“Ah, ada yang nyuruh jadi diri sendiri lagi.” Mungkin pikirmu begitu. Kamu sudah mendengar nasihat ini sejak kecil, sedari dulu. Sekilas, kalimat “Jadi dirimu sendiri!” memang terdengar begitu klise, tak menimbulkan semangat apapun yang baru dalam dirimu.

Tak hanya bagi dirimu. Buat banyak orang lainnya, kalimat inipun sama klisenya. Namun bukan berarti ia sudah sama sekali kehilangan makna dan relevansi. Hingga hari ini, masih banyak di antara kita yang tak bisa mengungkapkan pada lingkungannya, siapa diri mereka yang sebenarnya. Apa yang mereka sukai, apa yang sebenernya mereka inginkan dalam mimpi, sampai urusan seperti apa kita ingin menghabiskan umur yang lebih tua nanti. Ada bagian dari identitas kita yang terpaksa dikubur dalam-dalam, karena takut orang-orang yang kita sayangi takkan mengerti.

Advertisement

Itu tindakan yang wajar saja, karena sebagai manusia, kita memang selalu ingin diterima. Namun apakah jalan terbaik memang menyembunyikan sikap, pikiran, atau aspirasimu yang sebenarnya dari orang-orang yang kamu cinta?

Menjadi diri sendiri berarti menghargai orang lain. Cukup percaya pada mereka untuk menampakkan siapa kita yang sebenarnya

friendsss-750x492

Bukankah mereka juga berhak tahu?

Ketika kita enggan menampakkan bagian penting dari diri sendiri karena takut dihakimi, sebenarnya kita telah berprasangka. Menurut kita, orang lain pasti akan menghakimi atau tak bersimpati saat kita menunjukkan jati diri yang sebenarnya. Ironis, ya? Ketika kita tak ingin dihakimi, sebenarnya kita telah menghakimi bahwa orang di sekitar kita tak akan bisa mengerti.

Padahal mungkin saja, mereka jauh lebih terbuka dari yang kita kira dalam kepala. Siapa yang tahu, mereka mungkin tak akan keberatan dengan apapun yang akan kita ungkapkan itu. Atau bisa saja mereka sulit menerima, namun pada akhirnya sadar: mereka menyayangi kita lebih dari “keanehan” atau perbedaan apapun yang kita punya.

Advertisement

Sempatkah kamu berpikir bahwa orang-orang yang kamu sayangi juga berhak mengetahui jalan pikiranmu yang sesungguhnya? Diberi kesempatan untuk mendukungmu mewujudkan cita-cita yang mungkin bagi orang umum “aneh dan tak biasa”? Membuktikan padamu, bahwa kasih sayang mereka adalah lebih dari apa yang bisa kamu bayangkan dalam kepala?

Pada akhirnya, kita toh hanya akan bahagia ketika sudah menemukan seseorang yang bisa menerima diri kita dengan segala keanehannya

Kamu belajar tentang hidup ini sendiri

Kamu bisa bahagia saat sudah bertemu oramg yang tepat via www.lovethispic.com

Dan kita tak akan dapat menemukan sosok seperti itu, jika hingga kini terus melipat rapi jati diri dan menyembunyikannya di bagian kamar yang paling tersembunyi.

Kebahagiaan yang sebenarnya ada ketika kita tak perlu lagi berpura-pura. Ketika sudah tahu sepenuhnya siapa yang nyaman (dan tidak nyaman) dengan diri kita, barulah rasa bahagia bisa bernas sepenuhnya dalam dada. Tanpa itu, rasa masyghul rentan terus memasuki, hingga kita tak tahu siapa sebenarnya diri kita lagi.

Tidak ada yang bisa memaksamu melakukan apapun yang tak kamu mau. Semuanya terserah padamu: seberapa jauh kamu bisa berkompromi, dan dalam hal-hal apa kamu harus menjadi diri sendiri?

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya