Single parent atau orang tua tunggal kini sudah menjadi hal yang biasa di kalangan masyarakat. Bahkan mungkin ada kerabat dekatmu yang mengalaminya. Tak jarang para orang tua tunggal ini sedikit kesulitan untuk membina hubungan baru dengan berbagai alasan.

Tapi tahukah kamu bahwa sebenarnya jika kamu mau lebih sedikit membuka diri untuk para orang tua (terutama ibu) tunggal ini, kamu akan mengerti bagaimana rasanya menjadi bagian dari hidup seseorang yang ‘berbeda’.

Sebagai orang tua tunggal (baca; single mom) tingkat kepedulian mereka sudah tidak dapat kamu ragukan lagi. Memiliki seorang anak sangat membantunya mengerti akan arti sebuah kepedulian.

Kepedulian seorang ibu tak perlu diragukan

Kepedulian seorang ibu tak perlu diragukan via blog.bazaarvoice.com

Advertisement

Mereka memiliki rasa keibuan yang besar, dan siapa yang tak suka dipedulikan?

Terbiasa melakukan segalanya sendiri membuat single mom menjadi lebih peka akan keadaan sekitarnya. Berjuang membesarkan anak sendiri sekaligus bekerja akan mengasah kepedulan single mom lebih dalam lagi. Dan tak akan diragukan lagi jika mereka juga akan peduli padamu jika kamu memang benar-benar tertarik. Intinya, single mom is caring!

Kamu akan berhadapan dengan wanita yang telah mengalami sakitnya perpisahan, bersamanya kamu nggak akan pernah merasakan apa itu luka.

Kebahagiaan

Kebahagiaan via www.catholicmatch.com

Sakitnya perceraian dan berjuang membesarkan anak juga membuat para single mom menjadi lebih dewasa. Mereka tidak memiliki waktu lagi untuk drama nggak penting dalam hubungan. Segala bentuk duka yang pernah mereka rasakan di masa lalu akan membentuk mereka sedemikian rupa indahnya sehingga mereka tak akan mau lagi mengulangi kesalahan yang sama dengan seseorang yang baru di sana.

Advertisement

Menjalin hubungan dengan single mom juga akan membantumu untuk melihat dunia dari sisi yang lain, sisi seorang perempuan tangguh yang pernah mengalami masa lalu tak menyenangkan. Dan kamu pun akan belajar banyak hal dari pengalaman seorang single mom.

Menjalin hubungan dengan single mom juga tak akan membuatmu kelaparan karena sudah menjadi kebiasaannya untuk memasak dan bisa dipastikan bahwa mereka nggak akan membiarkan perutmu keroncongan.

Memasak

Memasak via newjerseybride.com

“The way to a man’s heart is through his stomach.”

Bersama dengan single mom sudah bisa dipastikan bahwa perutmu akan dimanjakan dengan berbagai masakan yang mereka ciptakan. Kamu juga bisa menjadikan memasak sebagai agenda rutin untuk membangun chemistry satu sama lain. Nggak ada yang bisa menolak pesona seorang wanita dewasa yang pandai memasak, bukan?

Tahu bagaimana rasanya dikecewakan, seorang single mom akan lebih bertanggung jawab terhadap setiap hal yang dilakukannya.

Secara naluriah mereka mampu mengembangkan cara berpikir yang dewasa dan mampu memberikan dampak yang positif dalam hubungan kalian. Singaktnya, para single mom nggak mengikuti aturan YOLO (You Only Live Once) ketika memutuskan sesuatu. Namun mereka akan berpikir matang sebelum mengambil keputusan.

Karena mereka memiliki tanggung jawab kepada banyak hal, maka mereka hanya akan fokus kepada memiliki keluarga bahagia dan kehidupan yang stabil. Jadi jika mereka tidak membalas pesan atau mengangkat teleponmu, mungkin itu karena mereka sedang memasak makan malam, mengganti popok anaknya, dan membersihkan rumah. Single mom adalah sosok yang kuat, petarung sejati, dan mereka tahu apa yang mereka inginkan.

Lebih dari segalanya, menjalin hubungan dengan single mom membuktikan bahwa setiap orang pantas untuk kesempatan kedua.

Semua berhak kesempatan kedua

Semua berhak kesempatan kedua via imgarcade.net

Ketika single mom menjalin hubungan denganmu, ia akan menganalisamu apakah kamu pria yang potensial untuk ia jadikan teman hidup yang memiliki figur ayah dan dapat dijadikan contoh untuk anaknya. Ia juga tidak akan ragu-ragu untuk memberitahumu bahwa ia memiliki anak dan tidak segan untuk kehilanganmu jika kamu tidak mau menerima kehadiran anaknya di antara hubungan kalian.

Meskipun ia mungkin tidak memintamu untuk mengutamakan anaknya, namun ketika ia mulai mengenalkan anaknya padamu dan kalian bisa menghabiskan waktu bersama-sama, pintu hati bisa dipastikan akan terbuka.

Terlepas dari segala pro dan kontra, seorang ibu tunggal memang memiliki banyak tantangan. Bukan berarti mereka yang belum memiliki anak tidak menantang, karena semua kehidupan tak pernah sama jalannya. Namun jika kamu mau memberi kesempatan bagi para ibu tunggal di luar sana, kamu akan menunjukkan pada mereka bahwa kesempatan kedua itu ada.

Karena setelah jatuh bangun menghadapi permasalahan rumah tangga dan mereka masih mampu untuk berjuang melanjutkan hidup adalah sebuah hal yang tak semua orang bisa lakukan.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya