Di dunia ini, siapa yang nggak mau sukses? Sejak kecil kamu pasti ingin memiliki masa depan cerah seperti Bill Gates, Steven Jobs, Andre Surya, dan tokoh-tokoh sukses yang sering wara-wiri dunia. Karena itu juga kamu rajin menuntut ilmu setinggi-tingginya, untuk mewujudkan mimpi seperti mereka. Tapi sebenarnya apa sih yang dilakukan orang-orang sukses itu saat remaja hingga bisa berhasil seperti sekarang?

Ternyata nggak melulu identik dengan belajar seperti yang kita pikirkan lho. Dalam acara The Game Changer yang digelar oleh Sampoerna University, Hipwee berhasil mengulik kisah remaja beberapa sosok berprestasi. Acara The Game Changer sendiri diikuti oleh 400 siswa SMA se-Jakarta dan dihadiri pula oleh para pembicara keren seperti Andre Surya (animator Hollywood), Diatce Harahap (CEO PT. Jualan Online), Kevin Hendrawan (youtuber terkenal), Reina Latief Wardhana (pendiri 3 Skinny Minnier), Nina Tanzil (Founder Taman Bacaan Pelangi), dan Donny Dirganthoro (penulis buku 5 cm).

Advertisement

Apa sih yang mereka lakukan semasa remaja? Yuk, simak!

1. Penggiat Taman Bacaan Pelangi ini gemar sekali baca buku sejak dulu. Buku menjadi teman setia Nila Tanzil saat waktu luang

giat baca sejak dulu via www.instagram.com

Pepatah mengatakan kalau buku adalah jendela dunia. Hal ini memang benar karena melalui sebuah buku, kamu bisa mendapat banyak informasi tanpa harus berpindah tempat. Kebiasaan inilah yang sudah dilakukan penggiat Taman Bacaan Pelangi – Nila Tanzil. Hobi membaca buku sejak kecil membuat social entrepreneur ini berinisiatif mendirikan Taman Bacaan Pelangi di bagian Indonesia Timur lantaran anak-anak di daerah sana yang punya sedikit akses membaca. Demi mimpinya ini, Nila rela meninggalkan korporasi tempatnya bekerja sebelumnya lho.

2. Main sama teman jadi hal wajib saat remaja. Susah senang di sekolah bikin pertemanan solid sampai bikin bisnis bareng seperti yang dilakukan Reina Wardhana

pertemanannya solid sekali, lho via www.instagram.com

“Saya dulu bandel waktu masih sekolah. Terus pas SMA jadi mendingan gara-gara masuk sekolah Katolik khusus cewek yang disiplin dan ketat banget peraturannya. Karena mentalnya dilatih banget, jadinya sama temen SMA tuh solid sampai sekarang,” – ujar Reina Wardhana di sela-sela acara Sampoerna University Game Changer Fest , pada Kamis (25/1/2018) di Jakarta.

Advertisement

Orang sukses juga nggak cuma belajar melulu kok saat remaja. Menurut pendiri Pertemanan Sehat, Katering 3 Skinny Minnies, dan restoran MAM ini, pertemanannya semasa SMA di Sekolah Katolik khusus cewek ternyata berhasil mengubahnya menjadi lebih baik. Pertemanan semasa SMA ini ternyata masih solid hingga sekarang, smapai bisa bikin usaha bareng lho. Karena itu, menjaga pertemanan itu wajib hukumnya. Jangan sampai selepas lulus, langsung lupa. Siapa tahu bisa bikin usaha bareng seperti Reina. Hehe

3. Masa-masa sekolah mereka diisi juga dengan aktif ikut kegiatan di sekolah. Nggak bosan urus ini-itu karena seru dan menjadi pengalaman berkesan

aktif berorganisasi

Nggak cuma mentalitas dari kedisplinan yang ketat diemban, tapi orang sukses biasanya diiringi juga dengan aktif ikut berbagai kegiatan. Tak hanya kegiatan di sekolah seperti perlombaan akademik atau esktrakulikuler, tapi terjun dalam organisasi seperti menjadi pengurus OSIS atau BEM kampus juga penting. Baik Nila Tanzil maupun Reina Wardhani ternyata melakukan ini lho. Sejak sekolah mereka selalu aktif berkontribusi dalam acara pentas seni dan berbagai organisasi.

4. Nggak cuma main sama teman, tapi orang sukses juga suka banget main games. Hobi Andre Surya ini adalah passion yang kini dia seriusi sebagai bisnis masa depan

“Saya dulu diomelin terus sama orangtua karena nilai jelek dan main games melulu. Tapi, kecintaan saya sama games bikin saya seneng dan diseriusin, sampai akhirnya saya belajar animasi 3D waktu SMA. Terus saya hasilkan karya dan ikutan lomba, terus menang deh,”

Nama Andre Surya tentu tidak asing lagi. Sebagai animator Hollywood, Andre Surya memberikan kebanggaan tersendiri bagi bangsa Indonesia. Nah, ternyata saat masih remaja, Andre sering kena omel ortu karena nge-game melulu lho. Nggak jauh beda kan kayak kamu?

Ditemui dalam acara The Game Changer Fest, Andre juga berbagi cerita tentang sekolah animasi Enspire School of Digital Art (EDSA) yang bertujuan ‘menyembuhkan’ para pecandu games seperti dirinya agar menjadi peluang karier di industri animasi. Andre ingin memberi inspirasi kepada anak muda dan orangtua, bahwa games tidak selamanya buruk dan dunia animasi bisa sangat menjanjikan bila diseriusi.

5. Bonus nih: sukses itu harus diimbangi dengan kebugaran tubuh. Nggak percaya? Barack Obama saja telah membuktikannya

selalu main basket via ftw.usatoday.com

Kecanduan Barack Obama dalam olahraga basket sudah bukan rahasia lagi. Hobi yang dia lakukan sejak remaja ini masih rajin dikerjakan hingga masa-masa pensiunnya seperti sekarang. Bahkan, saat menjabat sebagai Presiden Amerika Serikat pun dia masih menyempatkan diri bermain basket. Selain bikin sehat, olahraga itu bisa sebagai penyembuhmu dari pikiran penat, lho.

6. Yang terakhir adalah sejak dulu mereka percaya sukses itu perlu perjuangan dan nggak ada yang instan

sukses itu perlu perjuangan via unsplash.com

Dari kegigihan mereka meraih kesuksesan, semuanya itu dilakukan dengan memang prinsip yang kuat. Ya, mereka percaya kalau sukses itu perlu perjuangan dan nggak ada yang instan. Mereka pun selalu teguh percaya kalau apa yang sudah mereka mulai harus diselesaikan. Nggak cuma melatih bertanggung jawab, tapi juga belajar menjadi seorang profesional sejak usia dini.

The Game Changer Fest yang diselenggarakan oleh Sampoerna University pada Kamis (25/01/2018) kemarin hadir sebagai wadah kreatif pemimpin muda dan inovator untuk berbagi tren terbaru dan perkembangan terkini dari berbagai industri. Mengusung semangat memberikan inspirasi kepada generasi muda agar menjadi “game changer”, acara ini menyuguhkan berbagai workshop dan expo yang menarik dari berbagai fakultas di Sampoerna University seperti Faculty of Engineering and Tecnology, Faculty of Business dan Faculty of Education.

Berlokasi di kampus Sampoerna University L’Avenue, Jakarta, acara ini memberikan pengalaman baru bagi peserta yang hadir. Arya Bandoro (17) dan Ilham Rafi Arifianto (17) yang berasal dari SMAN 55 Jakarta ini sepakat kalau acara ini sangat menarik karena nggak hanya seminar saja, tapi juga coba talent mapping, dan coba main games di booth fakultas yang tersedia. Keren banget nih, bisa menambah wawasan, sekaligus main games dan seru-seruan!

Dalam acara yang sama, juga diluncurkan program Game Changer Awards, di mana Top 6 siswa kelas 12 SMA dan SMK akan mendapat beasiswa untuk kuliah di Sampoerna University dengan gratis! Untuk info selanjutnya, langsung cek di sini ya~~

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya