Ada yang bilang, resep supaya tidak sakit hati adalah tidak bermimpi atau berharap tinggi-tinggi. Tapi pernah berpikir nggak sih, hal-hal hebat apa saja yang bisa kamu wujudkan seandainya kamu berani mengambil risiko sakit hati?

“I have heard it said that the first ingredient of success is to dream a great dream.” – John A. Appleman

Advertisement

Entah kenapa rasanya kita yang sekarang jauh berbeda dengan kita di masa anak-anak dulu. Dulu kita tak takut bermimpi dan bersemangat untuk memberikan yang terbaik dari diri — tidak ada kata takut sakit hati. Sekarang, saat kita sudah bertambah dewasa, justru kita jadi takut bermimpi.

Kita adalah penulis nasib sendiri. Jika hidup adalah kapal, kitalah yang menakhodai.

Ketika kamu beranjak dewasa, disadari atau tidak kamu mulai menurunkan standar mimpimu

Realistis aja lah, hal kayak gitu ga akan pernah bisa kamu capai.

Advertisement

Lingkunganmu skeptis, meragukan mimpi dan cita-citamu. Kamu pun demikian, tidak percaya dan mulai menutup rapat-rapat segala mimpi yang telah kamu tata. Mungkin kamu memang tidak bisa mencapainya, mungkin kamu memang tidak ditakdirkan untuk itu, mungkin semesta memang tidak pernah mengamini mimpimu. Dan segala kemungkinan lainnya yang membuat kamu menyerah sebelum waktunya.

Atau mungkin kamu yang memang belum cukup kuat untuk mengenggam mimpimu. Jika begitu, jangan justru menelantarkan mimpi — tapi kuatkanlah dan perbaiki diri

Ini soal pergumulan dengan dirimu sendiri. Kamu harus percaya pada mimpimu melebihi siapapun. Bahwa mimpimu tidak akan tergeletak, jatuh dan binasa. Ini persoalan bagaimana kamu berani menggenggam mimpi itu untuk dibawa hingga ke garis akhir.

Ini bukan persoalan kamu bisa atau tidak, tapi apakah kamu mau atau tidak mewujudkan mimpimu tersebut.

Jangan manja jika kamu jatuh, kamu hanya perlu bangkit lagi. Tapi jangan pula menjadi keledai. Karena jika ingin mewujudkan mimpi, bermimpilah dengan cerdas.

Tuliskan mimpimu, tetapkan langkah-langkah untuk menggapai mimpi tersebut. Segalanya butuh proses tapi perjuangan panjang tersebut pasti akan terbayarkan. Jangan menyerah apabila kamu jatuh sekali-dua kali, atau mungkin ratusan kali. Kamu memang hanya perlu bangkit lagi, bahkan apabila semesta seolah bangkit melawanmu. Karena mungkin hanya kamu yang bisa mempertahankan mimpi-mimpi kamu. Jangan menyerah tapi jangan biarkan diri kamu jatuh di lubang yang sama untuk kedua kalinya. Pelajari mimpi kamu, imitasi mereka yang telah sukses menggapai mimpi yang serupa dengan mimpi kamu, dan formulasikan cara kamu sendiri.

Bermimpilah tanpa batas, jangan cepat puas.

Ketika kamu berhasil meraih pencapaian tertentu, jangan mudah puas. Karena tangga itu masih panjang, kamu masih setengah jalan. Sekali kamu puas akan hasil yang telah kamu capai, kamu akan berhenti berusaha. Kamu akan merasa cukup dan kamu mungkin akan melupakan mimpi tertinggimu. Karena itu selalu tetapkan inovasi atas mimpi-mimpi kamu.

Kamu adalah manifestasi mimpi-mimpi kamu. Kamu jugalah penulis skenario kehidupanmu.

Saat ini mungkin kamu bukanlah siapa-siapa. Saat ini kamu mungkin diragukan oleh orang-orang sekitarmu. Jika kamu ingin membuktikan pada mereka bahwa mereka salah, kamu hanya perlu mewujudkan mimpi kamu tersebut. Sederhana tapi tidak mudah memang.

Karena itu percayalah pada mimpi kamu, berusahalah untuk mimpi kamu. Jangan jatuh, tergeletak, dan binasa.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya