Ketika aku sedang bergelut dengan ujian semester terakhir, ayah ternyata telah berbohong padaku. Ayah tidak memberitahu bahwa saat itu beliau sedang berjuang untuk melawan penyakit di ruang ICU. Bahkan, ayah pun mungkin tidak pernah membayangkan bahwa saat itu adalah kali terakhir kami berjumpa.

Ya, saat itu memang benar-benar jadi kali terakhir kami berjumpa. Dengan alasan tidak ingin membebaniku lantaran kondisi kesehatannya yang semakin menurun, aku tidak hadir di dekat ayah yang melewatkan saat-saat terakhirnya.

Advertisement

Dalam hidup, wajar jika terkadang manusia harus mengalami momen kehilangan. Perpisahan dengan teman atau salah satu anggota keluarga yang dicintai mungkin bisa terjadi kapan saja. Namun, tak selamanya momen kehilangan membuat kita berduka. Ada kalanya momen kehilangan justru membuat kita semakin menghargai arti hidup yang sesungguhnya. Ayah memang telah pergi, tapi darinya aku belajar tentang hal-hal baik ini.

Hidup tak seharusnya dijalani dengan setengah hati. Dari ayah, aku belajar memantapkan tujuan hidup dan fokus mengejar mimpi.

Selalu buka pikiranmu via vi.sualize.us

Karunia terbesar yang pernah ayah berikan padaku adalah kemampuan untuk menulis. Sama seperti ayah, sekarang aku telah menjadi seorang penulis. Aku selalu takjub akan betapa hebatnya ayah menyusun kata demi kata ketika mendeskripsikan sebuah memori dan cerita pendek.

Advertisement

Ketika ayah telah tiada, melihat beberapa bagian tulisannya yang belum terselesaikan justru membuatku terinspirasi. Aku mulai menyadari bahwa perkara usia ibarat teka-teki yang tidak akan pernah terpecahkan bagi manusia. Aku meyakini bahwa satu-satunya yang harus aku lakukan adalah menjalani hidupku dengan sebaik-baiknya. Menyelesaikan apa yang jadi tugasku setiap harinya. Aku harus fokus pada tujuan hidup dan apa yang jadi mimpiku.

Kenangan bersama orang-orang tercinta adalah yang paling berharga. Meski tak lagi bersama, ingatan tentang ayah akan selalu kusimpan dalam kepala.

Kenangan lebih berharga dari apapun via patriciaaaz.blogspot.com

Ketika kamu kehilangan orang terdekatmu, yang tersisa hanyalah kenangan ketika bersama mereka. Aku merasakan hal itu saat ayahku pergi. Aku masih ingat ketika dulu ayah selalu mengantarku ke sekolah, membantuku mengerjakan pekerjaan rumah, hingga membacakan dongeng Kancil dan Buaya sebelum aku tertidur. Aku sadar bahwa setelah ayah pergi, kenangan-kenangan itu menjadi sangat berharga bagiku. Meski aku tidak lagi bisa mengulang semuanya, aku berjanji akan mengingat segala tentang ayahku dalam kepala.

Kehilangan tak melulu harus ditangisi. Di momen ini aku belajar tentang cinta kasih dan arti menyayangi.

Harta yang peling indah adalah keluarga

Harta yang paling indah adalah keluarga via ayame-kenoshi.deviantart.com

Ketika ayah tiada, aku baru menyadari betapa keluarga adalah harta yang memang layak disyukuri. Aku bersyukur karena masih ada ibu, kakak, adik, dan saudara-saudaraku lainnya. Aku bersyukur karena mereka masih ada di sisiku. Memberiku dukungan atau sekadar menyampaikan ungkapan belasungkawa yang bisa menguatkanku.

Aku meremang dalam diam mensyukuri betapa ternyata masih banyak orang yang peduli pada kemalanganku. Dan dalam hati aku berjanji untuk sebaik-baiknya melewatkan waktu bersama mereka. Tak lagi-lagi aku akan mengabaikan kata-kata dari ibuku atau mengabaikan permintaan dari adik dan kakakku. Aku sadar bahwa di dunia ini tak ada yang lebih berharga dari mereka.

Kematian bisa datang kapan saja, hanya kebaikan pada sesama yang akan terus dikenang selamanya.

Perbuatan baik akan selalu diingat

Perbuatan baik akan selalu diingat via mycoffeecups.tumblr.com

Ayahku adalah pribadi yang unik. Dia paling senang menjadi pusat perhatian dan selalu berusaha berpikiran terbuka. Dan ketika aku bertemu dengan teman-teman ayah, mereka bercerita tentang betapa baiknya ayahku. Menurut mereka, ayah adalah yang paling ringan memberi bantuan saat ada kawan-kawannya yang tertimpa musibah atau kesulitan. Aku kini menyadari bahwa meskipun ayah telah tiada, semua kebaikan yang pernah beliau lakukan ternyata masih terus dikenang.

Bukan hanya demi diri sendiri, kini aku berusaha hidup sehat demi keluarga dan orang-orang yang kucintai.

menjaga kesehatan itu penting

menjaga kesehatan itu penting via pixshark.com

Ayah adalah orang yang tidak terlalu peduli pada perkara kesehatan. Ayah benci rumah sakit, tidak pernah berolahraga, dan makan apa saja yang beliau suka. Kata ayah, beliau hanya ingin menikmati hidup tanpa mau terkekang aturan-aturan. Ayah juga sepertinya tidak membayangkan bahwa tubuhnya ternyata menyimpan banyak penyakit lantaran punya kebiasaan menyantap makanan-makanan tidak sehat.

Terima kasih ayah, karena setidaknya ayah sudah membuatku sadar. Jika selama ini aku pun sering menyantap makanan tidak sehat dan malas berolahraga, aku akan mulai mengubah kebiasaan burukku itu mulai sekarang juga.

Kehidupan bukan jalan tol yang bebas hambatan. Ketika banyak kesulitan yang menghadang, menulis bisa jadi cara meringankan beban.

Menulislah, maka dunia akan ada dalam genggaman

Menulislah, maka dunia akan ada dalam genggaman via rebloggy.com

Ayahku adalah seseorang yang menyukai dunia tulis-menulis. Aku tahu bahwa beliau sangat cerdas dan wawasan yang dimilikinya pun begitu luas. Dan ketika ayah sedang tidak enak hati, beliau biasanya suka menghabiskan waktunya untuk menulis.

Kini, aku pun meniru apa yang ayah lakukan. Ketika momen kehilangan membuatku benar-benar bersedih, aku mencoba menuangkan semua emosi dan perasaanku dalam sebuah tulisan. Seperti yang aku lakukan kali ini. Aku menulis tentang pria yang paling aku cintai, yang kini telah pergi.

Tak ada salahnya jika momen kehilangan membuat kita sejenak berduka. Tapi kehidupan yang selanjutnya sudah menanti di depan sana. Satu-satunya yang bisa kita lakukan adalah berlapang dada dan mengambil pelajaran dari sebuah momen kehilangan yang membuat kita berduka.

“Untuk ayah yang kini tak lagi bersamaku, terima kasih…”

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya