Rasanya Jadi Anak Muda yang Langsung Bekerja Selepas SMA, Sementara Teman Sebaya Lanjut Kuliah

Lulus SMA langsung bekerja

Lulus SMA adalah momen yang menyenangkan. Akhirnya masa sekolahmu usai tepat 3 tahun. Dan nggak kalah membahagiakan lagi yaitu bisa lulus bareng teman-teman seangkatan. Hidup nggak hanya berhenti di situ, umumnya orang akan merantau untuk berkuliah. Atau minimal berkuliah di dalam kota.

Advertisement

Sayangnya nggak semua orang mendapatkan kesempatan itu. Ada yang kurang beruntung nggak bisa melanjutkan kuliah dan terpaksa mesti bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Ada pula yang memang ingin langsung untuk bekerja. Inilah rasanya lulus SMA langsung bekerja saat teman-teman banyak yang melanjutkan kuliah.

1. Ingin rasanya untuk berkuliah dan merantau ke luar daerah. Tapi apa daya kondisi finansialnya nggak memungkinkan

Kondisi nggak memungkinkan via www.unsplash.com

Melanjutkan studi dengan berkuliah barangkali adalah keinginan banyak orang termasuk kamu ini. Sayangnya impian itu nggak bisa kamu wujudkan langsung setelah kamu kuliah. Nggak lain karena orang tua nggak mampu membiayaimu. Sedih dan iri bercampur baur, tapi bagaimana lagi itulah hidup yang mesti dijalani. Masih ada adik yang bersekolah, kamu mesti mengalah sama adikmu.

2. Akhirnya kamu putuskan bekerja agar tak menyusahkan orangtua. Di sinilah fase kamu tahu bahwa mencari uang itu susah

Cari uang susah via www.pexels.com

Akhirnya kamu memutuskan untuk bekerja. Berbekal kenalan, kamu menawarkan diri untuk bekerja. Apa saja pekerjaannya asal menghasilkan uang kamu terima sebab itu lebih baik daripada di rumah hanya diam saja. Syahdan, kamu bekerja. Awalnya semua terasa baik-baik saja sampai pada suatu etika kamu merasakan betapa lelahnya bekerja. Dari situ kamu mulai sadar perjuangan orang tua membiayai kuliahmu dulu sampai SMA.

Advertisement

3. Saat teman-teman bercerita serunya dunia kampus bahkan perantauan, hasrat ingin lanjuta kuliah pun kadang tak bisa ditahan

Ketemu teman lama via www.unsplash.com

Teman-teman dekat mayoritas kuliah di luar kota, praktis hanya menjelang lebaran sajalah kamu bisa kumpul bareng dan lengkap bersama mereka. Momen langka itu biasanya dimanfaatkan untuk bertuar cerita tentang pengalaman masing-masing, kamu dengan pekerjaanmu, mereka dengan kehidupan perkuliahan dan merantau.

Dan dari mendengar cerita merekalah kadang-kadang keinginanmu untuk melanjutkan studi muncul lagi. Rasanya seru kuliah sembari menuntut ilmu bisa bertemu banyak teman baru dari luar daerah.

4. Ada masanya kamu pun memutuskan untuk menabung sedikit demi sedikit, siapa tahu di masa depan Tuhan memberimu kesempatan

Menabung sedikit-sedikit via www.unsplash.com

Sejak keinginan itu yang muncul lagi, pelan-pelan kamu mulai membangun tekad untuk berkuliah. Kamu mulai menabung, menyisihkan sedikit demi sedikit gaji dan memasang target kapan kamu bisa mewujudkan impianmu. Kamu menjadi semakin giat bekerja, agar target uang itu terkumpul sepenuhnya.

Advertisement

5. Kadang kamu berpikir ada untungnya juga bekerja, selain karena menunjukkan kemandirian, kondisi keuanganmu sekarang pun relatif membaik

Punya uang sendiri via www.unsplash.com

Meski masih suka miris sendiri saat menyadari nasib nggak bisa melanjutan kuliah, tapi ada saat di mana kamu bersyukur atas keadaan tersebut. Yaitu saat temanmu bercerita bagaimana prihatinnya hidup di rantauan, serba kekurangan. Teman-temanmu inilah yang menyadarkanmu bahwa bekerja membawa berkah untukmu. Mereka yang dulu lebih loyal dalam jajan, sekarang kalah jauh dibanding dirimu. Apalagi kalau bukan karena kamu sudah punya penghasilan sendiri.

6. Kamu juga lebih memiliki pengalaman dibanding teman-temanmu. Bukankah ini modal penting untuk masa depanmu?

Berpengalaman via www.pexels.com

Meski secara akademis bisa dibilang kamu tertinggal dengan teman-temanmu, tapi perihal pengalaman kerja amu unggul. Mereka memang bertemu teman-teman baru dari berbagai daerah, tapi kamu bertemu orang-orang yang pekerja keras. Mereka memang belajar banyak hal tentang bidang kuliahnya, tapi kamu belajar mengenai ilmu hidup –kemandirian yang sebenar-benarnya. Inilah yang terkadang membuatmu mensyukuri segala nikmat yang telah diberikan Tuhan untukmu.

Kondisi finansial orang tua yang nggak mampu bukan alasan untukmu berdiam diri saja. Dan bekerja memperjuangkan mimpimu sendiri adalah jalan tepat yang sudah kamu pilih. Lagipula kamu dan teman-temanmu yang berkuliah sejatinya memiliki kans yang sama untuk sukses, tinggal bagaimana kamu yang menjalaninya saja.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Fiksionis senin-kamis. Pembaca di kamar mandi.

CLOSE