Kamu yang pernah terluka di masa lalu, barangkali memilih untuk membentengi diri. Tak melulu soal sudah move on atau belum. Kamu memilih menutup hati hanya karena tak ingin merasakan luka seperti yang dulu. Sakitnya kehilangan dan kegagalan, membuatmu sangat berhati-hati dalam pengambilan keputusan tentang hubungan. Bukan berarti kamu tak bisa lagi mencintai, hanya saja kali ini  kamu tak ingin memiliki. Kamu sudah terlalu khatam soal patah hati. Soal menyembuhkan diri sendiri.

Buatmu, cinta sepihak tak akan lebih menyakitkan daripada hubungan yang dibina penuh niat namun gagal di tengah jalan.

1.Sebenarnya kamu tahu pasti apa yang kamu cari dari seorang pasangan. Hanya saja, kamu merasa tidak pernah menemukan sosok yang benar-benar tepat

Kamu tak pernah menemukan orang yang tepat via www.viralnova.com

Kamu bukanlah orang yang tidak tahu dengan apa maumu sendiri. Justru sejak awal kamu sudah menarik titik-titik kriteria yang kamu terapkan untuk calon pasangan. Terkadang orang menganggapnya terlalu ideal sehingga sulit diwujudkan. Namun bukankah memang semua orang menginginkan yang paling baik untuk yang jadi selamanya? Karena kamu tahu pasti apa yang kamu mau, inilah yang justru membuatmu sulit menemukan sosok yang benar-benar tepat. Meski ada beberapa yang memikat, namun pasti ada sesuatu yang membuatmu enggan lebih dekat.

2. Kamu tak pernah ragu mengakui seseorang menarik. Namun bagimu, menarik untuk dilihat saja, tak untuk didekati

jarak tetap terjaga via misscarriebell.tumblr.com

Advertisement

Mengakui bahwa seseorang mempunyai kelebihan yang menarik hati adalah hal yang mudah bagimu. Meskipun kecantikan dan ketampanan adalah soal selera, namun setidaknya kamu tidak menutup mata. Kamu tidak akan ragu-ragu mengakui bahwa seseorang menarik dan membuatmu kagum. Namun bagimu, kekaguman itu hanya dari jauh. Mendekat sedikit hanya akan membuyarkan proyeksinya yang sudah sangat sempurna. Mereka-mereka yang menarik hati, bagimu seperti bunga mawar. Indah dari jauh, namun bisa membuatmu terluka bila nekat menyentuh.

3. Ah. Aku sudah retak karena hubungan sebelumnya — begini pikiranmu setiap ada orang yang menunjukkan ketertarikan

Lalu kamu putuskan untuk melepasnya via favim.com

Banyak alasan yang kamu punya untuk tidak melangkah lebih jauh dalam sebuah hubungan asmara. Pengalaman terluka di masa lalu membuatmu selalu berpikir sejuta kali. Terkadang rasa percaya dirimu merosot hingga titik minus satu. Kamu merasa bahwa dia yang menarik hati berada puluhan level di atasmu, sehingga kamu tak cukup baik untuknya. Meskipun dia menunjukkan perasaan yang sama, kamu akan sibuk mencari alasan untuk menghindari semua bentuk hubungan. Sebenarnya alasanmu cuma satu. Kamu tidak keberatan mencintai, namun kamu tidak ingin memiliki. Sebab memiliki berarti bisa kehilangan kapanpun juga. Sementara bagimu, cinta adalah sesuatu yang bisa datang dan menghilang sesuka hatinya.

4. Anehnya kamu selalu mundur teratur ketika disodori sebuah hubungan resmi. Katamu, kamu belum siap terluka lagi

takut melangkah lebih jauh via www.techtimes.com

Bagimu, mencintai adalah hal yang mudah. Barangkali kamu bisa jatuh cinta berkali-kali, karena kamu adalah orang yang mudah tersentuh oleh hal-hal sederhana. Namun kamu lebih memilih menyimpan cintamu dalam hati daripada mewujudkannya menjadi sebuah hubungan resmi. Setakut itukah kamu pada komitmen? Bukan. Kamu hanya tidak ingin terluka lagi. Pengalaman di masa lalu masih membekas di ingatanmu. Kamu tak ingin merasakannya lagi.

5. Lukamu di masa lalu perlu diobati dulu.Menyembuhkannya membutuhkan banyak waktu

Tak ada yang ingin terluka untuk kali kedua via vi.sualize.us

Menyembuhkan luka di masa lalu memang bukan hal yang mudah. Orang bisa dengan mudah berbagi quote dan kalimat-kalimat motivasi, namun kenyataannya, merelakan tak semudah yang orang-orang katakan. Kamu adalah orang yang pernah terluka begitu dalam, dan membutuhkan banyak waktu untuk menyembuhkannya. Bukan berarti kamu adalah orang yang lemah. Karena memang setiap orang punya kemampuan sendiri-sendiri untuk melupakan, dan tidak selamanya waktu bisa menyembuhkan luka. Tak ada yang perlu dijelaskan mengapa kamu demikian, karena kamu memang punya alasan.

6. Kamu sudah lebih dari paham bahwa ini proses yang tak terelakkan. Hanya saja kamu masih mencari kekuatan

harus tahu apa itu luka, untuk mengenal bahagia via iamtheonewhowrites.wordpress.com

Satu yang pasti, manusia terlahir dengan kapasitas untuk merasakan berbagai rasa. Kamu bisa terharu, tersentuh, senang, sakit hati justru itu tanda bahwa kamu masih mempergunakan hati sebagaimana mestinya. Bukankah untuk merasakan siang kamu harus juga merasakan malam dan melihat bedanya? Barangkali hidup memang seperti itu. Terkadang kamu harus merasakan luka untuk bisa merasakan bahagia. Terkadang kamu harus berjalan jauh dan memutar untuk bisa menemukan apa yang benar. Namun lagi-lagi, itulah kehidupan.

7. Entah nanti berhasil atau gagal lagi, kali ini kamu hanya ingin menjalani sesuai kata hati

apa salahnya mencoba via favim.com

Beberapa orang mudah memulai sebuah hubungan, tak berarti semua orang juga harus melakukan hal yang sama. Memang banyak hal yang harus dipikirkan dan dipertimbangkan sebelum menjalin hubungan. Apalagi bila hubungan itu dimaksudkan untuk hubungan serius yang berorientasi ke depan. Hanya kamu sendiri yang tahu siapmu kapan. Sementara sebuah hubungan sendiri selalu memiliki dua pilihan ending: berhasil atau gagal. Namun kedua ending itu bisa kamu dapatkan jika kamu berani mencoba. Bila kamu memilih terus mundur sebelum mencoba, kamu mengerucutkan pilihan gagal menjadi satu-satunya ending yang mungkin.

Menyembuhkan trauma memang bukan hal sederhana. Bagaimanapun juga, masa lalu selalu ada selangkah di belakangmu. Namun setidaknya, mencoba akan memberimu bahan pertimbangan baru. Setiap kegagalan setidaknya memberikan satu hal untuk dihayati dan dijadikan pelajaran. Membuka hati tidak selalu hanya tentang kamu membiarkan dirimu mencintai, namun juga kamu membiarkan dirimu dimengerti, diselami, dan tentu saja dicintai.

Suka artikel ini? Yuk follow Hipwee di mig.me!