Artikel ini adalah hasil partnership antara Hipwee dan Pond’s Men.

Di era modern seperti saat ini, bukan cowok yang paling skillful yang akan menang. Kesuksesan ada bagi cowok yang jago memanfaatkan keahliannya dan bisa stand out dari cowok kebanyakan. Dunia sudah berubah, cowok bertitel Alpha male belum tentu bisa memenangkan kompetisi. Sebab, apalah arti alpha male tanpa kehadiran penampilan yang menarik. Sebagai cowok, kamu enggak boleh terlalu naif dengan menyangkal fakta bahwa ada jutaan cowok berjejalan di Indonesia, dan kenyataan ini membuat peluang kamu menuju sukses jadi makin kecil.

Lalu bagaimana caranya untuk jadi beda dari jutaan cowok lainnya? Hipwee dan Pond’s Men sudah menyiapkan beberapa perbedaan antara Lelaki Masa Kini dan lelaki yang ketinggalan zaman.

1. Lelaki Masa Kini tahu cara berpakaian yang sesuai dengan kebutuhan, sementara lelaki kolot memaksakan selera fashion-nya pada setiap kesempatan.

Lelaki Masa Kini tahu cara berpakaian

Lelaki Masa Kini tahu cara berpakaian via vanityleague.com

Lelaki Masa Kini tahu kemana dia akan melangkah dan dengan siapa dia akan berjumpa, sehingga lelaki masa kini selalu tahu cara berpakaian yang tepat dengan event dan kebutuhan. Misalnya, ketika dihadapkan dengan situasi formal, Lelaki Masa Kini akan mengenakan setelan jas. Dan Mengenakan pakaian yang lebih santai untuk keperluan kasual.

Sementara cowok yang masih kolot akan bertahan pada selera fashion-nya (baik atau buruk) meski yang dia pakai enggak sesuai dengan kebutuhan.

2. Lelaki Masa Kini itu gak banyak omong tapi selalu jadi pusat perhatian. Sementara lelaki kolot cuma berkoar-koar tanpa bicara esensi.

Didengar ketika bicara

Didengar ketika bicara via 36.media.tumblr.com

Salah satu hal yang membedakan Lelaki Masa Kini dengan cowok kebanyakan adalah ketika dia berbicara. Sekilas dia terlihat sebagai pria yang pendiam, namun sesungguhnya dia sedang memilah kata dan waktu yang tepat untuk menyampaikan pendapatnya. Dia begitu mengerti apa yang dibicarakan, hingga ketika dia ngomong semua orang akan diam dan menyimak.

Beda halnya dengan cowok-cowok kebanyakan, mereka cuma bisa ngomong panjang lebar tanpa esensi. Dan gak peduli didengar atau tidak.

3. Cowok kolot gak mau move on dari cara yang dia bilang tradisional. Lelaki Masa Kini sih gak masalah berubah demi kebaikan.

dwd

Lelaki Masa Kini via getcraft.go2cloud.org

Mereka akan berdalih mempertahankan cara-cara ‘tradisional’. Namun apakah ‘tradsional’ namanya, jika yang mereka pertahankan merugikan diri sendiri. Contoh ketika Lelaki Masa Kini membersihkan wajah dengan facial foam, lelaki ‘tradisional’ malah membersihkan wajah dengan sabun badan.

4. Lelaki kolot tidak memperhatikan penampilan seutuhnya. Tapi Lelaki Masa Kini peduli pada penampilan, kebersihan dan kesehatan dirinya.

Lelaki Masa Kini juga memperhatikan kebugaran

Lelaki Masa Kini juga memperhatikan kebugaran via getcraft.go2cloud.org

Agar disebut peduli pada penampilan, cowok-cowok biasa akan mandi dan mengenakan pakaiain sekenanya. Tapi hanya sebatas itu saja, mereka tidak memperhatikan penampilan dari rambut hingga kaki. Mereka enggak peduli apakah tubuhnya mengeluarkan aroma tak sedap dan meninggalkan kebiasaan untuk berolahraga.

Sementara Lelaki Masa Kini akan menjaga penampilan, kebersihan dan kesehatannya sekaligus. Dia akan memastikan dirinya sudah rapi dari ujung rambut hingga kaki serta wangi sebelum keluar rumah. Karena selain peduli pada penampilan diri, Lelaki Masa Kini juga peduli bagaimana kesan orang lain terhadap dirinya. Dan tak lupa, Lelaki Masa Kini juga rutin berolahraga demi kesehatan.

5. Lelaki Masa Kini itu team player yang baik. Cowok kolot malah merasa kerja sendiri bisa kasih dia hasil yang apik.

Berkolaborasi bersama Lelaki Masa Kini Lainnya.

Berkolaborasi bersama Lelaki Masa Kini Lainnya. via i.huffpost.com

Ada banyak jalan menuju keberhasilan, namun cuma ada satu jalan cepat menuju ke sana. Yakni dengan berkolaborasi. Lelaki Masa Kini adalah team player yang ulung. Meskipun dia memiliki kemampuan yang mumpuni untuk bekerja sendiri, Lelaki Masa Kini percaya bahwa kolaborasi mampu mendatangkan hasil maksimal dalam waktu yang lebih singkat.

Ketika yang lain sedang berkolaborasi, cowok kolot (dengan segala keegoisannya) tetap memaksakan caranya sendiri: keras kepala, tidak mau mendengarkan saran dan akhirnya bekerja sendiri.

6. Ketika didapuk sebagai pemimpin, Lelaki Masa Kini memberi influence dan ruang untuk berkembang. Gak seperti lelaki kolot yang memimpin dengan kontrol dan otot.

Memberi influence

Memberi influence via www.rightbracket.com

Lelaki Masa Kini memimpin dengan memberi panutan sehingga orang yang dibawahinya bisa tahu apa yang sebenarnya dia inginkan. Dia memberi influence dengan pengalaman serta menjamin orang sekitar untuk berkembang dan berkreasi.

Lain halnya dengan lelaki kolot yang memimpin dengan agresi otot dan kontrol penuh. Yang mereka lakukan hanya mendikte tanpa ada rasa percaya bahwa timnya memiliki potensi yang lebih dari dirinya.

Setelah melihat perbedaan-perbedaan di atas, mampukah kamu melihat dirimu ada di dalam jajaran Lelaki Masa Kini. Atau malah kamu masik terjebak dalam stereotip lelaki yang masih ketinggalan zaman?

#LelakiMasaKini dikenal akan kemampuannya memberi pandangan dan pendapat. Berikan pendapat kamu soal kelebihan apa yang harus dimiliki Lelaki Masa Kini pada polling di #LelakiMasaKini serta menangkan recharged kit dari Pond’s Men, Samsung, Voyej, Zevin dan Barberbox senilai 10 juta rupiah!

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya