatkan ketika kamu di ambang kesalahan. Sementara dia yang selalu memuji, yang hanya mengatakan apa yang kamu dengar, bisa saja sebenarnya tidka peduli padamu. Kamu salah atau benar, tidak ada untungnya untuk dia.

Yang jelas, dia berusaha menjaga hatimu, membuatmu selalu merasa didukung, dan dengan begitu, dia berharap kamu selalu siap untuk dimintai bantuan kapanpun dibutuhkan.

7. Tidak cuma teman-teman gadungan, dia yang kamu kira dekat di hati pun bisa palsu.

Kalau pikirannya terus jauh, mungkin sudah waktunya kamu yang lari menjauh via i.huffpost.com

Tak ada yang bilang move on itu mudah. Tapi mungkin semua orang setuju bahwa cara move on yang paling mudah dan besar kemungkinan berhasilnya adalah dengan bersama orang yang baru. Meski tak selalu diawali cinta sedalam-dalamnya, toh cinta bisa datang karena terbiasa. Namun bila pasanganmu terus-terusan membicarakan mantannya dan sibuk sendiri membuat perbandingan antara kamu dengan dia, tentunya ini tidak lagi biasa. Apalagi bila dia sering sengaja mengajakmu ke tempat-tempat yang besar kemungkinan untuk bertemu sang mantan.

Hipotesis pertama, dia hanya sedang berusaha membuat mantannya menyesal dan tahu bahwa dia bisa mencari orang lain. Hipotesis kedua, dia justru memanfaatkanmu supaya bisa balikan dengan mantan.

Diakui atau tidak, saat ini dunia sudah penuh manipulasi. Banyak orang yang terang-terangan memanfaatkan orang lain demi kepentingannya. Karena itu, sudah saatnya kamu menjadi selektif. Bukan berarti kamu harus membatasi pergaulan dengan orang-orang yang menguntungkan saja. Tapi kamu harus tahu batas kapan kamu boleh baik hati, dan kapan kamu harus menghargai diri sendiri.

Suka artikel ini? Yuk follow Hipwee di mig.me!