Tak selalu perlu menjadi orang yang terbiasa rendah diri untuk merasa terintimidasi dengan kesuksesan teman. Rasa bukan apa-apa dibandingkan mereka yang sudah melakukan ini itu adalah hal biasa. Ingin merasakan kesuksesan yang sama juga hal yang wajar.

Dalam hati mungkin kamu bertanya-tanya. Bila kalian berasal dari dunia yang sama, menempuh pendidikan yang sama, meniti segala-galanya dari awal, mengapa mereka bisa menjelajah dunia sementara kamu masih berada di sini-sini saja? Tak perlu malu mengakui bahwa kamu merasa cemburu dengan kesuksesan itu. Tidak apa-apa, karena dengan begitu kamu akan tahu bahwa giliranmu sendiri akan segera tiba.

Kesuksesan teman tidak selalu membuatmu bahagia, terkadang di balik senyum yang kamu tebar itu ada luka yang mengiris-iris hati

Senyum palsu

Terpaksa tersenyum walau hati berantakan via www.thedailytouch.com

Advertisement

“Aku dapat beasiswa kuliah di Harvard!”

Ketika teman datang membawa kabar gembira, kamu adalah orang pertama yang mengucapkan selamat. Senyum tulus tak luput dari wajahmu, seolah kabar gembira itu rezeki buatmu juga. Tapi tak selamanya kebahagiaan teman membuatmu bahagia juga. Meski senyum tulus itu bisa menutupi, tapi rasa iri dalam hati itu seringnya datang tanpa diundang dan tak bisa ditolak. Ingin juga kamu mendapatkan kesuksesan yang sama.

Sementara mereka sudah meraih ini dan itu, kamu merasa hidupmu masih begini-begini saja. Tanya itu muncul begitu saja: di mana salahnya?

masih begini-begini saja :(

Masih begini-begini saja 🙁 via www.playbuzz.com

Atas nama kemajuan teknologi, kini kabar bisa begitu mudah menyebar melalui media sosial. Meski kamu sedang di kamar, tidak bertemu siapapun, kamu bisa melihat temanmu sedang di mana dan meraih apa. Sedih memang rasanya saat melihat teman-temanmu memposting foto-foto traveling keliling dunia. Tak kalah sedihnya saat temanmu memposting tentang pekerjaannya yang terkesan luar biasa atau beasiswa sekolah di kampus bergengsi dunia. Masalahnya, sementara mereka sudah ke mana-mana, kamu merasa hidupmu masih begini-begini saja.

Saat pertemuan reuni tiba, kamu sering malas berkata-kata. Karena cerita yang kamu punya jelas tak sebanding dengan mereka

Malas bercerita

Jadi malas bercerita, pasti kisahku tak seberapa via www.tumblr.com

Advertisement

Terintimidasi atas keberhasilan mereka, membuatmu malas juga jika ada ajakan reunian. Apa kamu pernah mengalaminya? Bukan rahasia bahwa selain ajang temu kangen, reunian juga jadi ajang pamer kesuksesan. Kamu yang merasa hidupmu masih biasa saja, sudah kecil duluan karena merasa apa yang kamu raih tak ada apa-apanya dibanding mereka.

Apalah artinya menjadi penulis freelancer atau mengajar anak-anak di perkampungan dibandingkan dengan cerita-cerita hebat yang mereka bawa ketika keliling dunia? Rasa minder yang muncul begitu saja mengikis percaya dirimu sampai habis.

Mulai saat ini, berhentilah berkecil hati. Rasa iri dalam diri itu wajar, tapi kamu bisa mengubahnya menjadi sesuatu yang menginspirasi

Ubah rasa iri jadi inspirasi

Ubah rasa iri jadi inspirasi via hollibaker.com

Rasa iri dan kecil hati yang kamu rasa bisa menimpa siapa saja. Pertama, terkadang kita memang sering melihat rumput tetangga lebih hijau dari rumput sendiri. Kedua, bila kita menginginkan sesuatu, sudah berusaha keras tapi tidak mendapatkannya, wajar kan bila kita iri saat teman mendapatkannya? Semua itu wajar, asal jangan dipelihara terlalu lama. Selain hanya akan membuatmu merasa semakin kecil hati, rasa itu juga tidak akan membawamu ke mana-mana. Lain ceritanya bila kamu bisa mengubah rasa iri dan minder itu menjadi sesuatu yang menginspirasi.

Perasaan sesal karena hidup yang masih begini-begini saja itu justru menjadi awal bagimu untuk mengubah semuanya

mulai melangkah dari rasa sesal

Mulai melangkah dari rasa sesal via www.amintaonline.com

Ketika terintimidasi dengan kesuksesan orang lain, kamu akan merasa betapa sia-sianya hidupmu yang masih begini-begini saja. Rasa murung dan sedihmu itu terjadi karena kamu hanya melihat sisi negatifnya saja. Padahal rasa sesal karena hidupmu hanya begini-begini saja adalah titik awal. Titik permulaan di mana kamu bisa mulai mengubah semuanya secara perlahan. Bila kamu tak pernah merasakan hal itu, bila kamu merasa hidupmu sudah cukup hebat dan tidak perlu ada usaha lebih keras lagi, saat itulah hidupmu “berhenti”.

Kamu bisa menjadi seperti mereka. Yang harus kamu lakukan hanya memulai. Jangan lupa, kesuksesan mereka tak datang begitu saja

Hidup adalah pendakian

Hidup adalah pendakian di medan terjal via www.aloporn.net

Mari kita tengok lebih jauh ke belakang. Di balik foto-foto traveling ke luar negeri, ada usaha keras untuk menabung sepeser demi sepeser. Di balik Letter Of Acceptance dari kampus ternama di dunia, ada perjuangan yang berdarah-darah untuk mencapainya. Di balik foto-foto bahagia pernikahan, ada perjuangan untuk menguatkan komitmen dan hati. Semuanya tidak pernah terjadi begitu saja, kesuksesan itu tidak jatuh dari langit.

Kamu juga bisa menjadi seperti mereka, asalkan kamu segera mengambil langkah untuk memulai. Kamu punya mimpi. Kamu punya keinginan untuk menjadi ini dan itu. Sekarang pertanyaannya hanya satu: apa yang sudah kamu lakukan untuk meraih mimpi-mimpimu itu? Karena bisa saja yang menghambatmu selama ini adalah keraguan untuk segera memulai.

Mungkin saja, kesuksesan yang kamu coba raih bukan kesuksesan yang sama dengan mereka. Standar tiap orang tak harus sama bukan?

Definisi sukses berbeda-beda

Definisi sukses berbeda-beda via www.tumblr.com

Tapi bila usaha yang kamu lakukan sudah maksimal, tapi kamu tak juga menjadi seperti mereka, coba mulai pikirkan ulang dari awal. Apa yang membuatmu merasa tak ada apa-apanya adalah karena kamu selalu memandang kesuksesan sebagai apa yang telah mereka capai. Kamu belum merasa berhasil bila tidak mendapatkan hal yang sama.

Padahal bisa jadi sebenarnya kamu punya passion dan prestasi di bidang lain yang tak mereka punya. Tidak menjadi seperti mereka bukan berarti kamu kurang sukses, tapi kamu sedang menapaki jalur yang berbeda. Tentu kamu bisa sukses dengan cara yang tak sama.

Jadikan kesuksesan teman sebagai cambuk lecutan semangat, tapi jangan jadikan itu standar. Keberhasilan tak pernah jadi monopoli segelintir orang

Follow your own path

Perjuangkan jalanmu sendiri via www.tumblr.com

Harus jalan-jalan ke luar negeri, harus ambil S2 di kampus luar negeri dengan beasiswa, harus menikah sebelum usia 25, karena semua temanmu melakukannya. Apakah perlu seperti itu?

Kita bisa mengambil pelajaran dari setiap kesuksesan seseorang, dan menjadikan itu sebagai penyemangat. Tapi bukan berarti kamu harus mengikutinya sampai ke detil-detil terkecil. Bila passion-mu berbeda, ikuti saja, tak perlu mengubahnya hanya untuk diakui di dunia. Kamu bisa menciptakan definisi suksesmu sendiri, karena sebagaimana cinta, sukses juga tak pernah mempunyai definisi yang pasti.

Seperti kata pepatah, banyak jalan menuju Roma. Kamu hanya perlu menemukan salah satunya, yang paling memungkinkan dan nyaman untuk kamu tempuh dengan segala modal dan kondisi yang kamu punya. Pertama-tama yang harus kamu miliki, tentu saja mimpi. Tanpa mimpi, kita tak punya apa-apa dan tak akan ke mana-mana. Tapi mimpi selamanya akan menjadi ilusi bila kamu tidak segera bangun dan memulai langkah pertama di pagi hari. Seperti itulah dahulu teman-temanmu memulai keberhasilannya. Jadi jangan berkecil hati karena saat ini kamu bukan siapa-siapa dan belum melakukan apa-apa. Suatu saat nanti, giliranmu akan tiba.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya