Bagi umat Muslim, Ramadan adalah bulan yang istimewa. Selain kedatangannya yang di tunggu-tunggu, di bulan ini pun orang-orang akan berlomba untuk meningkatkan kualitas ibadahnya.

Tapi, bukan berarti ibadah yang berkualitas hanya dijalani saat Ramadan saja, ya. Di bulan-bulan lain pula kita seharusnya melakukan hal yang sama. Nah ketika bulan Ramadan tahun ini akan segera sampai pada akhirnya, sudah siapkah kita menjalani bulan-bulan selanjutnya dengan lebih baik hingga Ramadan tahun depan tiba?

Ramadan adalah bulan yang penuh berkah. Tak salah jika di bulan ini kita berlomba mengisi tabungan ibadah.

khusyuk beribadah di suasana ramadan

khusyuk beribadah di suasana ramadan via qamarul-islam.blogspot.com

Advertisement

Bulan ramadan adalah bulan yang penuh keberkahan. Banyak dari kita yang berlomba-lomba mengerjakan amalan baik di bulan ini. Pasalnya, setiap amalan baik di bulan ini akan dilipat-gandakan pahalanya. Bahkan, di momen pula seringkali muncul istilah “ibadah musiman” atau “mendadak alim”.

Tapi toh kita tak perlu menghakimi satu sama lain ‘kan? Daripada sibuk mengurusi siapa yang tulus beribadah atau siapa yang sekadar “mendadak alim”, bukankah lebih baik fokus untuk memperbaiki diri terlebih dahulu? Sah-sah saja jika kita semakin rajin beribadah di bulan ramadan. Malah bagus, kok.

Misalnya, sering saat hari-hari biasa kita lalai melaksanakan shalat lima waktu atau jarang bersedekah. Nah saat Ramadan justru menjadi momen kita memperbaiki diri dan memacu semangat untuk lebih giat beribadah dan mengumpulkan pundi-pundi pahala.

Advertisement

Tak perlulah merisaukan omongan orang lain atau bahkan sibuk mengurusi ibadah orang lain. Di bulan ini khususnya, kita hanya harus berlatih untuk selalu berprasangka baik terhadap segala hal yang terjadi di sekitar kita.

Bulan Ramadan memacu kita jadi manusia yang lebih baik lagi. Tapi, ketika Ramadan tahun ini tinggal beberapa hari, bisakah kita konsisten hingga Ramadan tahun depan nanti?

semangat dong menjalani ibadah

semangat dong menjalani ibadah via anitascarf.com

Berpuasa saat bulan Ramadan tak sekadar menahan lapar dan haus. Kita dituntut untuk dapat mengendalikan diri sendiri, dari rasa marah hingga keinginan untuk membicarakan orang lain dan melakukan hal-hal yang dapat mengurangi pahala puasa. Jika kita bisa menjalani ibadah di bulan ini dengan sebaik-baiknya, kita patut sedikit berbangga. Ibaratnya, kita berhasil menaiki satu anak tangga menuju kebaikan.

Lalu, kenapa kita harus konsisten beribadah? Kenapa kualitas ibadah seperti di bulan Ramadan harus selalu dijaga? Alasan utama mempertahankan kekhusyukan ibadah saat Ramadan dan hari-hari setelahnya adalah karena belum tentu kita akan bertemu lagi dengan Ramadan di tahun depan. Tak ada yang tahu umur manusia, tak ada pula yang bisa menjamin kita bisa bertemu Ramadan-Ramadan berikutnya.

Maka dari itu, mari memanfaatkan Ramadan yang kita punya sekarang untuk banyak-banyak menjalankan ibadah. Sebagai penyemangatnya, bayangkan jika Ramadan kali ini adalah ramadan terakhir kita sehingga kita akan berusaha memanfaatkan bulan ini dengan sebaik-baiknya.

Lebaran sering disebut sebagai hari kemenangan. Namun kemenangan yang sesungguhnya adalah ketika semangat Ramadan bisa terus kita pertahankan.

tetap menjalankan ibadah sebagai kewajiban walau tak ramadan

tetap menjalankan ibadah sebagai kewajiban walau tak ramadan via http-www___tumblr___com.hullbeta.io

Puncak dari bulan Ramadan adalah hari kemenangan, saat kita akhirnya merayakan Lebaran. Tapi apakah kita sudah benar-benar “menang”? Apakah perjuangan selama Ramadan akan berhenti pada sebuah momen perayaan yang lekat dengan menu opor ayam dan momen saling memaafkan?

Makna kemenangan tentu tak sesederhana itu. Kemenangan yang sesungguhnya adalah ketika kita mampu mempertahankan semangat Ramadan di hari-hari berikutnya. Bukan berarti setelah berjuang selama satu bulan lalu kita boleh kembali pada kehidupan sebelum Ramadan. Ibadah yang berkualitas dan alaman-amalan baik itu sepatutnya terus dilanjutkan.

Semangat untuk shalat lima waktu berjamaah dengan tepat waktu, berpuasa, bersedekah, mengerjakan amalan sunah; semua itu tak boleh berhenti setelah Ramadan usai. Tapi di bulan-bulan berikutnya pun harus tetap dijalani hingga kelak bisa bertemu Ramadan lagi.

Nah, gimana? Ramadan sudah tinggal beberapa hari lagi, nih. Sudah maksimalkan ibadahmu di bulan ini? Dan sudah siapkah kamu mempertahankan semangat Ramadan di bulan-bulan depan nanti? Yuk, sama-sama berjuang jadi manusia yang lebih baik lagi! 🙂

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya