Bagi orang yang sulit mengambil keputusan, tak ada urusan yang remeh-temeh. Karena setiap hal yang melibatkan pengambilan putusan adalah momen yang paling menyiksa. Sederet pertimbangan muncul di kepala begitu dihadapkan dengan opsi A, B, C, dan seterusnya. Kadang kamu sedih juga, karena marasa kok kamu selalu sulit membuat keputusan ya? Apa jangan-jangan kamu memang mikirnya lama?

Menjadi seseorang yang overthinking hingga sulit mengambil keputusan bahkan sampai ke urusan-urusan receh sama sekali bukan keinginan. Bukannya lebih suka menggantungkan diri kepada orang lain, kamu hanya membutuhkan waktu yang lebih panjang untuk memutuskan sesuatu. Wajar kok, toh semua orang selalu ingin mendapatkan dan memberikan yang terbaik ‘kan?

1. Tak ada urusan receh dalam kamusmu. Karena setiap pilihan dan keputusan tetap menyita pikiranmu

“pesan apa ya?” via www.elitedaily.com

Advertisement

Jangankan soal hal-hal besar yang memang butuh pertimbangan matang, kamu juga sering kesulitan mengambil keputusan soal hal-hal kecil. Bahkan pertanyaan “mau makan apa hari ini?” bisa tidak tuntas kamu pikirkan sampai akhirnya kamu membeli makanan yang pertama kamu temukan. Ya, bagimu memang sesulit itu memutuskan sesuatu :”)

2. Saat harus mengambil keputusan, pikiranmu menuju jauh ke depan. Yang kamu pikirkan bukan hanya efeknya sekarang

Melihatnya jauh ke depan via thehealthygp.com

Mau mengelak juga percuma, karena faktanya kamu memang “mikirnya lama”. Bukan berarti kamu susah mengerti atau memahami sesuatu, tapi lebih karena jangkauan pikiranmu jauh ke depan. Kamu tahu bahwa hal yang kamu putuskan sekarang tidak hanya berdampak sekarang, tapi juga di masa depan. Itulah yang membuatmu tak mudah memutuskan. Karena kamu perlu mengalkulasi dulu risiko dan dampak-dampaknya di masa mendatang.

3. Kadang kamu sudah tahu mau memutuskan apa, namun sedikit masukan orang bisa membuatmu kembali bimbang

pendapat orang bikin bimbang via thehealthygp.com

Ada kalanya kamu sudah tahu apa yang kamu mau. Keputusanmu nyaris bulat bahwa kamu ingin A, bukan B. Namun sliweran pendapat dan masukan orang membuat hatimu segera bimbang. Kamu pun mulai meragukan, apa keputusanmu sudah tepat? Jangan-jangan kamu terlalu gegabah dan pertimbanganmu belum benar-benar matang? Ayolah, kamu pasti bisa lebih percaya diri lagi.

4. Kepentinganmu sendiri sering terlupakan. Meski kamu tahu kepentingan dan kebahagiaan orang lain bukan urusanmu

pokoknya orang lain dulu via www.wellandgood.com

Advertisement

Mengambil keputusan untuk dirimu sendiri saja masih sering susah. Apalagi mengambil keputusan untuk hal-hal yang berkaitan dengan banyak orang. Itu sehoror-horornya momen bagimu. Hati kecilmu ingin sekali mengakomodasi kepentingan orang lain, bahkan terkadang sampai mengorbankan kepentinganmu sendiri. Padahal jauh dalam lubuk hatimu, kamu pun tahu bahwa kebahagiaan dan kepentingan orang lain bukan tanggung jawabmu.

5. Bukannya hanya memikirkan kesenangan orang, kamu hanya tak ingin membuat keputusan yang merugikan atau menyakiti orang lain

people pleaser via www.wellsanfrancisco.com

Sikapmu yang terlalu memikirkan orang lain ini seringkali membuatmu dicap sebagai “people pleaser“. Kamu rela mengorbankan diri sendiri untuk menyenangkan orang lain. Namun yang terjadi bukan itu. Kamu hanya tak mau ada orang yang tersakiti atau dirugikan atas keputusanmu. Kamu tahu bahwa mustahil menyenangkan semua orang. Tapi kamu juga tak ingin menyakiti siapa pun.

6. Sifat sensitif mudah membuatmu merasa bersalah. Satu keputusan yang tak tepat selalu membuatmu tersiksa

sensitif dan mudah merasa bersalah via www.pexels.com

Sifatmu memang lebih sensitif dibanding orang lain. Banyak hal-hal sederhana yang membuatmu kepikiran. Sebuah ending percakapan dengan teman yang kurang menyenangkan pun bisa membuatmu merasa bersalah semalaman. Bahkan rasa bersalah itu seringkali muncul atas hal-hal yang sebenarnya bukan tanggung jawabmu. Hal inilah yang membuatmu selalu berpikir panjang sebelum memutuskan sesuatu. Karena sesal dan rasa bersalah itu menyiksamu.

7. Mempertimbangkan terlalu banyak hal ini juga memberatkan. Kalau bisa milih kamu tentu tak mau juga

berat juga hidup begini via www.pexels.com

Kalau dipikir-pikir, kamu juga lelah dengan cara hidup semacam ini. Terlalu memikirkan banyak hal, sehingga kadang lupa bahwa diri sendiri perlu dibahagiakan. Bahwa terkadang kita memang perlu langsung jalan saja tanpa pikir panjang, agar tidak banyak waktu yang terbuang. Kamu tahu bahwa kebiasaanmu yang overthinking itu perlu dikendalikan, agar hidupmu sendiri lebih nyaman. Tapi kamu pun bertanya-tanya: caranya gimana?

8. Namun, kamu tahu bahwa satu atau dua kesalahan yang terjadi membuatmu manusiawi. Kamu hanya sedang berlatih menegarkan hatimu sekali lagi

masih belajar untuk “tega” via www.pexels.com

Kamu tahu bahwa terkadang dunia berjalan dengan sangat cepat. Sekarang atau nanti, keputusan tetap ada di tanganmu dan kamu harus mengambil tanggung jawab itu. Ada banyak pula momen darurat yang menuntutmu untuk memutuskan dengan cepat. Meski sekarang kamu masih sering ragu dan bimbang, kamu sedang belajar memisahkan pertimbangan-pertimbangan.

Sulit mengambil keputusan bukan berarti kamu tidak bisa. Kamu hanya memiliki cara yang berbeda. Tapi satu hal yang perlu tetap diingat, kesalahan itu hal yang biasa. Bukan kewajibanmu untuk membahagiakan semua orang. Sesekali mengambil keputusan yang salah membuatmu jadi manusiawi. Toh, dari situ ada banyak hal yang bisa kita pelajari.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya