Zaman semakin modern. Perkembangan teknologi semakin pesat setiap harinya. Contoh terdekatnya adalah gawai, semisal kamu beli ponsel pintar yang tercanggih hari ini, sebulan sampai dua bulan setelahnya gawaimu bukan lagi yang tercanggih yang beredar di pasaran.

Bagi sebagian orang mengikuti tren gawai mungkin punya sisi kemenarikan sendiri. Mencoba fitur perangkat baru dan menikmati kebaruan-kebaruan aplikasi tentu menyenangkan. Tapi ada sebagian orang yang tertarik mengikuti perkembangan gawai semacam itu. Dan kali ini Hipwee akan mengulasnya, suka duka jadi orang yang nggak terlalu paham gawai dalam kehidupan sehari-harinya.

1. Seringnya kamu jadi pihak yang tak mengerti apa-apa saat teman di tongkrongan sedang membahas sesuatu yang viral

Advertisement

Gara-gara nggak terlalu tetarik mengikuti perkembangan gadget atau yang sedang viral di media sosial, sering kali kita jadi nggak paham apa yang sedang teman-teman obrolkan di tongkrongan. Mulai dari aplikasi, game terbaru, fitur yang lagi happening, sampai soal isu-isu yang tersebar di dunia maya.

Rasanya jadi kayak cupu sendiri dan cuma bisa bengong memperhatikan mereka yang sedang asyik berbincang. Yang paling parah kalau ketahuan kita nggak ikut nimbrung gara-gara nggak tahu, karena itu kita jadi sering dibully habis-habisan. Hadeeh.

2. Tapi biasanya ketidaktahua memotivasi kamu untuk banyak bertanya, meski kadang malu saat dibilang kepo 😀

Terpaksa mengikuti via www.unsplash.com

Akibat sering nggak paham sendiri anak-anak tongkrongan sedang membahas apa, alhasil, mau nggak mau kita terpaksa untuk mengikuti perkembangan gawai pelan-pelan. Mulai dari googling sendiri sampai tanya-tanya teman. Hal ini membuktikan bahwa mungkin kita memang lebih lambat update soal perkembangan gawai, tapi ini nggak serta karena kita apatis terhadap kemajuan zaman. Sebenarnya kita juga mencari soal ini-itu tapi ya nggak sesering mereka saja 🙂

3. Karena kepolosan, kamu jadi sering salah sebut istilah-istilah yang lagi ngetren. Niatnya biar keren, eh malah jadi keliatan cupu

Advertisement

Meski sudah belajar pelan-pelan, namun tetap saja ada saat di mana kita malu gara-gara salah menggunakan istilah-istilah yang lagi ngetren saat berbincang. Niat awalnya sih biar nggak kelihatan kudet lagi, tapi apa daya karena minimnya pengetahuan alhasil kita jadi bahan tertawaan karena terlihat cupu dihadapan teman-teman. Hmm pengetahuan memang harus selalu diupdate, ya.

4. Yang pasti sih kalau mau beli atau COD hape mesti belajar dan konsul lama dulu sama temen

Konsul dulu yang lama via www.unsplash.com

Khususnya soal hape, momen menarik adalah saat kita mencari pengganti hape yang lama. Ada momen di mana sembari mengumpulkan dana, kita mencari tahu  terlebih dahulu soal gawai tersebut kepada Mbah google atau kepada teman sendiri. tapi meski sudah belajar, kadang juga masih nggak berani beli sendiri, takut salah 😀

5. Satu-satunya momen terlihat melek teknologi, ya saat ngobrol hal itu sama orangtua sendiri. Itupun bisanya cuma yang dasar saja sih

Mesti sabar banget tapi via www.unsplash.com

Meskipun kalau di tongkrongan kelihatan kudet, tapi kalau di rumah kita berjaya. Kita sering jadi kebanggaan ibu dan bapak saat mau mengajari mereka menggunakan gawainya. Mulai dari cara mengirim pesan Whatsapp, sampai membuat foto selfie mereka jadi walpaper. Tapi meskipun senang bisa bantuin mereka, lama-kelamaan jadi suka sebal sendiri sebab mengajari mereka sama seperti mengajari anak kecil baca tulis; mesti sabar.

Itulah beberapa lika-liku jadi orang yang nggak terlalu paham gadget di era modern seperti sekarang ini. Terlebih karena sebentar-sebentar pasti ada sesuatu yang jadi ya mau nggak mau mesti pelan-pelan mengikuti. Nggak cuma soal gadget saja, kalau kita nggak mengikuti juga perkembangan apa yang sedang terjadi di dunia maya alias media sosial kita menjadi terasing atau cuma bisa bengong di tongkrongan. Bener nggak sih? Buat kamu yang nggak terlalu paham gadget, akui saja – dalam hati juga nggak apa-apa kok 😀

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya