Jadi Ratu di Usia 25 dan Masih Menyetir Sendiri di Usia 91 Tahun. Ini Kisah Inspiratif Queen Elizabeth II

Ratu Elizabeth II

Royal family Buckingham Palace menjadi sorotan belakangan ini. Pasalnya Pangeran Harry dan Meghan Markle, Duke and Duchess of Sussex, memutuskan untuk meninggalkan kerajaan Inggris dan akan tinggal bergantian di UK dan Kanada. Niat ini pun sudah mendapat restu dari Ratu Elizabeth II. Namun, bukan kisah Pangeran Harry dan Meghan Markle yang akan Hipwee bahas kali ini, melainkan sang Ratu sendiri.

Advertisement

Ratu Elizabeth II merupakan ratu Inggris yang menduduki takhta paling lama lho. Selama memerintah United Kingdom, ia didampingi oleh 14 Perdana Menteri dan telah bertemu dengan 11 Presiden Amerika Serikat. Maklum, Ratu Elizabeth II sudah menduduki takhta selama kurang lebih 67 tahun. Bukan hanya itu, kisah hidup Ratu Elizabeth sendiri penuh motivasi. Terutama, ia sebagai seorang istri dan kala itu ibu dari dua anak, yaitu Pangeran Charles dan Putri Anne, harus memimpin Britania Raya di usia yang sangat muda. Berikut kisah selengkapnya.

Sejak kecil tidak dipersiapkan sebagai ratu, sebab sang Ayah bukan pewaris takhta pertama

Queen Elizabeth dan adiknya Margareth (Lisa/Hulton Royals Collection/Getty Images) via time.com

Sejak awal, Elizabeth Alexandra Mary tidak pernah berekspektasi untuk menjadi ratu. Pasalnya, secara garis, pada waktu itu Elizabeth berada di urutan ketiga untuk naik takhta setelah sang paman, Prince Edward (Duke of Wales), dan Ayahnya sendiri, Prince Albert. Karena awalnya Prince Edward yang digadang-gadang menjadi raja, Prince Albert juga tidak menyiapkan Elizabeth kecil sebagai penerus takhta.

Namun, cerita berubah ketika Prince Edward yang telah dinobatkan sebagai raja memilih untuk meletakkan mahkota untuk menikahi Wallis Simpson, seorang sosialita asal Amerika yang berstatus janda. Sang adik sekaligus ayah Elizabeth, Prince Albert, naik takhta dan bergelar King George VI. Mendadak, Elizabeth menempati urutan pertama calon pewaris takhta jika sang raja mangkat nanti.

Advertisement

Menjalani masa kecil di era perang dunia II. Sejak remaja sudah ikut berjuang membela negara

bergabung dengan army (foto: The Royal Family) via twitter.com

Elizabeth lahir tahun 1926. Ketika Perang Dunia 2 meletus di tahun 1939, Elizabeth yang masih remaja sudah ingin sekali ikut berjuang membela negara. Ketika usianya 14 tahun, ia membuat tayangan radio yang menyemangati remaja dan anak-anak untuk membantu sebisa mungkin perjuangan pada tentara. Lantas, ketika usianya 18 tahun, Elizabeth bergabung dengan women’s Auxiliary Territorial Service dan mendapat tugas sebagai pengemudi truk dan mekanik. Ia merupakan satu-satunya anggota kerajaan yang menjadi pasukan bersenjata lho.

Menikah dengan Prince Philip, sepupu jauh yang sudah dikenalnya sejak kecil. Gaun pernikahannya dibayar sebagian dengan jatah kupon veteran perang dunia

menikah dengan Prince Philip via www.mentalfloss.com

Elizabeth menikah dengan sepupu jauhnya, Prince Philip, Duke of Edinburgh. Mereka sudah bertemu sejak kecil, dan Elizabeth mengakui bahwa dia sudah jatuh cinta sejak masih berusia 13 tahun. Prince Philip yang merupakan putra Lord dan Lady Mountbatten sering menghabiskan akhir pekan di House of Windsor, tempat Elizabeth tinggal.

Ketika Prince Philip melamar di tahun 1946, Elizabeth langsung menerima tanpa mendiskusikan terlebih dahulu dengan Ayah dan Ibunya. Tapi untungnya, hubungan tersebut mendapat restu Sang Raja, meski awalnya banyak yang kurang sepakat karena status Prince Philip yang dianggap kurang kuat. Pertunangan mereka dilakukan satu tahun kemudian, ketika Elizabeth sudah berusia 21 tahun. Yang unik, gaun pernikahan Elizabeth sebagian dibayar dengan jatah kupon untuk veteran Perang Dunia 2.

Kondisi kesehatan Ayahnya yang memburuk, memaksa Elizabeth mulai melakukan tugas-tugas negara sejak masih sangat muda. Ia naik takhta saat sedang di tengah hutan Kenya

pemahkotaan Queen Elizabeth II via www.youtube.com

Ratu Elizabeth II resmi dinobatkan sebagai ratu di tahun 1953, sekitar satu tahun setelah King George VI mangkat. Akan tetapi, kondisi kesehatan King George VI yang terus menurun akibat sakit yang dideritanya, membuat Elizabeth sudah mulai menggantikan peran Ayahnya untuk kunjungan-kunjungan ke luar Inggris sebagai tugas negara. Sang sekretaris, selalu membawa draft deklarasi kenaikan takhta Elizabeth untuk berjaga-jaga atas kondisi terburuk.

Apa yang ditakutkan benar-benar terjadi. King George VI meninggal dunia ketika Elizabeth tengah berada di Kenya. Jadi, secara teknis, Elizabeth naik takhta sebagai Ratu Britania ketika dirinya sedang berada di tengah hutan di Kenya.

Naik takhta di usia yang masih sangat muda, membuat orang sulit mempercayai kemampuannya

memerintah di usia yang sangat muda via www.harpersbazaar.com

Naik takhta di usia yang sangat muda, seorang perempuan pula, membuat masa-masa awal Ratu Elizabeth II menjadi ratu tidaklah mudah. Bagaimanapun dia masih berusia 25 tahun. Sementara kebanyakan dari kita yang masih belum tahu mau ngapain di usia 25 tahun, Ratu Elizabeth II harus bertanggung jawab atas seluruh Britania Raya, termasuk negara persemakmuran.

Tidak heran kalau banyak pihak yang meragukan kemampuannya, termasuk Perdana Menteri Inggris, Winston Churchill yang sempat mengeluhkan fakta bahwa Ratu Elizabeth II hanyalah anak-anak. Namun, pada akhirnya, persahabatan yang erat justru terjalin antara Ratu Elizabeth II dan Winston Churchill. Selain itu, dukungan untuknya datang dari Margaret Thatcher, yang kelak menjadi perdana menteri perempuan pertama di Inggris. Menurut Thatcher, kenaikan Ratu Elizabeth II merupakan era baru untuk perempuan Ingris untuk bisa lebih maju dalam karier.

Di usianya yang sudah kepala 9, Ratu Elizabeth II masih bisa menjalankan tugasnya sebagai ratu. Masih bisa naik kuda dan menyetir sendiri pula!

menyetir sendiri di usi 91 tahun via www.harpersbazaar.com

Usia 93 tahun jelas bukan lagi usia yang bugar. Persendian sudah sering nyeri karena reumatik, dan ingatan barangkali sudah mulai berkurang. Akan tetapi, di usia 93 tahunnya ini, Ratu Elizabeth II masih bisa menjalankan tugasnya sebagai ratu dengan baik.

Bahkan di pertengahan tahun 2019 lalu, sang ratu masih tertangkap kamera tengah naik kuda di Windsor Castle. Dua tahun sebelumnya, ketika berusia 91 tahun, sang ratu juga tertangkap kamera tengah mengemudi sendiri. Wow, kira-kira apa, ya, rahasia sang ratu untuk bisa tetap sehat di usia yang sudah tidak muda lagi itu?

Omong-omong, Ratu Elizabeth II membuka lowongan untuk pengelola media sosial dengan bayaran sekitar 900 juta lho. Lowongan ini tersedia di Linkedin dan terbuka untuk semua orang di dunia. Tertarik tidak nih?

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement
loading...
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Pecinta harapan palsu, yang berharap bisa ketemu kamu.

Editor

Penikmat kopi dan aktivis imajinasi

CLOSE