Gimana sih caranya supaya kita bisa berhenti marah? Jawaban singkatnya, nggak ada. Marah adalah emosi yang alami. Kita hanya bisa mengatur letupan emosi ini.

Sayangnya, banyak cowok yang selama ini belum mampu mengelola amarahnya. Mungkin karena marah dikaitkan dengan sifat yang macho dan maskulin. Padahal kemarahan yang nggak dikelola bisa berbahaya. Hubungan dengan mereka yang kita sayangi bisa merenggang. Kita juga bisa kehilangan respek orang sekitar.

Nah, sekarang gimana caranya supaya kita bisa mengelola amarah? Bukan dengan teriak dan melotot sampai urat dahimu keluar. Lain kali kalau kamu marah, ini dia hal-hal yang bisa kamu lakukan:

1. Ambil Nafas yang Dalam

Sabar, om via tvguide.co.id

Ini adalah cara termudah yang bisa kamu lakukan untuk mengontrol emosi diri. Tarik nafas dalam-dalam, lalu keluarkan. Ulangi hingga kamu lebih tenang. Kadar oksigen yang naik di aliran darahmu akan membuat tubuhmu lebih segar. Otakmu pun juga bisa berpikir lebih tenang.

2. Berjalan-Jalan Sebentar

Advertisement

Jalan bentar, yuk via www.indyweek.com

Apabila memungkinkan, keluarlah dari ruangan untuk jalan kaki sebentar. Jika kamu di kantor, pamitlah buat “cari angin di luar”. Jika kamu sedang bercakap-cakap dengan seseorang, mintalah izin berhenti sebentar “untuk menenangkan pikiran.”

Berjalan keluar bisa memberimu waktu untuk menjernihkan kepala. Daripada terfokus pada emosimu, kamu bisa memperhatikan apa yang ada di luar sana. Kamu juga bisa bertanya: “Apakah benar aku harus marah?” Udara segar dan pemandangan sekitar akan membantumu menentukan jawabannya.

3. Kalau Jalan Gak Cukup Membantumu, LARI!

Run angry, run via thefilmemporium.blogspot.com

Jika sekedar jalan nggak mampu membuatmu berpikir jernih, lari saja! Berlari bisa mengalihkanmu sebentar dari masalah yang bikin kamu marah. Fokusmu hanya akan tertuju pada cara bernafas dengan baik.

Catatan: selain berlari, semua latihan olahraga pada umumnya punya efek yang sama baiknya terhadap pengelolaan amarah.

4. Meditasi

Meditasi di kantor via www.huffingtonpost.com

Duduklah bersila dan atur nafasmu. Dengan ini, kamu akan memberi kesempatan pada otak untuk melupakan masalah sejenak. Pada saat yang sama, tubuh kamu akan ikut tenang. Aliran darah kembali normal, detak jantung kembali turun, dan ketegangan pun mereda.

5. Yoga

Lakukan yoga via www.winnipegfreepress.com

Saat kita marah, detak jantung, tekanan darah, dan produksi hormon testosteron akan meningkat — sementara produksi hormon kortisol yang mengatur stres akan menurun. Yoga merupakan salah satu cara memanfaatkan gerak tubuh untuk menyalurkan luapan emosi. Yoga melatih kamu untuk berada pada posisi fisik yang sulit tanpa bereaksi negatif.

Gak tahu gerakan-gerakan yoga yang bisa kamu coba? Nih, tutorial untuk pemula.

6. Menyendiri

Menyendiri beri kamu ruang dan waktu untuk berpikir via www.nbcnews.com

Jika amarah masih membuncah, cari saja tempat di mana kamu bisa menyendiri. Tiap hari kita berurusan dengan rekan kerja, teman, keluarga dan orang-orang asing yang kita jumpai di jalan. Berkoneksi dengan orang ini membuat kita lupa buat berkoneksi dengan diri sendiri. Gunakan kesempatan marah ini untuk kembali “bicara empat mata” pada dirimu. Tanyakanlah: “Apa yang sebenarnya membuatku marah?” Ketika kamu udah dapatin jawabannya, mengelola amarah akan terasa lebih ringan.

7. Teriak Sekencang-Kencangnya

Selalu marah via www.clayburn.wtf

Di tempat yang sepi, berteriaklah sekencang-sekencangnya. Berteriak kencang akan mengendorkan urat-urat kamu yang tegang akibat menahan amarah. Setelah itu, kamu bisa kembali masuk dalam situasi dengan tenang dan perasaan lega. Khawatir kalau teriakanmu didengar orang? Gunakan bantal atau masukkan kepalamu ke dalam tas.

8. Beribadah

Bila kamu termasuk orang yang religius dan ingin lebih dekat dengan Tuhan, mungkin beribadah adalah terapi terbaik buat kamu. Iman merupakan kekuatan spiritual yang dahsyat, apapun agama yang kamu peluk. Mintalah petunjuk, ajukan pertanyaan, dan mohonlah agar rasa bencimu berkurang.

9. Tolong Orang Lain

Daripada marah mending tolong orang lain via kailaibala.blogspot.com

Daripada membenci orang tak sudah-sudah, kenapa gak coba membantu orang lain saja? Kamu adalah mahluk sosial — udah semestinya kewajiban ini kamu tunaikan. Memikirkan keadaan orang lain bakal membantumu melupakan masalah sendiri. Kamu akan mencoba merasakan apa yang mereka rasakan dan mengerti apa yang mereka pikirkan. Ketika kamu kembali ke kehidupan pribadimu lagi, kamu akan 100 kali lebih bijak dari sebelumnya.

10. Kalau Terpaksa, “Marah-Marah” Saja

Loh kok malah diluapin? Jangan berpikir buruk dulu. Amarah itu sampah, dan bukankah sampah itu lebih baik dibuang daripada didiamkan membusuk di dalam?

Nah, sekarang waktunya kamu nyampah. Keluarin aja tanpa ada orang lain yang melihat. Setidaknya, itu cara yang paling aman hingga waktunya kamu dewasa, kamu akan bijak dengan sendirinya.

11. Salurkan Amarah Dengan Tepat

Pastikan kamu punya salaruan buat marah via www.delawareonline.com

Saat kamu memutuskan akan meluapkan amarahmu, carilah cara seefektif (dan sekreatif) mungkin untuk mengeluarkannya. Kamu bisa menulis, bikin lagu, main gitar, dan sebagainya. Bisa juga gunakan amarahmu sebagai bahan bakar buat membersihkan rumah, merapikan taman, atau mengecat kamar kos. Malah lebih produktif, ‘kan?

Satu lagi: bersandar pada sarkasme gak akan membantu melegakan kamu. Itu hanya memperburuk keadaan — para orang yang membaca komentar sarkastismu malah bisa ketularan jadi orang yang gagal ngontrol amarah.

Jadi daripada sarkastis, lebih baik cari katarsis. Sepakat?