Ceritaku Mencari dan Terus Mengembangkan Skill Sebagai Anak Muda. Coba Dulu Biar Tahu Hasilnya!

Cara mengembangkan skill dan tidak takut mencoba

“Diam sejenak, lalu berpikir keras”

Advertisement

Agaknya itu yang saya rasakan saat editor meminta tulisan Hipwee Jurnal bertema Sumpah Pemuda. Kalau berpikir kontribusi apa saja yang sudah diberikan untuk negara, mungkin nggak akan menemukan ujungnya. Bukan karena terlalu banyak dan panjang, tapi lantaran saya sendiri bingung apa yang sudah disumbangkan.

Namun, yang saya yakini bahwa anak muda di luar sana kini sedang berjuang untuk mencari jati dirinya. Menapaki langkah demi langkah impian yang selama ini didambakan. Perjalanan hidup seseorang tentu berbeda. Saya percaya, bahwa setiap proses yang kita jalani, pasti punya pembelajaran berharga.

Nah, hal inilah yang ingin saya bagikan, terutama soal menjadi pribadi yang mencari dan terus mengembangkan keterampilan tanpa takut untuk mencoba.

Advertisement

Anak muda dengan semangat yang membara, dari awal harus berani mengambil keputusan meski berbeda pandangan dengan banyak orang

berani ambil keputusan | Credit: Sasha Freemind on Unsplash

Masih teringat dibenak saya kala itu, dalam menentukan perkuliahan, saya selalu mengutamakan jurusan yang diambil. Maklum, selama tiga tahun baru menyadari bahwa ketertarikan saya memang berada di bidang sosial. Pelajaran semacam Kewarganegaraan, Bahasa, atau pun Sejarah yang sifatnya bisa mengutarakan pandangan selalu menjadi topik menarik untuk didalami. Namun, kala itu saya masih menjadi siswa IPA, yang mana sangat terbatas untuk pembahasannya.

Lebih tahu dengan keterampilan dan kemauan. Setelah riset sana-sini, jatuhlah pilihan ke bidang Jurnalistik yang memang saya inginkan sejak lama. Pindah haluan ke jurusan yang nggak silinear, tentu bukan perkara yang mudah. Di sinilah daya juang kita diuji coba. Pokoknya cukup tiga tahun dituntut serba ahli, kuliah sudah waktunya untuk mengeksplorasi diri.

Kalau senang dengan aktivitas yang dijalani, tanpa disadari kita jadi ingin tahu banyak hal di bidang tersebut

Advertisement

Ingin tahu banyak hal | Credit: Green Chameleon on Unsplash

Menurut saya sangat berlebihan kalau menyalahkan sebuah keputusan di awal, baik buruk semestinya tak jadi perdebatan. Berani ambil pilihan jadi pertanda bahwa kita mempunyai kemauan untuk maju. Malah nggak jarang lo, yang berakhir pada peluang dan kesempatan baru.

Saat kuliah, saya menyadari itu, karena enjoy dan senang menjalaninya, terlebih dikelilingi dengan orang-orang yang aktif di bidang tersebut. Membuat saya semakin tertantang untuk meningkatkan keterampilan. Berhenti terlalu khawatir untuk memulai sesuatu, skenario soal “bagaimana jika” adalah pemikiran klasik yang semestinya dihilangkan, sebab berpotensi membuat seseorang semakin takut untuk memulai.

Ingatlah, bahwa nggak semua pihak punya kesempatan untuk merasakan bangku kuliah, privilese ini yang seharusnya dimanfaatkan betul-betul. Selama mendaftar sebagai relawan misalnya, persyaratan yang sering saya dapat salah satunya adalah mahasiswa aktif, yang mana merupakan suatu keuntungan. Hal ini juga masih diterapkan beberapa perusahaan dalam mencari anak magang.

Beragam kegiatan yang saya ikuti, memberikan skill dan perspektif baru untuk menyikapi sesuatu

memuliki perspektif baru | Credit: Wocintechchat on Unsplash

Persaingan anak muda untuk mencari pekerjaan sekarang ini semakin ketat. Kompetisi mendapat satu kursi bukan lagi antara teman seperjuangan di kampus, melainkan mereka yang kemungkinan lulus di atas kita dengan sejumlah pengalaman.

Berawal dari ungkapan “mulai aja dulu”, ketika ada lowongan magang Reporter yang dibagikan di Instagram. Bermodal pengalaman volunteer dan portofolio tulisan saya mulai mengirim ketertarikan. Singkat cerita dengan proses recruitment-nya, mereka menerima. Pengalaman terjun langsung di media online sebagai anak magang, justru membuat saya semakin senang di bidang ini dan bersyukur.

Editor saya sempat cerita, bahwa profesi jurnalis sebenarnya akan bertemu dengan orang-orang yang sama, tetapi bisa dibedakan dari karya tulisan. Untuk itu penting banget menentukan media mana yang menaungi dan sejalan dengan ideologi, meski penerapannya kadang sulit, setidaknya harus bisa bangga dengan karya yang dihasilkan. Semester akhir di perkuliahan jadi masa-masa tersibuk, saya harus bisa membagi waktu untuk menyusun Tugas Akhir, mengikuti matkul dan menyelesaikan magang dari kantor.

Kalau saja kamu dulu nggak mencoba, mungkin sampai sekarang masih stuck di posisi yang sama

berani untuk mencoba | Credit: Eutah Mizushima on Unsplash

Ngomongin pekerjaan pertama, bagi sebagian orang bisa menjadi momen yang tak terlupakan, termasuk saya. Saat menjadi anak intern, di pikiran masih terlintas kalau cari pekerjaan itu mudah. Namun, setelah lulus pada 2020 silam, realitanya sukses bikin saya overthinking setiap malam.

Hampir sebulan mencari dan mengirim CV ke perusahaan yang sejalan dengan background. Menyadarkan saya bahwa momen kelulusan belum ada apa-apanya. Sebelum akhirnya, Hipwee menerima saya dengan lapang dada sampai sekarang. Xixi

Pengalaman dan keterampilan baru saya dapatkan di media anak muda yang fokusnya menyebarkan kebaikkan ini. Bukan hanya di bidang kepenulisan tetapi juga suka duka kehidupan. Saya jadi tahu bahwa perjalanan yang saya lalui masih panjang, ilmu pun baru sebatas permukaan.

Di momen yang seharusnya milik anak muda ini, yuk, sama-sama kepal tangan untuk setiap profesi yang kita geluti. Bersyukur pada setiap proses dan kesempatan bisa memilih dalam keputusan yang dibuat. Semangat selalu, ya!

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Editor

Learn to love everything there is about life, love to learn a bit more every passing day

CLOSE