Kerja tuh jangan pilih-pilih! Ambil aja kesempatan yang datang, daripada nganggur….

Kamu kembali tertegun sambil menimang ucapan yang dinasehatkan ke dirimu. Sebagai anak bau kencur di dunia karir, kamu masih bingung menentukan akan bekarir di mana dan di bidang apa. Orang tua pastinya ingin kamu menjadi pegawai tetap, entah di sebagai pegawai negeri atau di perusahan swasta yang cukup bergengsi. Setidaknya pilihan karirmu nantinya memberi jaminan kemapanan. Apalagi di usia yang masih terbilang muda ini, kesempatanmu berkarir di tempat-tempat itu pun masih terbuka lebar.

Tapi bukannya tak ingin membahagiakan orang tua, atau mengabaikan nasihat mereka. Kamu sendiri menganggap bekerja itu lebih dari proses pencarian materi. Pemikiran ini yang membuatmu kadang merasa serba salah. Tapi sebenarnya kamu tak harus larut dalam kebingungan. Coba tanyakan lagi beberapa pertanyaan ini ke dirimu. Jangan sampai salah pilih, sebab ini menentukan kehidupanmu nantinya.

1. Kamu bakal merasa senang nggak ya kalau melakukan pekerjaan ini terus-terusan?

Bosen nggak ya nanti via unsplash.com

Bekerja memang menggunakan kemampuan. Tapi bekerja tanpa hati, akan membuatmu mudah sekali depresi. Bukan hal yang mustahil kalau tekanan atau tugas kerja yang tak nyaman membuatmu akhirnya jatuh stress. Atau paling ringannya, kamu bisa saja dilanda kebosanan dengan pekerjaan yang dilakukan terus-menerus setiap harinya.

Advertisement

Jadi, kamu bisa bahagia atau tidak kalau melakukan pekerjaan ini terus?

2. Lingkungan kerja yang seperti apa ya yang buatmu nyaman?

Lingkungan kerja via unsplash.com

Setiap orang punya standar kenyamanan yang berbeda-beda. Orang lain bisa saja nyaman berdiri atau duduk berjam-jam menghadapi nasabah yang datang silih berganti, tapi kamu? Orang lain pun bisa saja nyaman berada di cubicle dan menatap laptop sepanjang hari mungkin saja sesekali bergurau dengan rekan kerja, tapi kamu?

Kamu punya bayangan sendiri tentang lingkungan kerja yang ideal. Bisa jadi kamu ingin kantormu punya design yang lebih homey. Ada sofa yang bisa dipakai kerja sambil tiduran. Ada permainan kecil seperti uno, dart, atau gitar yang bisa dijadikan hiburan saat bosan. Kamu juga ingin ingin rekan kerjamu orang yang serius dan terampil tapi santai. Orang-orang yang mungkin berusia di atasmu, tapi jiwa mereka masih terasa seperti kamu, muda dan bergairah.

Pikirkan baik-baik lingkungan seperti apa yang membuatmu nyaman berkarya!

3. Kira-kira kerjaan atau karir ini bisa buat dirimu berkembang nggak ya?

Akan membuatmu berkembang tidak? via unsplash.com

Jangan pikir selesai kuliah lalu kamu berhenti berkembang. Sebaliknya, dunia yang hadapi sekarang ini justru mengharuskanmu berkembang lagi setiap waktu. Kamu tak berhenti di ilmu yang kamu dapat semasa kuliah. Kamu harus terus belajar hal baru demi mendapat ilmu baru. Dan pekerjaan yang akan kamu pilih ini punya andil dalam menentukan ruang lingkupmu untuk berkembang.

Jangan sampai kamu punya materi, tapi dirimu hanya punya kemampuan itu-itu saja!

4. 5 tahun ke depan dirimu sendiri mau jadi apa?

5 tahun lagi via unsplash.com

Sebelum ditanyakan oleh pewawancara tempat kamu melamar kerja. Sudah seharusnya dirimu sendiri bertanya lebih dulu, 5 tahun ke depan kamu ingin jadi seperti apa? Penulis yang punya nama kah? Seorang pengajar di kampus terkemuka kah? Atau keinginanmu sesederhana punya usaha kafe atau toko buku indie. Bukankah dari keinginan itu kamu bisa tahu di mana dan bagaimana dirimu mengembangkan karir?

5. Selain materi, bisa nggak ya kerjaan ini memberi kepuasan ke dirimu ini?

Karir yang bisa memuaskan batinmu via unsplash.com

Kerja bukan cuma untuk cari uang. Tapi harus bisa membuat dirimu merasa puas entah dengan keterampilan atau pencapaian yang kamu dapat. Setidaknya kebutuhan jasmani dan rohani kamu tercukupi dari pekerjaan yang dipilih ini. Jangan mapan tapi ternyata kamu merasa tertekan dan kehilangan rasa untuk menikmati hidup.

6. Kerjaan ini bisa nggak ya ngasih pengalaman yang bisa diceritakan sekaligus jadi inspirasi anak-anakmu nanti?

Jadi inspirasi orang lain juga generasi penerusmu via www.thestage.co.uk

Cari nama dengan menjadi inspirasi untuk orang lain itu berbeda. Cari nama bisa saja dikenal sebagai, oh kamu itu seorang pegawai dengan dengan jabatan cukup bergengsi. Tapi menjadi inspirasi itu orang mengenal pribadimu dengan segala jejak keterampilan yang kamu punya tanpa pandang jabatanmu seperti apa dan di mana.

7. Nggak harus kaya, tapi kira-kira kerjaan ini bisa mencukupi kehidupanmu sekarang dan nanti nggak?

Mapan finansial via unsplash.com

Paling tidak karir yang kamu pilih bisa membuatmu mandiri, tak lagi menggantungkan urusan finansial ke orangtua. Syukur-syukur kalau kamu bisa memberikannya sebagian ke orangtuamu atau orang lain yang membutuhkan. Jangan jadi orang yang lupa realita juga, kalau hidup ini pun perlu uang.

8. Kalau kamu kerja di sini, bakal tetap punya waktu nggak buat kehidupan sosialmu yang lain?

waktumu selain untuk pekerjaan via unsplash.com

Punya uang, punya pengalaman, tapi tak punya waktu untuk keluarga, pasangan, dan teman. Lalu kamu mau hidup dengan siapa? Pekerjaanmu saja? Kamu bukan robot yang hidupmu hanya kesemuan belaka. Kamu itu manusia yang perlu kehidupan sosial. Kamu perlu membagi waktu antara pekerjaan dengan berkumpul bersama orang-orang terdekatmu. Makanya pastikan lagi, karirmu tak menyita seluruh waktumu ini.

9. Apa iya karir ini sesuai dengan renjanamu?

Bekerja sesuai renjana via unsplash.com

Ada yang bilang bekerja sesuai renjana itu omong kosong. Lebih kasar lagi, ada orang yang menyuruhmu bangun dari mimpi untuk kerja sesuai passion. Sebab menurut mereka passion saja tak selalu bisa membayar keperluan hidupmu. Tapi jangan lupa di luar sana ada banyak orang yang bekerja sesuai renjana dan kehidupannya baik-baik saja. Malahan ada juga yang sukses dengan renjananya itu.

Jadi kamu ingin berkarir di mana? Sesuai passion atau renjanamu kah? Atau mengikuti kata orang kebanyakan kalau kerja jangan pilih-pilih dan yang penting mapan saja. Bebas, semua ada di tanganmu.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya