Ketika melangkah ke jenjang pernikahan, akan timbul banyak pertanyaan dalam benak cewek. Salah satunya tentang karier, duh, gue lanjutin karier apa berhenti terus jadi full time mom ya? Kalau gue tetep kerja, nanti takut anak terlantar. Tapi, kalau berhenti bekerja, rasanya agak disayangkan juga

Mengenai hal ini penting bagimu membicarakan ini dengan pasangan, agar ke depannya ada kejelasan. Jika setelah berunding kamu memutuskan untuk tetap mempertahankan karier, jangan merasa ragu-ragu dengan keputusanmu ini. Percayalah di balik pengorbanan waktu untuk anakmu, ada banyak hal-hal baik yang bisa didapat anakmu kelak. Yup, anak-anak yang dibesarkan dari ibu yang bekerja biasanya justru lebih mandiri dan punya kemampuan komunikasi yang lebih tinggi. Berikut ini 6 kelebihan yang bisa didapatkan dari anak yang ibunya bekerja.

1. Bukan berarti tak peduli, kesibukan mengharuskanmu menitipkan anakmu pada kakek-neneknya, asisten rumah tangga, atau daycare. Namun ini yang membuat anakmu luwes dalam pergaulan

Anakmu bakal terbiasa bergaul dengan anak-anak lainnya di daycare via modernmom.com

Bekerja dari pukul 9 pagi hingga 5 sore, membuatmu tak punya waktu untuk mengurus anak-anak. Buat kamu yang tinggal di kota metropolitan, menitipkan buah hatimu pada jasa daycare dekat kantor atau pada asisten rumah tangga di rumah, menjadi pilihan yang tepat. Sementara kamu yang tinggal tidak jauh dari orangtua atau mertua, akan merasa lebih percaya kalau menitipkan buah hatimu pada mereka.

Tak perlu merasa khawatir kalau kamu menitipkan anakmu pada daycare atau kakek-neneknya. Anakmu nantinya punya kemampuan komunikasi yang lebih tinggi karena terbiasa bergaul dengan anak-anak lainnya di daycare atau di lingkungan rumah kakek-neneknya. Terbiasa berinteraksi dengan orang baru dan tak sepenuhnya bergantung padamu, bukan melulu hal yang buruk bagi pertumbuhan anak ke depannya. Miris memang harus terpisah secara fisik dengan anak sepanjang hari. Makanya kamu harus pintar-pintar menjaga kualitas hubungan dan kedekatan hati meski terpisah jarak. Dari telepon sampai video call, harus tetap diusahakan meski sibuk.

2. Tidak bisa disampingnya setiap saat, anakmu kelak cenderung lebih tangguh saat menghadapi masalah. Lantaran dari kecil nggak dibiasakan apa-apa ‘disuapin’

Advertisement

Dari kecil bahkan udah belajar masak sendiri via nytimes.com

Sebagian kamu mungkin pernah mendengar cerita teman-teman yang dibesarkan dari ibu yang bekerja. Sejak kecil mungkin mereka sudah terbiasa untuk tidak langsung pulang ke rumah seusai, sekolah atau les. Entah berlabuh sementara di rumah eyangnya atau main ke rumah tetangga sampai dijemput ibunya seusai kerja. Bahkan tak sedikit juga yang sudah berani menjaga rumah sendirian sejak usia SD. Karena orangtuanya bekerja, anakmu terbiasa menghadapi masalah sendiri. Dari masalah berinteraksi dengan orang lain, sampai mungkin menyiapkan makan untuk dirinya sendiri.

Disinilah peranmu sebagai orangtua diuji, terutama ketika kamu dan pasangannya sama-sama berkarier. Kamu harus bisa berikan pemahaman sebaik-baiknya pada anak tentang kondisi kalian, supaya dia tak merasa ‘ditelantarkan’ atau tidak diperhatikan. Jangan lupa juga untuk selalu apresiasi segala kemandiriannya.

3. Tak bisa selalu mengantar-jemput atau mengambil rapor, sudah jadi realita yang harus diterima ibu karier. Tanamkan keberanian diri sejak kecil, supaya dia bisa menghadapi tantangan di sekolah

Berani sejak kecil via www.kosovalive360.com

Tak hanya persoalan makan, perihal sekolah pun anak yang dibesarkan oleh ibu yang bekerja juga cenderung lebih mandiri. Ini bisa terlihat saat pembagian rapor. Kamu mungkin sering mendapati anak-anak yang ibunya bekerja, mengambil rapor sendirian tanpa ada walinya. Sebagian besar anak-anak yang seperti itu mungkin juga tak selalu bisa diantar-jemput orangtuanya sendiri. Ini adalah realita yang harus seringkali kamu hadapi jika memutuskan jadi ibu yang berkarier. Sebaik apapun kamu mengatur waktu, pasti ada saat-saat dimana kamu terpaksa melewatkan acara sekolah anakmu karena terbentrok agenda kerja. Karenanya, siapkanlah anakmu untuk bisa menghadapi situasi itu sebaik mungkin.

4. Gantilah kurangnya kuantitas waktu bertatap muka, dengan kualitas. Lepas semua stres yang kamu dapat dari pekerjaan supaya bisa melanjutkan obrolan berkualitas dengan anak di rumah

Anakmu akan tahu betapa berharganya waktu bersama via pontianak.tribunnews.com

Waktu yang harus kamu habiskan terpisah dengan buat hati tercinta karena kerja, memang harus dikompensasi. Meski tak bisa terbayarkan dengan kuantitas, tugasmu untuk menggantinya dengan kualitas. Sebisa mungkin tinggalkan pekerjaan dan stres karenanya begitu menginjak kaki di rumah. Itu waktumu buat keluarga. Jika bisa menerapkan prinsip tersebut, secara tidak langsung kamu juga sedang mengajarkan anakmu akan betapa berharganya waktu. Bukan merasa terbengkalai karena selalu melihatmu bekerja bahkan setelah di rumah, tapi paham kerja kerasmu mengatur waktu agar tetap bisa bermain bersama.

5. Menumbuhkan rasa saling percaya, merupakan prioritas bagi orangtua dan anak yang harus terpisah sepanjang hari. Tanpa harus selalu berada di samping, anakmu tahu kasih sayangmu tak terputus

Mereka sudah paham makna kepercayaan sejak usia dini via elitedaily.com

Sibuk mencari nafkah membuatmu nggak bisa memantau anak-anakmu setiap waktu. Tak perlu khawatir berlebihan. Kamu bisa menanamkan kepercayaan kepada mereka dari sejak usia dini. Tak hanya sekadar kepercayaan, wejangan pun perlu kamu berikan agar anak-anakmu tidak mudah terbawa arus pergaulan. Kamu bisa membebaskannya untuk bermain, tapi tetap dengan aturan tertentu. Anak-anakmu boleh saja bermain hingga malam, dengan catatan memberi kabar sedang di mana dan bersama siapa. Pastikan kamu menaruh kepercayaan yang utuh pada anak-anakmu kalau mereka bisa jaga diri.

6. Dibesarkan dari ibu yang bekerja, membuat anakmu kelak begitu menghargai makna kerja keras. Ini yang membikin mereka nantinya sangat menghargai jerih payahmu

Anakmu kelak akan sangat menghargai jerih payahmu. via elitedaily.com

Menjadi ibu adalah pekerjaan paling berat dalam hidup. Ditambah lagi jika kamu memutuskan untuk tetap mengejar karier, jobdesk-mu jadi berlipat-lipat ganda. Meski anak yang menjadi tanggungjawabmu seumur hidup pastilah jadi prioritas, tentunya kamu tak juga ingin memaksimalkan potensi pribadi di pekerjaan. Berusahalah ekstra keras supaya keduanya bisa berjalan beriringan. Supaya anakmu juga bisa mengambil faedah dari tak menyerah di hadapan pesimisme orang-orang yang tak yakin perempuan bisa jadi ibu dan profesional pada saat bersamaan.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya