Usia seringkali menjadi patokan seseorang dalam menilai orang laindan bersikap kepadanya. Orang yang lebih tua akan lebih dihormati ketika seseorang ingin mengajaknya berbicara. Mulai dari penggunaan sapaan, sampai gestur menunduk saat berpapasan dengan mereka. Lain halnya sikap seseorang kepada mereka yang berusia lebih muda. Meski baru kenal, tapi perlakuannya seperti agak sedikit menyepelekan.

Sama yang seperti pernah kamu rasakan ketika kamu baru saja diterima bekerja. Kamu yang baru saja lulus biasanya menjadi yang termuda di kantor barumu. Sebagai orang baru dan yang termuda juga, kamu akan mendapat pengalaman-pengalaman yang berkesan di duniamu yang baru. Mulai dari kekikukanmu di kantor sampai hubunganmu dengan rekan-rekan kerja. Beginilah rasanya jadi yang termuda di kantor, dari yang banyak tanya sampai yang apa saja bisa.

1. Awal masuk masih bingung apa saja yang mesti dikerjakan. Seringkali merasa nggak enakan karena terlalu sering bertanya

Bingung via www.pexels.com

Advertisement

Awal kerja kamu dilanda kebingungan. Perasaan dan pikiranmu campur aduk nggak karuan, mulai dari senang, semangat, grogi, tegang, malu jadi satu. Ini adalah hal yang wajar untuk kamu yang masih abu-abu di dunia kerja ini. Kamu juga nggak bisa menghindarkan diri dari merepotkan orang lain. Sebab mau nggak mau kamu harus banyak tanya daripada menanggung kebingungan sendiri. Dari perihal apa yang mesti dikerjakan, letak ruangan, nama rekan dan lain sebagainya.

2. Ada rasa canggung untuk membaur bercanda dengan karyawan lain, karena memang kamu takut nggak nyambung sebab isinya orang tua-tua

Membaur via www.pexels.com

Selain penyesuaian diri melakukan pekerjaan, di minggu pertama kamu juga akan disibukkan dengan bagaimana cara berbaur dengan karyawan atau rekanmu di kantor. kamu sangat ingin untuk menjalin keakraban demi iklim kerja yang nyaman, tapi bingung caranya? Sebab mau pakai cara sok asik sebagaimana anak kuliahan berbaur nanti takut dikira sok asik, mau pakai cara biasa nanti malah dikira kaku. Hmm serba salah.

3. Karena terpaut usia jauh dari yang lain seringkali diremehkan dan jadi bahan ledekan, sudah pasti ini jadi bagian menyebalkan

Jadi bahan ledekan via www.pexels.com

Setelah sudah lumayan akrab dengan karyawan lain, kamu kembali dihadapkan dengan situasi yang menyebalkan. Karena baru dan termuda di kantor kamu sering digodain, dijadikan bahan bercandaan, diledekin, bahkan diremehkan karyawan-karyawan lain. Meski bercanda, tapi seringkali terasa menyebalkan juga karena kerap menganggu konsentrasi kerja terutama kalau diremehkan.

4. Tapi karena diremehkan semangatmu jadi terlecut untuk bersemangat dalam bekerja dan menunjukkan bahwa kamu bertalenta

Lecutan semangat via www.unplash.com

Advertisement

Kalau diremehkan sebagai bercandaan saja mungkin nggak menganggu konsentrasimu. Tapi kalau sudah ada sangkut pautnya sama pekerjaan lama-lama keganggu juga. Di posisi seperti ini, satu-satunya jalan terbaik yang bisa kamu tempuh adalah dengan bekerja lebih giat dan berusaha keras untuk membuktikan bahwa meski berusia muda kinerjamu baik dan nggak bisa disepelekan. Buktikan bahwa kamu juga aset berharga perusahaan.

5. Saking semangatnya kadang kamu lupa bahwa yang dikerjakan sejatinya bukan tanggung jawabmu. Tapi demi reputasi apa saja yang ditugaskan harus terselesaikan

Bantu sana-sini via www.pexels.com

Dalam perusahaan, saling meminta bantuan antar karyawan tentu merupakan hal yang wajar. Terlebih bagi orang baru, apa saja yang ditugaskan kadang suka rela kamu kerjakan. Sebab ini bisa jadi caramu untuk menunjukkan bahwa kamu serba bisa dan pekerja kerasNamun juga itu perlu dibatasi, membantu boleh saja tapi apabila itu mengganggu waktumu untuk mengerjakan tugas yang sebenarnya maka nggak ada salahnya untuk menolak permintaan teman.

6. Sampai pada akhirnya rekan kerjamu tahu kemampuanmu, dan padangan sebelah mata dari rekan kerja pun berkurang secara perlahan

Dianggap ada via www.pexels.com

Dengan segala daya dan upayamu untuk diterima di lingkungan baru, mulai dari menahan diri untuk nggak malu sok asik berbaur sampai mengerjakan apa saja hal yang bisa kamu kerjakan perlahan-lahan akhirnya kamu mendapat perhatian. Kamu lebih dihargai dan nggak dianggap sebelah mata lagi. Ini semata-mata karena kamu menunjukkan bukti bahwa meskipun kamu muda dan anak baru tapi kinerja dan keahlianmu nggak kalah dengan mereka yang lebih dulu.

Begitulah rasanya jadi yang anak baru dan termuda di kantor. Sungguh sebuah pengalaman yang nggak bisa dilupakan. Meski agak sedikit menyebalkan namun banyak pelajaran yang didapat dari sana. Sebuah pelajaran penting yang barangkali akan sangat berguna dalam kelangsungan pekerjaanmu di kemudian hari.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya