Sekilas, keduanya sama-sama bisa berbicara dengan baik di depan publik, tidak ragu mengungkapkan pendapat, dan jauh-jauh dari rasa minder. Tapi ditelisik lebih dalam, percaya diri dan sombong adalah dua hal yang jauh berbeda. Percaya diri sangat perlu, tapi rasa percaya diri yang membabi buta akan menjebakmu dalam kesombongan.

Penting untuk mengetahui perbedaan antara percaya diri dan sombong. Karena orang selalu tertarik bersama orang yang percaya diri, dan menjauhi orang-orang yang sombong. Rasa percaya diri muncul dari penghargaan dan keyakinan pada diri sendiri, sedangkan kesombongan justru muncul dari rasa insecure atas kualitas diri sendiri. Kamu mau tahu bedanya? Yuk scroll ke bawah!

1. Orang sombong selalu membutuhkan perbandingan untuk merasa dirinya superior. Sementara orang percaya diri, tidak butuh apa-apa karena sudah nyaman dengan dirinya sendiri

Orang pede nyaman dengan dirinya sendiri via thoughtcatalog.com

Superioritas adalah ciri khas orang yang sombong. Dalam hatinya selalu ada rasa lebih tinggi, lebih hebat, lebih cantik, dan lebih segalanya daripada orang lain. Karenanya, orang yang sombong selalu membutuhkan orang lain untuk menunjukkan bahwa dirinya superior dan orang lain inferior. Rasa percaya diri tidak memerlukan perbandingan. Orang yang percaya diri sudah merasa nyaman dengan dirinya sendiri dan tidak perlu pengakuan dari luar.

2. Sombong adalah ketika kamu memperlakukan orang yang tittlenya lebih rendah daripadamu dengan buruk. Sementara percaya diri, kamu memperlakukan semua orang sama tanpa pandang bulunya

Orang PD memperlakukan semua orang sama via www.ew.com

Advertisement

Percaya diri tidak membeda-bedakan tittle ataupun seseorang. Bagaimana kamu menghadapi atasanmu tidak jauh berbeda dengan bagaimana kamu menghadapi tukang parkir, satpam, pegawai restoran, dan siapapun juga. Rasa percaya diri tidak membuat kamu merasa lebih tinggi dari manusia lainnya, sehingga kamu memperlakukan semua orang sama. Bila yang kamu punya sifat sombong, kamu cenderung melihat seseorang melalui tittle ataupun statusnya. Bagimu, orang yang statusnya ada di bawahmu tidak pantas mendapat perlakuan yang baik darimu. Kamu merasa harus dihormati, sementara kamu sendiri tidak mau menghormati orang lain.

3. Meski sama-sama jago speak up, orang sombong sebenarnya seorang yang close-minded. Sementara orang percaya diri selalu open-minded dan terbuka pada segala kritik dan masukan kepadanya

Orang percaya diri selalu open minded via unicef.tumblr.com

Baik orang yang sombong ataupun orang yang percaya diri, keduanya bisa mengungkapkan pendapat dengan baik. Mereka tidak segan untuk mengutarakan isi pikirannya dan selalu yakin pada apa yang mereka lakukan. Tetapi ada perbedaan yang jelas di antara sikap itu. Orang sombong tidak bisa menerima pendapat orang lain karena merasa bahwa dirinya yang paling benar. Sementara orang percaya diri, punya pikiran yang lebih terbuka. Dia tidak segan mendengarkan masukan dari luar. Dia juga tidak segan menunjukkan kesetujuan apabila pendapat dari orang lain memang lebih masuk akal.

4. Orang yang percaya diri tidak segan mengakui kesalahan dan kelemahan. Sementara orang yang sombong selalu melempar kesalahan kepada orang lain dan menolak kelemahan dirinya

Orang sombong selalu menyalahkan orang lain via www.tumblr.com

Rasa percaya diri muncul dari keyakinan pada dirinya sendiri. Dengan segala kelebihan dan kelemahan yang dipunya, kamu tetap merasa dirimu sama baiknya dengan orang lain. Karena itu rasa minder atau inferior bukan sesuatu yang bisa kamu terima. Meskipun begitu, kamu juga tidak ragu mengakui bahwa kamu punya kekurangan serta seringkali melakukan kesalahan. Bagaimanapun kamu adalah manusia. Sementara sebagai orang yang sombong, kamu hanya percaya pada kelebihanmu. Kamu merasa tidak punya kesalahan. Bila ada kesalahan terjadi, itu pasti karena orang lain.

5. Meskipun yakin pada kualitas dirinya, orang percaya diri tidak akan mendominasi pembicaraan dengan kisahnya. Mereka juga bisa menjadi pendengar yang baik dan bekerja di balik layar

Orang sombong sellau ingin mendominasi pembicaraan via www.theonion.com

Meski sama-sama jago speak up, si sombong dan si percaya diri ini mengambil peranan yang berbeda dalam komunikasi. Orang yang sombong selalu mendominasi pembicaraan. Hasratnya selalu tidak terbendung untuk menceritakan semua kebaikan dan kisah keberhasilan. Tujuannya? Tentu untuk membuat orang lain terkesan. Keinginannya untuk tampil di depan membuat orang sombong ini suka tampil. Sementara itu, orang yang percaya diri adalah seorang pendengar yang baik. Mereka tidak pernah ingin mendominasi pembicaraan, dan tidak keberatan berperan di belakang layar. Keyakinannya pada diri sendiri membuatnya tidak merasa perlu untuk membuat orang tahu. Yang penting ‘kan, dirinya yang tahu.

6. Saat mengutarakan pendapat, fokus orang percaya diri benar-benar untuk mengungkapkan isi pikirannya. Sementara orang yang sombong hanya menginginkan decak kagum orang kepadanya

Motif mengungkapkan pendapat yang berbeda via www.20minutes.fr

Dalam sebuah forum diskusi, orang yang arogan maupun yang percaya diri, sama-sama punya power untuk bicara. Mereka punya skill public-speaking yang hebat, dan bisa mengungkapkan isi pikiran. Tapi motif keduanya untuk bicara berbeda. Orang yang percaya diri bicara untuk mengungkapkan isi pikirannya, menyuarakan kegelisahannya, dan harapannya tentu untuk membuat perubahan terhadap suatu hal. Sementara orang yang sombong, mereka bicara hanya karena ingin didengar saja. Mereka tidak peduli apakah pendapatnya bisa memberikan pengaruh pada perubahan atau tidak. Yang penting bisa membuat orang wow saja.

7. Seorang yang percaya diri akan selalu berpikir dalam kerangka ‘Aku bisa’, sementara orang sombong berpikir dengan pakem ‘Aku yang terbaik!’

Motto hidup yang berbeda via pandawhale.com

Motto seorang yang percaya diri adalah ‘Aku bisa‘. Dia yakin bahwa dirinya tidak lebih rendah daripada orang lain, dan bila mau mencoba, dia pasti juga bisa menjadi sebaik mereka. Orang yang percaya diri tidak ragu untuk belajar dari orang lain bila memang itu bisa berdampak baik padanya. Sementara orang yang sombong selalu bertindak dalam kerangka pikir ‘Aku yang terbaik!. Artinya mereka yakin bahwa tidak ada orang yang bisa mengalahkan mereka. Jadi kenapa harus belajar ataupun mengakui kehebatan orang lain? Toh, dia yang terbaik!

Garis perbedaan antara percaya diri dan sikap arogan barangkali lebih luas daripada Samudera. Orang yang arogan juga punya rasa percaya diri, tapi tidak berasal dari keyakinan terhadap diri sendiri, melainkan berasal dari kuasa yang dia percayai ada. Percaya diri meliputi penerimaan pada diri sendiri dengan segala kelebihan dan kekurangan yang dia miliki, sementara sombong adalah rasa kagum pada diri sendiri yang membabi buta, sehingga mengabaikan realita yang ada.

Jadi selama ini kamu sombong atau percaya diri? Pastikan kamu tahu bedanya 🙂

Suka artikel ini? Yuk follow Hipwee di mig.me