“Lho, sendirian lagi? Ah, kamu kayak Kunto Aji deh. Terlalu lama sendiri. Hehe”

Kadang kamu heran kenapa selalu ada orang yang mencampuri urusan orang sampai perkara dirimu ini pergi menikmati waktu senggang. Pergi berdua sama seseorang pasti ditanya itu siapa, kadang juga jadi bahan bercandaan. Tapi pergi sendiri pun bukan berarti buatmu aman dari komentar orang. Seolah pergi sendiri jadi hal yang aneh buat mereka. Sampai ada pertanyaan, emang apa enaknya pergi sendirian?

Advertisement

Orang lain mungkin sulit paham. Namun pergi sendirian bagimu tak kalah seru dengan rame-rame bareng teman. Bahkan ada kalanya kamu memang memilih sendirian. Jika ditanya kenapa, mungkin inilah alasanmu. Yang jelas bukan karen nggak punya teman, apalagi kesepian.

1. Kamu agak kurang sabaran. Apalagi kalau soal janjian dengan teman yang kadang batal secara dadakan

Janjian yang kadang mereotkan via unsplash.com

“Mus, nanti sore gimana jadi nggak? Kok nggak ada kabar.”

“Duh, maaf ya, Nis. Nanti sore aku ada urusan mendadak.”

Membuat janji dengan teman itu pasti ada risikonya. Selain buatmu menunggu kabar yang datangnya tak tentu. Kadang membuatmu harus kecewa, karena harapanmu bisa santai dan seru-seruan bersama teman harus lebur jadi debu saat mereka membatalkan secara dadakan. Sementara kamu sendiri bukan orang yang cukup sabar untuk menghadapi hal seperti itu.

2. Adakalanya pikiranmu lebih jernih saat sendiri. Apa-apa bisa cepat selesai tanpa distraksi

Lebih enak nyari barang sendiri via unsplash.com

Advertisement

Bukan maksud hati menganggap teman itu sebagai pengganggu saat jalan bersama. Tapi memang kadang saat kamu sedang buru-buru mencari sesuatu atau menyelesaikan urusan cukup penting, pergi sendiri jelas jadi solusi. Kamu tak perlu mampir ke sana ke mari seperti saat temanmu mengajak mampir ke sini dan ke situ. Kamu tetap antusias bila diajak jalan rame-rame atau nongkrong seru. Tapi untuk beberapa urusan, kamu memang memilih sendirian.

3. Kadang kamu enggan repot mengatur waktu, saat ingin pergi ya langsung pergi, tak perlu bikin rencana dulu

pergi tinggal pergi via www.pexels.com

Logikanya, pergi sendiri cuma butuh satu keputusan dari satu kepala. Sementara pergi dengan teman-teman keputusan harus dari kesepakatan bersama seperti membuat rencana kapan perginya, mau kemana, siapa saja yang mau ikut sampai apa saja yang diperlukan. Sudah begitu, terkadang kalimat “yang direncanakan jauh-jauh hari seringnya malah berantakan” itu ada benarnya.

Jadi, kamu tak ingin repot dengan hal-hal seperti itu. Kalau memang ingin pergi ke suatu tempat nanti siang, tinggal pergi saja. Biar sendiri, yang penting jadi. Dan untung saja kamu punya kendaraan andalan seperti Mio M3 AKS SSS. Ke mana-mana jadi gampang.

4. Bersama teman memang seru, tapi cuma saat jalan sendiri kamu bisa leluasa memperhatikan hal-hal baru

siapa tahu ketemu hal baru via unsplash.com

Siapa sih yang nggak pengen ngobrol dan bersenda gurau bersama teman? Kamu mengakui betapa serunya kebersamaan itu, sampai waktu yang bergulir tak terasa sama sekali. Rasanya baru beberapa menit ketemu, tapi ternyata sudah hampir seharian.

Tapi bagimu pergi sendirian pun sama serunya. Bagaimana tak seru kalau kamu bisa leluasa memperhatikan banyak hal baru. Dari hal yang paling sepele seperti orang yang berlalu lalang di sekitarmu. Sampai kadang ada hal yang selama ini luput dari perhatian, dan buatmu sekonyong-konyong berceletuk, “Oh ternyata di sini ada perpustakaan sekaligus toko buku .” Padahal kamu sering melewatinya.

5. Kamu orang yang berpikir praktis, kalau bisa sendiri kenapa harus ditemani?

Mandiri banget! via www.pexels.com

Selama bisa pergi sendiri, kan tak perlu juga merepotkan orang untuk mengantar dan menemani. Apalagi setiap orang pasti punya urusan atau kegiatannya sendiri. Kalaupun ada yang senggang, kan belum tentu juga dia bersedia menemani.

Toh urusan pergi naik apa, kan ada banyak cara juga. Naik kendaraan umum bisa. Naik kendaraan pribadi lebih enak, karena kamu tak repot berganti atau menunggu kendaraan lainnya. Lebih beruntung lagi kalau kendaraanmu ini seperti Yamaha Mio M3 AKS SSS yang super trendi dan mumpuni. Tak hanya dilengkapi dengan teknologi Blue Core yang memang membuat motor irit bahan bakar, melainkan ada juga Stop & Start System (SSS) yang bisa mempercepat proses mematikan ataupun menyalakan mesin. Lalu ada juga Eco Riding Indicator yang akan mengingatkan kamu supaya tetap berkendara dengan kecepatan stabil. Wah, sudah jadi irit bahan bakar, senantiasa diingatkan untuk nggak kebut-kebutan lagi!

Berkendara sendiri pun tetap pede karena Mio M3 AKS SSS ini tampilan luarnya sungguh trendi. Body ramping sudah pasti, dilengkapi juga dengan warna kece yang bisa kamu pilih. Mau Adorable Brown (gloss) atau Agressive Matt Blue (doff). Pakai Mio M3 AKS SSS, semakin irit, semakin praktis, semakin trendi! Duh, kece banget sih motor ini untuk mengarungi jalanan setiap hari~

Kece banget ya!

6. Kamu pun sering kali khawatir, saat ingin berhemat tapi gagal karena harus mengimbangi teman yang mau ini itu

Ikutan belanja via www.pexels.com

“Eh, baju ini lucu deh, beli yuk kembaran.”

“Nis makan dulu ya, gue lagi pengen banget makan sushi nih.”

“Eh, beli dua dapet potongan 50 persen tuh, beli yuk!”

Seringnya kamu sulit untuk menolak semua ajakan itu. Meski awalnya sudah bilang, “nggak belanja dulu deh, lagi ngirit nih.” Tapi ujung-ujungnya pasti kamu luluh, membeli barang yang aslinya tak terlalu kamu butuhkan, makan di restoran yang menguras isi dompetmu. Jadi untuk mengindari hal semacam itu, kamu lebih sering memilih pergi sendiri.

7. Karena sejatinya pergi membuatmu bebas mengambil keputusan mau pergi kemana, makan di mana dan kapan harus pulang

Menentukan jadwal sendiri via www.pexels.com

Terserah orang mau berpikir atau bilang apa. Sebab nyatanya dengan pergi sendiri kamu bisa mengatur waktu berapa lama menelusuri Kota Tua di pinggir ibukota. Kamu ingin makan di warung pinggir jalan tak masalah. Sekadar keliling dari satu toko ke toko yang lain tanpa belanja pun sah-sah saja. Dengan kata lain kamu bebas menentukan pilihan atau mengambil keputusan kemana kakimu akan melangkah. Pergi sendiri bisa melatihmu untuk mengatur waktu sekaligus berpikir denngan efektif lho.

Tapi apakah sering pergi sendirian sudah otomatis membuatmu anti-sosial? Ah, nggak juga. Kamu tetap menerima ajakan untuk pergi bersama-sama kok. Tapi efek positifnya dari kebiasaanmu ini adalah kemandirian yang muncul tanpa kamu sadari. Kalaupun kamu harus ke suatu tempat dan tak ada teman yang bisa menemani, kamu tetap bisa pergi. Rame-rame hayuk, sendiri pun nggak ada yang perlu ditakuti. Siapa tahu pergi sendiri membuatmu kenal orang baru dan belajar sesuatu. Ya ‘kan?

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya