Usia 20-an merupakan masa kejayaan. Kamu memiliki banyak waktu untuk mengembangkan dan menyenangkan diri sendiri dari hasil kerja kerasmu. Kamu pun akan melewati 3 tahapan hidup yang berat: menjadi dewasa, menapaki tangga karir, dan memulai kehidupan berkeluarga.

Banyak suka duka yang pastinya kamu alami di kategori usia ini. Demi bisa menikmati usia 20-anmu dengan baik, jangan lakukan kesalahan-kesalahan di bawah ini ya.

1. Jangan Pernah Berpikir Bahwa Bakat dan Pendidikan Saja Sudah Cukup

Kerja keras membalas segalanya

Kerja keras membalas segalanya via jerusalembaru.blogspot.com

Advertisement

Boleh saja kamu memiliki banyak bakat alami, nilai IQ yang tinggi, juga melanjutkan pendidikan di universitas ternama Indonesia. Jelas kelebihan-kelebihan itu adalah sesuatu yang dapat dibanggakan. Tapi tahu tidak, semua kelebihanmu itu akan jadi sia-sia kalau tidak diikuti dengan kerja keras.

Sifat pekerja kerasmu itulah yang akan memberikan banyak pengalaman dan pelajaran hidup. Kamu telah ditempa menjadi pribadi yang pantang menyerah dan selalu berusaha lebih baik dari sebelumnya.

Jangan terlalu membanggakan diri dengan kelebihan-kelebihanmu, tapi bukan berarti harus rendah diri. Tetaplah rendah hati dan hiduplah selayaknya padi, semakin berisi maka akan semakin merunduk.

2. Tidak Membiasakan Diri Untuk Menabung

Menabunglah untuk masa tuamu yang bahagia

Menabunglah untuk masa tuamu yang bahagia via entertainment.kompas.com

Advertisement

Usia 20an memang seru untuk dihabiskan dengan membeli barang koleksi, hangout bersama teman-teman, hingga melancong ke berbagai kota dan negara. Saking asiknya kamu menyenangkan diri, kamu lupa bahwa ada sedikit pundi-pundi uang yang harus disisihkan untuk masa depan bahkan masa tuamu nanti.

Memang nantinya kamu akan mendapat penghasilan yang cukup dari bekerja. Tapi nantinya juga akan ada kewajiban yang harus kamu penuhi dan membutuhkan dana yang tidak sedikit. Jadi, tidak ada salahnya untuk mulai menabung dari sekarang. Demi masa tuamu yang lebih tenang.

3. Menganggap Uang Setara Dengan Kebahagiaan

Kebahagiaan tidak bisa diukur dengan uang

Kebahagiaan tidak bisa diukur dengan uang via tribunnews.com

Pekerjaan di perusahaan bonafit dan gaji pokok yang tinggi memang menarik. Apalagi memikirkan apa saja yang bisa kamu dapatkan dengan gaji tersebut. Tapi ada satu lagi yang harus kamu pikirkan: apakah kamu bahagia melakukan pekerjaan itu?

Melakukan pekerjaan yang bukan passion-mu hanya untuk mendapat gaji dan jabatan yang tinggi hanya akan membuatmu merasa terbebani dan mudah stres, lho. Jadi, jangan korbankan keinginanmu untuk bekerja sesuai passion dengan iming-iming gaji dan posisi tinggi. Kebahagiaan dan kesuksesan tidak selamanya diukur dengan uang, kok.

4. Kesehatan Tidak Diperhatikan

Artis sesibuk Andien saja sempat olahraga. Masa kamu tidak?

Artis sesibuk Andien saja sempat olahraga. Masa kamu tidak? via wolipop.detik.com

Usia 20-an identik dengan jiwa muda yang aktif dan enerjik. Waktu yang tepat pula untuk memaksimalkan hidup dengan bersenang-senang hingga bekerja keras. Bahkan kadang kamu bisa sampai lupa waktu jika sudah asik bekerja atau bersenang-senang. Tapi tahukah kamu kalau justru di usia 20-an inilah banyak penyakit yang muncul dan menyerang tubuhmu?

Kesibukan dan gaya hidupmu yang tidak teratur membuat penyakit menjadi mudah menyerang tubuhmu. Terlalu asik bekerja hingga lupa makan, terlalu banyak mengonsumsi rokok dan kopi, hingga tidak adanya waktu untuk olahraga merupakan beberapa gaya hidup yang harus mulai kamu ubah dari sekarang. Tidak mau ‘kan kalau masa tuamu nanti diisi dengan sakit-sakitan?

5. Mudah Menyerah

Baru kerjain tugas kuliah saja sudah nyerah

Baru kerjain tugas kuliah saja sudah nyerah via giphy.com

Yang namanya hidup pasti ada suka dan dukanya. Roda kehidupan selalu berputar; ada kalanya hidup kita berada di atas, ada kalanya pula hidup kita berada di bawah. Apalagi di usia 20-an yang menjadi transisi kehidupan remaja ke kehidupan dewasa. Pastinya banyak sekali tantangan yang akan kamu hadapi nantinya, mulai dari menentukan passion, mulai menapaki jejak karir, hingga mungkin membangun sebuah keluarga baru. Bisa dipastikan bahwa perjalanan hidup di usia 20-anmu tidak akan mudah.

Walaupun tidak mudah, bukan berarti kamu harus menyerah dan berpindah haluan hidup. Biarkan hidupmu berjalan sebagaimana seharusnya, sesuai dengan apa yang kamu pilih untuk dilakukan. Jadikan kegagalanmu itu sebagai pelajaran untuk menjadi lebih baik di perjalanan hidup selanjutnya.

6. “Kalau Bisa Dilakukan Nanti, Kenapa Harus Sekarang?”

Ada yang lebih penting daripada yang lebih seru

Ada yang lebih penting daripada yang lebih seru via offcolortv.com

Pola pikir yang seperti ini nih yang harus segera diubah mulai dari sekarang. Ganti pola pikirmu dengan

Kalau bisa dilakukan sekarang, kenapa harus nanti?

Di usia 20-an ini, kamu sudah dianggap sebagai orang dewasa dan bisa diberikan tanggung jawab. Kamu juga sudah harus tahu apa saja yang menjadi prioritasmu. Utamakan yang lebih penting dibanding yang lebih seru karena saat yang penting sudah selesai kamu lakukan, kamu bebas melakukan keseruan semaumu. Jangan terbalik dan jangan sampai menyesal ya di kemudian hari.

7. Ingin Menyenangkan Semua Orang

Just do your best

Just do your best via www.epiceveryrep.com

Dalam hidup, kamu tidak akan bisa menyenangkan semua orang karena pasti saja ada yang tidak menyukaimu. Santai saja dan jangan jadi merasa terpuruk karena hal tersebut. Cukup lakukan apa yang menurutmu terbaik. Usaha terbaik juga pasti akan dapat hasil yang terbaik.

8. Menganggap Bahwa Semua Pertemanan Akan Abadi

Hanya yang sejati yang akan bertahan

Hanya yang sejati yang akan bertahan via news.com.au

Mungkin kamu pernah berpikir bahwa pertemananmu semasa SMA dan kuliah akan abadi hingga tua nanti. Tapi yang tidak kamu tahu adalah mungkin saja beberapa dari temanmu akan terlalu sibuk dengan hidupnya sendiri dan tidak memikirkanmu.

Suatu saat, kalian tidak lagi tinggal di kota dan melakukan pekerjaan yang sama. Namun seiring berjalannya waktu, justru perpisahan akan memberitahumu siapa saja sahabat terbaikmu; yang selalu ada untukmu dan kamu pun ingin selalu ada untuknya. Memang tidak semua pertemanan akan abadi, tapi pasti akan ada satu pertemanan yang sejati.

9. Sibuk Mencari Belahan Jiwa

Jangan lupa pantaskan diri

Jangan lupa pantaskan diri via huffingtonpost.co.uk

Pada usia 20-an, sebagian besar orang pasti melewati 3 tahapan hidup terberat, yaitu menjadi dewasa, menapaki tangga karir, dan memulai kehidupan berkeluarga. Ada orang yang melewatinya dengan terlalu sibuk bekerja dan berharap pasangan hidupnya akan datang begitu saja. Ada pula orang yang justru terlalu sibuk mencari belahan jiwanya hingga banyak urusannya terbengkalai — tidak sempat mengurus diri hingga pekerjaan yang tak kunjung beres.

Mencari belahan jiwa memang penting untuk dilakukan karena pasangan hidupmu tidak akan dengan sendirinya. Bagaimana kamu tahu dia yang terbaik jika untuk mengenalnya lebih jauh saja kamu tidak mau? Mencari yang pantas bukan berarti mengabaikan yang tidak pas dan yang paling penting adalah sembari mencari, sembari memantaskan diri.

10. Menganggap Bahwa Dengan Kabur Dapat Menyelesaikan Masalah

Jangan lari dari masalahmu

Jangan lari dari masalahmu via lettinggooflonely.com

Di mana-mana yang namanya masalah itu harus diselesaikan, bukan ditinggalkan. Seperti saat kamu ada masalah di rumah, cara terbaik untuk menyelesaikannya adalah duduk berkumpul bersama keluarga dan membicarakan masalah tersebut hingga tuntas, bukan dengan pergi dari rumah dan melupakan masalah tersebut. Begitu juga saat ada masalah di kampus atau di kantor. Meninggalkan kampus atau pindah pekerjaan tidak akan menyelesaikan masalah dan justru membuat reputasimu buruk. Kamu bisa dianggap sebagai orang yang lepas dari tanggung jawab.

11. Melihat Dunia Hanya Dari 2 Sisi, Hitam dan Putih

Buat hidupmu lebih berwarna

Buat hidupmu lebih berwarna via now-here-this.timeout.com

Jangan hanya melihat dunia dari sisi hitam atau putihnya saja. Hidupmu akan membosankan. Lihatlah dunia dari berbagai sisi yang akan membuatmu memiliki banyak perspektif untuk memandang hidup. Warnai hidupmu dengan keceriaan dan kebahagiaan. Kalau bisa punya hidup yang berwarna, mengapa harus hidup dengan hitam dan putih saja?

12. Terlalu Mengkhawatirkan Masa Depan

Jangan khawatirkan masa depanmu

Jangan khawatirkan masa depanmu via stylonica.com

Tidak ada yang perlu kamu khawatirkan tentang masa depanmu jika apa yang kamu lakukan saat ini sudah yan terbaik. Berhenti mengkhawatirkan masa depanmu akan seperti apa dan fokus saja pada apa yang sedang kamu lakukan sekarang. Percaya bahwa apa yang kamu lakukan sekarang merupakan rencana dan tabungan demi masa depan yang lebih baik. Seperti yang pernah Hipwee tulis di artikel Semua Hal Yang Wajib Kamu Lakukan Selagi Masih Muda dan Awesome

Masa depan perlu direncanakan, bukan cuma dikhawatirkan.

13. Menganggap Hanya Dirimu Yang Gagal

Waktumu akan datang, kok.

Waktumu akan datang, kok. via rafisaaa.wordpress.com

Melihat teman-teman sudah lulus, sukses, bahkan menikah terlebih dahulu membuatmu merasa minder atau mungkin gagal. Kamu pun terlalu terburu-buru untuk menyamakan posisi mereka. Bagus jika hasil terburu-burumu itu memuaskan, tapi bagaimana kalau tidak? Mungkin kamu akan merasa semakin gagal.

Teman-temanmu hanya lebih dulu lulus, lebih dulu sukses, dan lebih dulu menikah; bukan lebih baik darimu. Ini semua hanya masalah waktu. Maksimalkan pada apa yang kamu lakukan sekarang. Nanti ada waktunya untuk kamu mencapai posisi tersebut.

Berbuat salah memang wajar, tapi tidak baik jika membuatmu makin terpuruk. Kesalahan ada untuk membuatmu menjadi lebih baik dari sebelumnya. Ayo mulai introspeksi diri dan selamat menikmati usia 20-anmu dengan lebih bermakna!

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya