Kadag kita ogah memperlihatkan kelemahan dan keterbatasan. Selalu ingin terlihat baik-baik saja, menujukkan kalau kita bisa — sepertinya jadi tanda bahwa kita mampu menghadapi semuanya.

Menjadi perempuan yang cerdas, mandiri, dan berani itu wajib. Namun itu tidak berarti kamu harus menjadi sosok yang kuat selamanya. Dunia dengan segala pahit manisnya memang menawarkan berbagai rasa. Sesekali mengakui bahwa kamu tidak baik-baik saja, tidak mengurangi kualitasmu sebagai manusia.

1. Sebagian besar perempuan memilih untuk terlihat kuat. Mungkin enggan menjadi beban, atau sekadar tak ingin diremehkan

Enggan diremehkan via marcuskurn.tumblr.com

“Bahkan seseorang yang paling kuatpun, butuh waktu untuk menangis.”

Banyak yang enggan menunjukkan sisi kelemahan diri. Alih-alih mengakui bahwa dirinya sedang rapuh dan tidak baik-baik saja, banyak yang memilih untuk pura-pura kuat dan menyimpan semua kesedihan dalam hati. Banyak alasan mengapa seseorang selalu ingin terlihat kuat. Pertama, dia enggan menjadi beban orang lain dan menambah kesedihan di dunia. Kedua, bisa juga karena dia merasa jika dia menunjukkan kerapuhannya, maka dia akan dipandang sebelah mata.

2. Daya tahan seseorang ada limitnya. Itu bukti bahwa kamu manusia. Tak perlu berpura-pura bahwa kamu selalu baik-baik saja

Advertisement

Semua ada limitnya via tinablogsalot.wordpress.com

Mesin saja bila dipakai terus-terusan tanpa henti, bisa terganggu dan kemudian rusak. Sama seperti manusia yang memiliki limitnya sendiri-sendiri. Kamu bisa berlari kencang, kamu bisa tegar menentang ombak seperti batu karang di lautan, namun semua itu ada batasnya. Bila sesekali rasa sedih menggelanyuti hati, tidak perlu berusaha keras untuk menutupinya. Bila sesekali rasa lelah mendera, tak perlu bersikeras untuk menyangkalnya. Sedih dan senang, dua rasa itu justru menjadi tanda bahwa kamu memang manusia.

3. Tak ada orang yang mengharapkanmu menjadi kuat terus-terusan. Semua orang tahu bahwa sesekali kita memang butuh sandaran

Terkadang kamu butuh sandaran via www.huffingtonpost.com

Enggan menunjukkan kelemahan karena takut diremehkan itu wajar. Namun bukankah kita sama-sama sudah tahu bahwa dunia memang terus berputar. Terkadang kamu di atas, dengan segala kekuatan dan kesenangan, namun terkadang kamu di bawah. Terjatuh sedalam-dalamnya. Kamu tidak mengalami ini sendirian. Terpukul atas keadaan, dan terlalu lemah untuk menyangga diri sendiri, itu hal yang bisa dialami siapapun. Tak ada orang yang menuntutmu untuk menjadi sosok yang kuat selalu. Akui saja bila terkadang kamu membutuhkan orang lain untuk bersandar dan diandalkan.

4. Setiap manusia punya kelebihan dan kekurangan. Kamu bukanlah Tuhan, yang ahli dan maha segala-galanya

semua punya kelemahan dan kelebihan via blackgirlatrisd.tumblr.com

Kegagalan memang meninggalkan kekecewaan. Bukan hanya karena mimpi tak bisa jadi kenyataan, namun juga kamu merasa tak becus melakukan suatu hal. Kegagalan dan kesalahan meninggalkan penyesalan terhadap kemampuan diri sendiri, mengapa kamu bisa membiarkan kesalahan itu terjadi. Namun setiap orang memang memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing. Tak perlu malu mengakui bahwa kamu tidak mampu melakukan suatu hal. Toh, kamu bisa menjadi sempurna di bidang lainnya. Hanya Tuhan yang sempurna dalam segala hal, bukan?

5. Kamu tak perlu menjadi wonderwoman. Menjadi manusia biasa dengan segala kelemahannya sudah membuatmu begitu berharga

Jadi manusia biasa saja via www.pinterest.com

Meski kamu memang harus kuat dan tegar menghadapi masalah, namun tidak ada salahnya mengakui bahwa kamu tidak baik-baik saja. Menjadi wonderwoman yang selalu kuat dan berani serta tidak pernah merasa rapuh memang menjadi idam-idaman semua orang. Namun menjadi manusia biasa, yang bisa tertawa dan bisa terluka, yang bisa tegar melawan dan bisa sesekali mencari sandaran, adalah anugerah istimewa yang kamu dapatkan dari pencipta.

Mengakui bahwa kamu sedang tidak baik-baik saja, dan menunjukkan kerapuhanmu sesekali, tidak akan membuatmu kurang berharga. Tak juga membuatmu menjadi lemah yang sebenarnya, karena menunjukkan kondisi diri yang tak baik-baik saja juga memerlukan keberanian. Abaikan saja bila memang ada orang memandangmu sebelah mata karena ini. Kamu yang menjalani hidupmu, kamu yang tahu bagaimana rasanya. Rasanya tak perlu kamu menjelaskan kepada orang lain mengapa kamu merasa sangat rapuh dan bahkan ingin menangis. Kamu hanya sedang merasakan salah satu kualitas rasa. Kamu hanya sedang menjadi manusia 🙂

Suka artikel ini? Yuk, follow Hipwee di mig.me!