Masalah selalu datang, kali ini lebih rumit dan membuang banyak waktu. Terasa semakin menyusahkan lagi, alih-alih ingin menghadapinya sendiri malah dikira menghindar dari masalah. Padahal, jalanku untuk menyendiri supaya masalah yang ada sekarang tak tercemar masalah baru. Aku ingin fokus dalam satu masalah. Bukan malah  didukung, kadang ada saja orang yang menasihati dengan kalimat yang menyakitkan setengah menggurui. Kalau sudah begini, aku semakin mantap untuk menempuh jalan sendiri saja mencari jalan keluar.

Setiap kali orang di sekelilingku mendapat masalah, paling tidak aku selalu hadir untuk menyemai iba. Sama sekali tak ada rasa untuk menggurui, bahkan malah kadang aku memilih untuk diam dan hanya mendengarkan mereka bicara. Tapi, sekarang aku yang sedang mengalami banyak masalah malah digiring pada kecerewetan mereka. Bukan mau sombong, jalanku menyendiri akan lebih baik karena punya alasan yang cukup kuat. Mohon, sikap yang kuambil ini dihargai.

1. Kadang ada pertimbangan yang harus diputuskan sendiri, ini demi melatih kedewasaanku

Aku berlatih untuk dewasa via unsplash.com

Advertisement

Menimba keputusan dari arus pertimbangan yang kencang ini sangat lah sulit. Bukan hanya satu dua hari saja, kadang butuh seminggu lamanya untuk memperoleh sebuah keputusan. Akhirnya semua keputusan jadi lebih mudah diambil ketika sedang sendirian, aku jadi lebih fokus. Dengan ini juga aku bisa berlatih untuk lebih dewasa dalam menyikapi masalah.

2. Nggak semua masalah harus diceritakan ke semua orang, yang terpenting masalah itu dihadapi

Ada kalanya aku mencurahkan perasaan hanya kepada Yang Maha Kuasa via unsplash.com

Banyak orang percaya bahwa mencurahkan perasaan kepada teman dekat atau keluarga akan mengurangi beban. Bukan menyangkalnya, aku percaya akan hal itu, tapi ada saatnya mereka jadi semakin semangat dan malah menggurui. Kalau sudah begini, aku lebih baik tak menceritakan semua masalah.

3. Banyak mulut bicara malah membuat bingung memutuskan jalan keluar

Banyak orang bicara, banyak pendapat yang malah bikin membingungkan via unsplash.com

Mencurahkan semua masalah kepada orang-orang sekitar juga bisa membuatku sulit untuk berpikir. Banyak pertimbangan yang mesti dihadapi, banyak mulut bicara, kadang malah saling bertentangan sementara aku adalah sosok yang nggak bisa mengkhianati perasaan teman sekitar. Ketika keadaan sudah begini dan semakin rumit, akhirnya aku memlih menghadapinya sendirian.

4. Bukan berarti memendam masalah, menyendiri dalam menghadapi masalah adalah prinsip, bukan menghindar

Bukan memendam masalah, aku tahu jalan yang sedang kuambil via unsplash.com

Advertisement

Banyak sekali hal yang bisa kulakukan walaupun berdiri sendirian, tapi kadang ada saja kecurigaan datang dari orang sekitar. Mereka mengira aku selalu memendam perasaan sedih karena sebuah masalah belum terselesaikan. Mereka seolah menutup mata, padahal aku sudah menjalankan selangkah dua langkah menuju jalan keluar. Dengarkan, aku sama sekali tak memendam penyesalan atau hal apapun, aku bergerak maju ke depan, teman.

5. Jalan keluar yang diberikan orang lain malah kadang menyesatkan, sudah kapok

Kadang nggak cocok sama ide orang lain via unsplash.com

Walau kadang aku juga butuh masukan dari orang-orang di sekitar, tapi ada saja yang mengganjal. Kadang malah langkah yang coba mereka berikan, setelah kujalani akhirnya menemui kesesatan, suatu ketika malah bikin masalah baru. Kadang, kalau boleh jujur, semakin ke sini orang-orang jadi semakin sok tahu tentang perasaan orang lain, harusnya mereka jangan selalu menggurui. Harusnya sebagai teman, mereka jadi tambatan kesedihan dan emosi yang tak tertahankan.

6. Bukan menghindari masalah, semua masalah akan dihadapi, tentu perlu waktu menyendiri menyusun langkah

Semua masalah pasti ada jalan keluar kalau dihadapi dan nggak malah menghindar. via unsplash.com

Susahnya membuat mereka mengerti, bahwa aku selalu setia dengan masalah, artinya aku akan selalu menghadapi masalah, sampai dia hilang. Aku sama sekali tak punya niatan untuk menghindar, ketika masalah datang aku akan mundur ke belakang, menyusun langkah dan berlari ke depan menghancurkan batu masalah yang menghadang. Aku punya optimisme, dan kalian para sahabatku, tenangkan segala hal yang menimpaku dengan kepercayaanmu kepadaku.

Namun dengan segala kekuaranganku dan kekurangan yang dimiliki oleh orang-orang di sekelilingku, aku tetap bersyukur. Mereka sebenarnya punya niatan yang sangat baik sebagai orang yang sayang kepadaku. Ya, tapi kadang semua hal malah jadi semakin rumit dan merepotkan saat berbagi dengan mereka. Jauh dalam lubuk hati, rasa syukur itu selalu ada, memiliki banyak teman yang baik hati dan selalu setia mendampingi setiap kali ada masalah.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya