Mengikuti Passion itu Sah-sah Saja, tapi Bukan Berarti Kamu Tak Butuh Kerja Keras dan Usaha

Ikut passion tetap butuh kerja keras

Bagi banyak orang, bekerja sesuai dengan passion bisa menjadi sebuah kemewahan. Sebab bekerja sesuai dengan passion dianggap bisa membuat lebih bahagia. Tapi mari renungkan kembali, apakah memang benar bekerja dengan passion merupakan jaminan bahagia atau apakah bekerja di bidang yang tidak sesuai passion akan membuat menderita?

Advertisement

Bekerja pada dasarnya bertujuan untuk mengembangkan potensi diri. Sebagai fresh graduate, mungkin kamu belum bisa sepenuhnya menentukan apa saja potensi yang kamu miliki untuk terjun dalam dunia kerja. Sehingga masih perlu untuk mengeksplore banyak hal dalam hal karir. Tetapi ketika kamu memutuskan untuk langsung bekerja di bidang yang sesuai passionmu, maka hal-hal di bawah ini patut menjadi pertimbanganmu. Agar ke depannya kamu tidak salah langkah.

1. Kamu ingin bekerja sesuai passionmu karena berpikir pekerjaan akan lebih mudah dilalui? Sayangnya, pola pikir seperti itu tak melulu tepat

Tak ada pekerjaan yang mudah dan tidak butuh usaha | Photo by Cam Morin via unsplash.com

Sekalipun kamu bekerja di bidang yang sesuai dengan passion-mu, tantangan dalam pekerjaan akan tetap ada. Ingat, tidak ada pekerjaan yang begitu saja dengan mudah untuk dikerjakan. Karena dalam sebuah pekerjaan baik kamu bekerja untuk sebuah perusahaan atau instansi maupun bisnis yang kamu bangun sendiri, selalu ada target yang harus dicapai. Jalan untuk mencapai target itulah yang tidak selalu mudah. Seiring berjalannya waktu, target juga harus terus naik.

Jika nantinya kamu sudah mendapat pekerjaan yang sesuai dengan passionmu, jangan harap kamu bisa berleha-leha. Kamu tetap harus memenuhi target dari pekerjaanmu.

Advertisement

2. Kalau menurutmu bekerja sesuai dengan passion itu mudah, coba pikir kembali apakah kamu benar-benar sudah ahli dalam bidang yang kamu pilih?

Tetap harus realistis dan siap bersaing | Photo by Daria Nepriakhina via unsplash.com

Kamu punya passion untuk bekerja sebagai seorang jurnalis? Hayo coba pikirkan kembali, apa kamu sudah punya cukup ilmu dan kemampuan untuk benar-benar bisa terjun dalam karir jurnalistik. Ingin jadi jurnalis koran tapi kemampuan menulismu masih nol? Sama saja bohong! Atau ingin menjadi jurnalis, tapi kamu tak peka terhadap isu-isu yang sedang berkembang di masyarakat? Ya jangan menjadi jurnalis. Jangan hanya melihat enaknya saja menjadi jurnalis yang bisa jalan-jalan kemana saja dengan gratis. Pikirkan juga konsekuensi lain yang juga banyak ngga enaknya. Apakah kamu sudah siap dan mampu bekerja 24 jam tanpa bayaran lembur? Sebagai seorang jurnalis kamu harus siap mendapat penugasan liputan kapan pun dan dimana pun.

Intinya, sebelum kamu menentukan passionmu di salah satu bidang, kamu juga harus mengenali potensi apa saja yang ada dalam dirimu. Kamu harus berkali-kali bertanya pada dirimu apakah kamu mampu melakukan itu. Jangan terlalu memaksakan jika pada kenyataannya kamu tidak sanggup. Toh jenis pekerjaan juga banyak.

3. Bekerja sesuai passion memang bisa menyenangkan tapi bukan berarti kamu boleh seenaknya ‘kan?

Advertisement

Pekerjaan yang terlihat glamor sekalipun, banyak behind the scene-nya | Photo by Flaunter via unsplash.com

Setiap pekerjaan memang harus selalu punya target dan kamu harus bisa mencapainya jika ingin dinilai kompeten. Hal itu selalu berlaku sekalipun kamu bekerja di bidang yang memang menjadi passionmu. Bahkan kamu yang bekerja sesuai passion harus menunjukkan effort lebih banyak dibandingkan mereka yang tidak. Malu dong, kalau sudah bekerja sesuai passion tapi hasil kerjamu malah terlihat asal-asalan.

Itulah mengapa sebenarnya bekerja sesuai passion justru mengandung tanggung jawab yang sangat besar. Apalagi jika atasan mengetahui pekerjaan itulah yang menjadi passionmu, ia pasti memiliki ekspetasi tinggi terhadap kinerjamu.

4. Punya passion di satu bidang bukan alasan untuk tidak mencoba mencari passion-mu yang lain. Semakin banyak yang kamu sukai, semakin lebar pula kesempatanmu meningkatkan kompetensi diri

Passion pun bukan berarti harga mati atau garis finish, masih ada banyak proses pembelajaran | Photo by Daria Nepriakhina via unsplash.com

Siapa bilang kamu hanya boleh setia pada satu passion saja. Passion itu bukan kekasihmu, yang tentunya tidak akan keberatan jika kamu duakan, tigakan, empatkan, dan seterusnya. Mempunyai banyak passion justru menjadi kesempatan bagimu untuk lebih bisa meningkatkan kompetensi diri.

5. Menciptakan zona nyaman saat berkarier tidaklah salah. Namun kamu juga harus tentukan kapan batas waktu harus keluar dari zona nyamanmu

Tetap saja tetap harus mendobrak zona nyaman dan cari cara untuk terus berkembang | Photo by Andreas Klassen via unsplash.com

Berada di zona nyaman memang sangat menyenangkan. Berada di zona ini, kamu seakan tidak perlu lagi dipusingkan dengan berbagai hal yang berkaitan dengan adaptasi. Segalanya seakan sudah berjalan dengan baik tanpa kamu perlu mencurahkan seluruh tenaga dan pikiranmu. Dalam pekerjaan, setiap harinya kamu seperti sudah selalu tahu apa yang harus dikerjakan dan kamu tahu cara menyelesaikannya.

Tapi tahukah kamu, jika berada terlalu lama pada sebuah zona nyaman justru akan menghambat proses pengembangan dirimu. Kamu harus mulai berani mendobrak tembok kenyamananmu dan membangun tembok kenyamanan yang lain. Jangan sampai zona nyamanmu terlalu sempit, kamu harus mulai perluas zona itu.

6. Bahkan berkarier di bidang yang bukan merupakan passion-mu bukanlah sebuah kesalahan. Kamu justru akan menemukan hal-hal baru yang menantang

Tidak bekerja sesuai passion-pun bukan berarti tidak bisa bahagia | Photo by Mateus Campos Felipe via unsplash.com

Salah satu cara untuk mendobrak zona nyamanmu, mungkin dengan mencoba pekerjaan yang sebenarnya itu bukan passion-mu. Tak ada salahnya kok mencoba jenis pekerjaan lain. Siapa tahu dari situ kamu bisa menemukan ketertarikan baru di bidang lain. Tak hanya itu, kamu juga jadi bisa belajar banyak hal baru. Maka kamu pun bisa menjadi orang yang lebih fleksibel karena menguasai banyak bidang pekerjaan.

7. Kamu pun bisa melihat orang-orang yang telah sukses berkarier dengan mengikuti passion mereka. Tapi jangan lupa, lihat juga saat mereka berjuang, bukan hanya saat sudah berhasil saja

Perjuangan mereka dari awal sampai akhir | Photo by Ian Stauffer via unsplash.com

Sebagai penyemangat, kamu bisa membaca kisah inspirasi orang lain yang terlebih dulu telah berhasil dalam menjalani pekerjaan yang sesuai passion-nya. Tapi jangan melulu melihat keberhasilannya saja, kamu juga harus tahu saat dia jatuh bangun demi mewujudkan passion-nya.

Jadi masih berpikir kalau bekerja sesuai dengan passion itu mudah dan sudah pasti membuatmu bahagia?

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

seorang istri yang menanti kelahiran buah hati ❤

CLOSE