Entah kesalahan apa yang kamu perbuat sampai orang yang kamu sayangi tega membuat hari-harimu berubah mendung, raut wajahmu tak seceria biasanya, bahkan kamu jadi tak memperdulikan bagaimana penampilanmu. Terlalu sakit untuk bangkit menata diri, energimu saat ini belum cukup untuk mengembalikan kamu yang dulu. Seakan dipermainkan harapan, tujuanmu pun hilang arah. Satu hal yang bisa menolong kamu adalah dirimu sendiri, kamulah yang harus mengaktifkan sel-sel bahagia di dalam diri.
Hatimu mungkin tersakiti, tapi jangan sampai luka yang ada merusak jiwamu yang tangguh. Langitmu belum runtuh, kamu harus tetap melangkah kedepan sembari memanjatkan doa banyak-banyak. Jangan biarkan dirimu terlalu lama terkungkung dalam kesenduan, kamu tidak akan bisa melewati hari-harimu yang murung, kalau bahkan berdamai dengan dirimu sendiri saja kamu belum, 5 cara ini membantumu berdamai dengan diri sendiri

1. Memaafkan jadi tahap pertama berdamai dengan diri sendiri, karena ini pula yang meluruhkan dendam saat hati terluka

memaafkan via www.pexels.com

Advertisement
Berhenti menyalahkan dirimu dan orang lain atas apa yang sudah membuatmu terluka, yakinlah semua yang terjadi memang sudah jalannya seperti itu. Kamu memang sudah harus terluka agar lebih bijak mengatasi permasalahan yang ada. Memaafkan orang lain, nggak membuat kamu terlihat bodoh kok. Justru itu adalah hal paling benar yang harus kamu lakukan saat seseorang sudah membuat hati dan perasaanmu kacau balau, karena memaafkan mencegahmu menjadi manusia pendendam.
Lagipula, menyimpan dendam nggak baik buat kesehatan jiwa dan raga. Percayakan saja, kalau sakit dihatimu suatu saat akan terbalas dengan hal-hal baik kelak. Perihal memaafkan harus murni datang dari dirimu sendiri karena kalau kamu melakukannya dengan terpaksa, bukan nggak mungkin kalau kamu malah akan semakin berasa terbebani dan tertekan.

2. Jika kamu belum bisa melupakan hal-hal yang membuatmu terluka, setidaknya cobalah melepaskan perasaanmu dari segala hal tentang nya

Jangan ungkit lagi~ via www.pexels.com

Advertisement
Melupakan sakit hati itu butuh proses, tapi bagaimanapun juga jangan biarkan hal itu menghambat cita-citamu. Nggak masalah kalau kamu belum bisa melupakan, terima saja realita yang ada tapi kamu tetap harus mencoba melupakan dengan cara melepaskan semua tentang perasaanmu itu, tentangnya, dan tentang semua hal yang menciptakan lubang di hati.
Hindari pembicaraan tentang rasa sakitmu dan jangan lagi menceritakan kenangan burukmu itu kepada siapapun lagi, tutup dan simpan dalam-dalam agar kamu tak lagi terbebani dengan masalah yang itu-itu lagi. Namun kalau realitanya perihal melepaskan ditolak pikiranmu sendiri, kamu harus pikirkan lagi “apa gunanya terus mengingat kenangan? Apa gunanya jadi orang pendendam?”

3. Tulislah rencanamu ke depannya dan mulai lah petualangan hidup yang baru, yang jauh dari masa lalu

menjalani cerita baru via www.pexels.com

Saatnya melengkungkan senyum lagi di bibirmu, kamu nggak berhak terus menerus tenggelam dalam kesedihan dan keterpurukan. Hapuskan kenangan burukmu dengan petualangan baru yang harus kamu mulai detik ini juga. Tanpa kamu sadari, kesedihan membuatmu hampir melupakan segala impian yang selama ini hampir terbangun.
Tulis ulang semua rencana masa depanmu, tinggalkan hal-hal tentang rasa sakit itu. Langkahkan kakimu ke dalam lingkungan positif yang akan membuatmu lupa bahwa kamu pernah terluka. Mulai cerita baru, ingatlah bahwa kamu sudah memaafkan semua hal buruk yang telah terjadi.

4. Menyadari satu hal, bahwa semua hal yang sudah melukaimu justru membuat kamu lebih kaya pengalaman

Kamu lebih kaya pengalaman via www.pexels.com

Pengalaman ada bukan hanya dari hal-hal menyenangkan tapi juga dari berbagai macam luka yang pernah kamu cicipi. Justru fase paling terluka adalah tantangan untuk membuatmu lebih bijak menghadapi hidup ini. Perlahan kamu terbentuk menjadi manusia tahan banting yang nggak mudah terpuruk begitu saja dan lebih mampu mengendalikan perasaanmu sendiri. Pengalaman adalah sumber ilmu terbaik karena di sana bukan hanya teori semata tapi juga kamu benar-benar merasakannya dan menemukan jalan keluarnya sendiri.

5. Meski pura-pura bahagia itu berat, tapi setidaknya itu bisa jadi sugesti bahwa kamu memang sedang baik-baik saja

Pura-pura bahagia, sampe bahagia beneran via www.pexels.com

Fake it until you make it
Kebahagiaan yang ada bersumber dari pikiranmu, itu semua tergantung bagaimana memandang bahagia itu sendiri dan mau dengan cara seperti apa kamu bahagia. Singkirkan pikiran negatifmu dan sebarkan energi positif, energi positif yang ada dalam dirimu bisa menarik banyak hal positif datang padamu. Jadi mulai sekarang jangan lagi kamu menyimpan rasa dendam dan amarah, ikhlaskan saja apa yang sudah terjadi.
Kamu mungkin nggak sadar, saat kamu terlalu terpuruk dalam kesedihan dirimu akan dipenuhi energi negatif, kamu jadi lebih sensitif, sinis dan bahkan jadi lebih menyebalkan. Pura-pura bahagia nggak ada salahnya kok, setidaknya itu salah satu cara menebarkan energi positif meski padahal isi hati belum tentu seluruhnya telah pulih, dari pura-pura bahagia nanti juga kamu akan terbiasa bahagia dan akhirnya betul-betul melupakan rasa sakit itu.
Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya