Merdekakan Dirimu Dari 5 Hal yang Kerap Membelenggu Ini. Agar Hidupmu Jauh Lebih Baik Lagi

merdekakan diri

Ada yang berbeda dari Hari Kemerdekaan kemarin. Perayaan upacara dan lomba-lomba nggak seluwes seperti biasanya. Beberapa tempat bahkan meniadakannya. Bukan karena lupa atau menganggap kurang penting, alasannya tidak lain karena adanya pandemi corona. Kondisi masih belum aman, sebisa mungkin menghindari keramaian.

Advertisement

Sejatinya yang terpenting dari Agustusan bukanlah acara seremonialnya, melainkan bagaimana kita memaknai hari kemerdekaan itu sendiri. Sudah sejauh apa refleksi yang kita lakukan? Nggak perlu jauh-jauh bertanya apa yang sudah kita lakukan pada negeri kalau mengurus diri sendiri aja kita belum benar. Jangan mengaku merdeka kalau 5 belenggu ini masih menjadi bayang-bayang dalam diri.

1. Merdekakan dirimu dari bantuan orang lain. Hiduplah berdikari, berdiri di atas kaki sendiri

Jadilah mandiri | Credit: Candice Picard via unsplash.com

Indonesia sudah memasuki usia ke-75. Sebuah usia yang sudah nggak bisa dibilang muda lagi sebagai sebuah bangsa. Sudah sepatutnya bangsa ini memenuhi segala keperluan bangsanya sendiri. Kamu pun juga sebaiknya begitu. Usiamu sudah memasuki kepala dua, sudah nggak pantas lagi hidup bergantung bantuan orangtua.

Pilihlah jalan untuk dirimu sendiri. Jika masalah datang menghampiri, belajarlah untuk menyelesaikan sendiri. Agak susah memang, tapi kesulitan-kesulitan hidup yang akan kamu hadapi nanti inilah yang bakal membentukmu menjadi manusia yang tangguh.

2. Berdamai dengan sendiri membuat jalanmu menuju masa depan jadi mudah. Merdekakan dirimu dari belenggu masa lalu

Berdamai dengan diri sendiri | Credit: Connor Wilkins via unsplash.com

Merdeka itu melepaskan belenggu, jika sesuatu di masa lalu masih kerap datang dan mengganggu hidupmu yang sekarang tanda bahwa kamu belum sepenuhnya merdeka. Masa lalu yang disimpan bisa menjadi penghalang langkahmu untuk menggenggam masa depan.

Jika kamu ingin maju maka penting kiranya untuk memaafkan segala hal yang pilu, mengakui segala langkah yang salah, mempelajari segala sesuatu yang keliru. Di momen kemerdekaan ini, sudah selaiknya kamu berdamai dengan semua kesalahan itu.

3. Maknai hari kemerdekaan dengan meninggalkan kebiasaan buruk. Indonesia nggak bakal maju kalau anak mudanya males-malesan

Mulai merubah kebiasaan | Credit: bruce mars via unsplash.com

Memerdekakan diri bisa dimulai dari mengubah kebiasaan. Nggak perlu yang muluk-muluk, mulailah dari yang mudah dulu. Misalnya dengan mengubah kebiasaan tidur malam agar bisa bangun pagi, nggak menunda-nunda pekerjaan, perbanyak membaca agar kaya pengetahuan, dan lain-lain. Mengerahkan diri untuk berubah itu nggak gampang, tapi bukan berarti nggak bisa dilakukan. Semua bisa dilakukan asal kamu mau.

Advertisement

4. Kenyamanan kadang bikin hidup terbelenggu, bikin kamu nggak produktif. Jadikan Agustus ini momentum untuk keluar dari zona nyaman

Keluar dari zona nyaman | Credit: Hannah Wei via unsplash.com

Coba ingat lagi kapan terakhir kali kamu melakukan sesuatu untuk lingkungan sekitar? Sudah lama bukan? Hidupmu yang sekarang emang nyaman namun apakah itu yang kamu cari dalam hidup? Bukankah hidup yang bernilai itu yang mampu memberikan manfaat bagi orang lain. Beranjaklah dari zona nyaman. Bikin sesuatu lagi!

5. Merdekakan dirimu dari lingkungan yang toxic. Hidupmu bakal baik-baik saja kok tanpa mereka

Keluarlah dari lingkungan yang toxic | Credit: Vusal Ibadzade via unsplash.com

Hari kemerdekaan ini bisa kamu jadikan momentum untuk membebaskan diri dari lingkungan yang toxic. Baik itu lingkungan pertemanan atau lingkungan pekerjaan. Kamu yang sudah nggak betah dengan kondisi sekarang baiknya segera tentukan. Kalau bukan sekarang kapan lagi? Momentumnya sudah pas. Hari merdeka maka kamu mestinya merdeka juga.

Hari kemerdekaan bisa dimaknai dengan banyak hal. Salah satunya menjadikan bulan spesial ini sebagai momentum untuk berubah dan berbenah. Berubah dari pribadi yang lama menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Berbenah dari segala hal yang membelenggu dan membatasi diri. Rasanya itulah hal yang paling bisa dan mungkin kita lakukan.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Fiksionis senin-kamis. Pembaca di kamar mandi.

Editor

Penikmat jatuh cinta, penyuka anime dan fans Liverpool asal Jombang yang terkadang menulis karena hobi.

CLOSE