Membalas Curhatmu: Perkara Memilih S2 atau Kerja Dulu yang Bikin Masa Wisuda Justru Penuh Kebimbangan

S2 atau Kerja

Tuntutan zaman memang selalu berubah. Sekarang lulusan sarjana membludak, persaingan pun semakin ketat. Karenanya, melanjutkan S2 menjadi salah satu pilihan selepas kuliah. Dengan pendidikan yang lebih tinggi, tentunya daya saing meningkat dan karier pun akan lekas berkembang.

Advertisement

Namun, nggak dimungkiri bahwa tanpa beasiswa, biaya pendidikan S2 cukup mahal. Belum lagi, setelah lulus sarjana pastinya ingin cepat-cepat bekerja supaya bisa pegang uang sendiri. Inilah yang membuat banyak kaum milenial galau untuk mengambil langkah: S2 dulu atau kerja dulu?

Pada #miscur Hipwee edisi Kamis 17 Oktober 2019 lalu yang membahas tentang “Lanjut S2 atau Kerja?” beberapa sahabat membagikan curhatannya sebagai berikut~

1. Butuh keberanian untuk banting stir ganti jurusan. Belajarnya lebih susah tapi wawasannya bertambah luas

Pertama-tama, keberanianmu untuk mengambil jurusan yang berbeda patut diapresiasi. Karena nggak banyak orang yang berani melakukannya. Menempuh jurusan lain, apalagi yang nggak saling berhubungan pastinya butuh effort yang lebih besar. Ibaratnya, harus belajar dari awal lagi bukan? Namun, dengan perbedaan jurusan ini wawasan juga bertambah. Apalagi saat ini eranya multidisipliner, ilmumu kelak akan sangat berguna.

Menempuh S2 sembari kerja memang perjuangannya luar biasa. Selain harus jago membagi waktu, manajemen stres juga harus andal karena dua-dua nya menyita pikiran. Tapi kalau memang diniatkan, bukankah nggak ada yang nggak mungkin di dunia ini? Sedangkan soal kegalauan mengenai pernikahan, memang semestinya dipikirkan matang-matang. Agar kelak nggak ada keputusan yang disesali, dan menyalahkan keputusan lain yang sudah diambil.

2. Memilih S2 dulu atau kerja dulu bukan tanpa konsekuensi. Harus dipertimbangkan baik-baik dan mengesampingkan rasa tidak enakan

Setidaknya ada tiga pilihan yang bisa dipertimbangkan. Pertama, kerja dulu baru sembari mencari biaya untuk S2. Kedua, S2 dulu dengan biaya dari orangtua ataupun mencari beasiswa. Ketiga, menjalani keduanya secara bersamaan. Opsi ketiga tentunya bukan tanpa risiko, karena harus bisa “membelah diri” agar kedua tanggung jawab itu bisa sama-sama terselesaikan.

Sedang pertimbangan untuk bekerja, setiap karier memang memiliki risikonya masing-masing. Apalagi di masa-masa fresh graduate, seringnya kita harus berdamai dengan kenyataan yang nggak sesuai dengan ekspektasi. Mulai dari gaji yang rendah, hingga terpaksa bekerja di luar bidang yang disuka. Namun, itu semua proses yang perlu dijalani. Jika dinikmati dan ditekuni, tentunya lama-lama akan bisa mengembangkan diri juga.

Advertisement

3. Orangtua bisa menjadi motivasi untuk pilihan apa pun yang kamu ambil. Melibatkan mereka dalam memilih juga bisa jadi satu cara

Biaya memang menjadi salah satu pertimbangan ketika melanjutkan S2. Terkadang kita segan untuk merepotkan orangtua lagi ketika sudah disekolahkan sampai tingkat sarjana. Apalagi kalau orangtua masih punya tanggungan pendidikan adik-adik di rumah. Selain itu biaya kuliah S2 juga masih cenderung tinggi.

Namun, banyak kok beasiswa bertebaran yang bisa dicoba. Tapi tentunya mendapatkan beasiswa juga bukan hal yang mudah. Dari mulai mengurus berkas dan mencari surat rekomendasi saja sudah perlu banyak kesabaran dan ketelatenan. Namun, bukankah selama ada kemauan pasti ada jalan?

4. Restu orangtua bisa menjadi kekuatan dalam mengejar cita-cita. Karena sudah pasti ada doa di sana

Rezeki orang memang berbeda-beda. Yang terpenting adalah keberanian untuk mencoba dulu setiap ada kesempatan. Karena siapa yang tahu itu rezekimu atau bukan? Toh, kalau pun akhirnya nanti gagal, setidaknya sudah mencoba bukan? Dan kegagalan itu bisa dijadikan pelajaran untuk memperbaiki diri ketika kesempatan lain di masa yang akan datang.

Lagi-lagi pilihan soal S2 atau kerja dulu (atau bahkan menikah saja) adalah urusan personal. Nggak bisa dipukul rata karena setiap orang memiliki situasi dan kondisi yang berbeda-beda. Yang mana pun pilihanmu, harus dimengerti setiap risikonya dan serius dijalaninya. Teruntuk kamu yang sedang menjalani S2 dan bekerja di saat yang sama, semangat ya! Meski sekarang tertatih-tatih mengatur waktu, semua akan indah pada waktunya.

Ingin curhatmu dibalas juga? Jangan lupa untuk mengikuti program Kamis Curhat alias #MisCur di Instagram @hipwee setiap hari Kamis malam.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Penikmat kopi dan aktivis imajinasi

CLOSE