Orang bilang beda antara jenius dan gila itu tipis. Banyak orang jenius yang dulunya dianggap gila, sebelum akhirnya menunjukkan sesuatu yang gilang gemilang dan membuat orang terpana. Banyak ide jenius yang dianggap gila karena orang lain nggak bisa memahaminya.

Akan tetapi, walaupun hanya setipis tisu, tetap saja ada beda antara kejeniusan dan kegilaan. Sebelum kamu menjalankan ide yang kamu pikir jenius (namun ternyata gila), yuk kita bedain dulu ide yang jenius dengan ide yang gila!

1. Ide jenius bisa muncul dari hal-hal kecil yang sudah ada. Ide gila, selalu mengada-ada

Dari hal-hal sederhana via bouquetjakarta.blogspot.co.id

Ide jenius tidak sebenar-benarnya datang dari imajinasi, melainkan muncul dari permasalahan sehari-hari, yang kemudian kamu carikan solusinya melalui imajinasi yang kreatif. Misalnya, menemukan solusi atas isu transportasi melalui ojek online. Membuat solusi ekonomi dengan menciptakan konsel jual beli online. Menciptakan solusi hiburan rakyat dengan vlog ataupun youtube channel. Semua itu berawal dari hal-hal sehari-hari. Sementara ide gila, bukan berangkat dari segala permasalahan yang ada, tapi justru mengada-ada.

2. Ide jenius tidak keluar dari jalur norma, melainkan bergerak lincah di sana. Sementara ide gila, mengobrak-abrik norma dan menghilangkan sisi elegannya

Harus tetap memperhatikan realitas sekitar via www.esquire.com

Advertisement

Norma adalah seperangkat aturan yang mengendalikan keseharian masyarakat. Ide yang jenius tidak menabraknya, melainkan mencari celah di antaranya untuk bisa tumbuh dan berkembang menjadi solusi bersama. Sehingga, meskipun terkesan tak masuk akal, ide yang jenius tetap saja terlihat elegan dan tidak bertentangan dengan norma. Sedangkan ide yang gila, tidak menunjukkan melalui bukti-bukti kemasukakalan, melainkan justru menabraknya. Bukannya mencari celah dari apa yang berlaku dalam masyarakat, namun justru mengobrak-abriknya.

3. Ide jenius selalu berusaha menyelesaikan permasalahan yang terjadi, sementara ide gila justru akan menimbulkan masalah baru

menjadi kunci penyelesaian masalah via www.ivyexec.com

Meski sama-sama terkesan tidak masuk akal di awal, namun ide gila dan ide jenius punya perbedaan mendasar. Ide jenius dilatarbelakangi oleh permasalahan sehari-hari dan didorong oleh semangat memberikan solusi. Sedangkan ide gila, sifatnya mengambil kesempatan dari apa yang sedang laku keras di pasaran, tanpa mempertimbangkan nilai-nilai di dalamnya. Ide untuk mengorganisir angkutan umum dama sebuah sistem yang canggih dan berbasis teknologi adalah ide yang jenius. Sementara ide membuat brand makanan dengan nama yang kontroversial demi pangsa pasar, adalah ide yang gila. Kamu tentu bisa melihat bedanya.

4. Ide jenius selalu punya peluang untuk diwujudkan, sementara ide gila, kalaupun ada, rasanya sedikit maksa

Selalu punya peluang diwujudkan via www.marketingcloud.com

Sebuah ide yang jenius tidak serta merta bisa diwujudkan dan sukses dalam percobaan pertama. Namun meskipun nyata sulitnya, ide yang jenius memiliki kemungkinan untuk diwujudkan. Dengan ketelatenan meniti tahap demi tahap, serta semangat tinggi untuk terus mencoba meski gagal berkali-kali, ide jenius tetap memiliki kemungkinan untuk terwujud. Sementara ide yang gila, tidak pernah memperhatikan realitas sekelilingnya. Kemungkinan terwujud tetap saja ada, namun dengan cara yang memaksa. Meninggalkan realitas di sekitarnya. Sehingga, bukan tidak mungkin, timbul masalah di kemudian hari.

5. Ide yang jenius, dengan sendirinya akan memberikan gambaran langkah-langkah-langkah yang harus ditempuh untuk mewujudkannya. Sementara ide gila, dari sisi kemungkinan saja harus dipertanyakan

ide jenius memiliki sisi logika via artmetropoleblog.tumblr.com

Sebuah ide jenius muncul bukan sebagai ide brilian yang tanpa masalah. Ketika ide jenius tercetus, kekurangan dan masalah akan selalu ada. Artinya, meskipun kamu sudah memperhitungkan langkah-langkah apa saja yang perlu diambil untuk mewujudkannya, kamu juga  tahu bahwa ada halangan dan rintangan yang akan menghadang. Namun dengan segala keuletan dan kreatifitas, kamu bisa mencari solusi tepat untuk mengatasinya. Sedangkan ide yang gila, yang tidak menjejak pada realitas, harus dipertanyakan dahulu kemungkinannya. Bukan hanya apakah mungkin hal itu diwujudkan, namun apakah mungkin hal itu bisa diterima.

Manusia dibekali kemampuan untuk berimajinasi. Dalam imajinasi, segala hal bisa saja terjadi. Dari imajinasi, ada beberapa hal yang bisa diterapkan dalam dunia nyata, dan ada hal yang sebaiknya disimpan di sana saja. Meskipun kamu harus terus berkreasi, tetap ingat, bahwa di antara ide-ide jenius yang kadang disebut gila orang orang-orang, memang ada ide yang sebenar-benarnya gila. Bila idemu termasuk yang terakhir, sebaiknya diurungkan saja. Akan tetapi, ide gila pun barangkali bisa berubah menjadi ide yang jenius, bila kamu punya cara untuk menonjolkan sisi masuk akalnya, dan tahu langkah-langkah apa untuk mewujudkannya.

Suka artikel ini? Yuk follow Hipwee di mig.me!