Ketika kita melihat kasus bully di media masa, seringkali hati merasa pedih dan ikut terluka. Pasalnya kita tahu bahwa dampak bully itu bukan sebatas luka-luka fisik. Ada luka yang lebih berbahaya, yaitu luka dan trauma dalam hati seorang korban bully. Salah satunya adalah merosotnya rasa percaya diri sampai titik minus, dan barangkali semangat hidup pun berkurang drastis. Sedih ya?

Namun di luar aksi bullying yang terjadi di luar sana, sadar nggak sih kalau terkadang kita bersikap sama jahatnya kepada diri sendiri? Bahkan mungkin pembully kita yang paling kejam adalah diri kita sendiri. Contoh yang paling sepele adalah dengan mengucapkan kalimat-kalimat sepele yang akan Hipwee bahas ini kepada dirimu sendiri. Please, berhenti ya mulai hari ini~

1. Ketika diri sedang ingin mencoba hal baru atau tanggung jawab baru, lalu kita mempertanyakan kemampuan itu. Kenapa tidak dicoba dulu?

Emang kamu bisa?

Advertisement

Merasa tak yakin atas kemampuan diri itu wajar, apalagi bila berkaitan dengan hal baru. Tapi bukan berarti harus menutup diri sendiri karena merasa tidak mampu. Karena kita tak akan tahu tanpa mencoba dulu.

2. Di luar sana mungkin banyak orang yang keren dan jago. Tapi kenapa harus berasumsi bahwa diri sendiri nggak bisa sama jagonya?

banyak yang lebih jago dari kamu via unsplash.com

Mencintai diri sendiri bukan berarti menganggap orang lain lebih buruk atau lebih jelek. Tapi lebih ke percaya bahwa diri sendiri bisa melakukan sesuatu sebaik orang lain. Setuju?

3. Daripada meributkan soal penampilan, kenapa tidak fokus pada mengembangkan kelebihanmu yang spesial? Lagipula penampilan itu bisa diakali dengan makeup~

“aku jelek banget!” via unsplash.com

Dengan skill aplikasi makeup, kecantikan atau ketampanan bisa didapatkan. Tapi di luar itu, ada banyak potensi dalam dirimu yang bisa menarik kaum adam, bukan?

4. Ingat tidak saat kita bilang “Duh, gue gendut banget siih…”? Dari situ, kita jadi sering tak pede dengan penampilan diri sendiri

“Aku gendut…” via unsplash.com

Advertisement

Nyaman dengan diri sendiri adalah kunci dari rasa percaya diri. Tak peduli seperti apa kita melenceng dari definisi cantik/tampan masyarakat, selama nyaman, hal itu tak akan jadi soal. Tapi bila kita sering mengucapkan kalimat-kalimat yang membuat diri sendiri tak nyaman, artinya kita juga mematikan rasa percaya diri sendiri.

5. Membandingkan diri dengan orang lain bukan hanya tanda tak bersyukur. Tapi mengecilkan potensi diri sendiri, karena setiap orang punya bagian istimewanya sendiri-sendiri

“Tuhan nggak adil…” via unsplash.com

Apakah dia yang cantik, tajir, cerdas, dan terlihat wow di mata semua orang itu selalu bahagia? Selalu nyaman dengan dirinya sendiri? Belum tentu.

6. Melakukan kesalahan atau kebodohan-kebodohan adalah hal manusiawi. Tak perlu sampai memaki diri sendiri dan mengangggapnya tak becus apa-apa

“Bego banget sih via unsplash.com

Sebuah kesalahan bisa dilakukan oleh siapa saja, terlepas bagaimanapun kemampuannya. Dari situ, seseorang bisa belajar, dan lebih baik lagi di langkah-langkah ke depan. Jadi, tidak bisa sekarang, bukan berarti kamu tidak bisa apa-apa.

7. Dengan alasan gender sengaja membatas diri sendiri. Padahal baik cowok ataupun cewek bisa melakukan hal yang sama hebatnya

“Tapi aku cewek…” via unsplash.com

Cowok itu harusnya A, B, C, D. Cewek iktu nggak boleh X, Y, Z. Standar masyarakat semacam itu jamak kita temui, tapi bukan berarti harus selalu dipercayai. Sehingga setiap kali hendak mengejar mimpi kita terpatok di sana, bahwa kita harus A, B, C, D, dst. Cowok dan cewek punya potensi yang sama besarnya kok.

8. Saat perselingkuhan terjadi, banyak yang justru memaklumi. Instrospeksi itu perlu, tapi tidak sama dengan menyalahkan diri sendiri

“Pantesan pacarku selingkuh” via unsplash.com

Ketika sebuah hal berjalan tak sesuai rencana, kita memang perlu introspeksi. Tapi ini beda dengan menyalahkan diri. Sebab menyalahkan diri artinya menerima dengan pasrah dan merasa tak bisa berbuat apa-apa. Sementara introspeksi, kita berusaha memperbaiki kekurangan diri sendiri sehingga tidak mengulang kesalahan yang sama di masa depan.

9. Apa sih salahnya bermimpi tinggi? Bukankah memang setiap orang berhak punya impian dan berjuang keras menggapainya? Urusan berhasil tidaknya, itu bisa dipikirkan belakangan saja

“Ngaca dulu dong!” via unsplash.com

Setiap orang punya hak untuk bermimpi setinggi-tingginya. Setiap orang juga berhak mengejar mimpi itu dengan segala usaha yang bisa dilakukannya. Jadi tak perlu takut untuk bermimpi tinggi. Karena tak ada yang tak mungkin di dunia ini.

Mungkin kesannya sepele. Pun kalimat itu biasa saja kita ucapkan di kepala kita sendiri. Namun kalimat-kalimat itu bisa merusak rasa percaya dirimu, dan membuatmu percaya bahwa kamu tidak bisa apa-apa. Bahwa banyak orang lain yang bisa lebih baik dari kamu, dan bahwa kamu pantas menerima hal-hal buruk di dunia ini. Lantas kita pun menyekat ruang gerak kita sendiri, padahal bila dibebaskan barangkali kita mampu melakukan hal-hal besar yang awalnya kita percaya tidak bisa dilakukan.

Sugesti diri memang pengaruhnya besar sekali. Karena itu, mulai hari ini yuk kita berhenti mengucapkan kalimat-kalimat negatif di atas. Sebagai gantinya, mending mulai sering-sering mengucapkan kalimat “Kamu keren kok, dan kamu bisa lebih baik dari ini”. Atau kalau mau yang lebih simpel, ucapkan “I love myself”, seperti Kirana :))

Advertisement
loading...

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya