Hai,

Jika ingin kejam sebenarnya bisa kujelaskan panjang lebar kesalahanmu yang menciptakan sembilu di hatiku. Kesalahan konyol yang sampai sekarang masih terus berusaha kau tutupi dengan wajah polosmu.

Advertisement

Memaafkan. Sebuah hal yang lucu, menurutku. Orang-orang meyakinkanku bahwa melepaskan pikiran negatif dan tetap melaju itu adalah hal yang penting. Padahal kenyataannya, tidak semua orang pantas untuk menerima maaf. Termasuk kamu.

Ah, mungkin bukan itu kata yang tepat untukmu. Kamu adalah kesalahan fatal yang tidak lagi bisa diputar ulang. Kamu bukan soal pilihan ganda yang bisa kupilih satu untuk dilingkari bulatannya. Perbuatanmu membuatku harus memilih salah satu. Memaafkanmu terlalu berat bagi hatiku– sebab itu kali ini kupilih lebih baik melupakanmu.

Kadang memaafkan adalah hal yang baik — bahkan perlu. Namun kadang aku bertanya-tanya, sebegitu perlukah kau menerima maaf dariku?

Aku tak mampu memaafkanmu

Aku tak mampu memaafkanmu via elitedaily.com

Meski ada banyak cara untuk melepaskan amarah dan kesedihan, namun jika mengingat kembali apa yang kamu lakukan rasanya tak mampu hati ini untuk sekedar memaafkan. Dan perlu waktu lama untuk berdamai dengan luka yang kamu ciptakan di hatiku. Tidak mudah memaafkanmu semudah itu.

Advertisement

Memang, kita pernah berbagi suka dan tawa. Namun ketika kita berdua tak lagi bisa bersama, seharusnya bukan aku saja yang meminta maaf. Bagaimanapun, kamu tetaplah seseorang yang tak sempurna. Dan tak seharusnya kamu bersikap seolah di antara kita tak pernah terjadi apa-apa.

Di depanku kamu terlihat biasa saja. Kamu tidak menyesal atau memang bebal? Kalau sudah begini masih haruskah kamu kumaafkan?

Aku tak mampu memaafkanmu

Aku tak mampu memaafkanmu via rebloggy.com

Terlepas dari canda tawa yang pernah kamu berikan, sama sekali tak pernah kamu tunjukkan sebuah penyesalan untuk kesalahan-kesalahan yang kamu lakukan. Sebenarnya kamu tak mengerti atau hanya pura-pura tak menyadari?

Dari pengalaman selama ini, jika menyangkut masalah hati rasanya aku tak perlu lagi berlama-lama kompromi. Karena selalu ada cara lain untuk melepaskan beban tanpa harus memaafkan.

Melupakan.

Untuk apa kamu kumaafkan jika upayamu saja tak terlihat untuk memperbaiki keadaan? Aku tidak membutuhkan orang sepertimu dalam hidupku. Begitu juga untukmu — sikap tak acuhmu padaku menunjukkan betapa tidak signifikannya posisiku di hatimu. Kita, sama-sama tidak perlu didampingi orang macam itu.

Menunggu permintaan maaf darimu malah makin membuatku payah. Kali ini kuputuskan untuk menyerah

Aku tak mampu memaafkanmu

Aku tak mampu memaafkanmu via www.pillowfights.gr

Karena lebih baik aku kehilanganmu daripada aku tak mampu memaafkanmu. Menunggumu meminta maaf padaku hanya akan membuang waktu berhargaku.  Terus-terusan melihatmu yang tak pernah mau sekadar mengakui kesalahan hanya akan membuatku semakin menumpuk kekesalan.

Aku berhak untuk kehidupan yang lebih baik, dan jika itu memang harus tanpamu, aku tak akan ragu untuk menjauh dan menghilang dari hadapanmu.

Jika dengan berpisah akan kutemukan kebahagiaan, kuharap kau juga sama adanya.

Ada ikatan yang harus dilepaskan, ada pula ikatan yang mesti diikhlaskan. Kamu masuk kategori kedua. Aku tidak akan menyesal karenanya

Aku tak mampu memaafkanmu

Aku tak mampu memaafkanmu via www.upsocl.com

Hidup selalu berputar. Dan aku percaya bahwa setiap perbuatan pasti akan ada balasannya. Maka dengan ini aku berjanji padamu tak akan lagi kembali hadir dan mengisi hari-harimu. Aku akan melupakanmu, karena aku tahu bahwa memaafkanmu terasa amat berat untuk hatiku.

Apa yang pernah terjadi sebelumnya di antara kita biarkanlah tetap begitu adanya, tak usahlah kamu mencoba untuk mendekatiku hanya untuk sekedar basa-basi dan berpura-pura kembali. Aku sudah lelah menunggumu untuk berubah.

Aku tak akan memaksamu untuk meminta maaf, karena kita berdua sudah sama-sama dewasa. Lebih dari itu, aku akan pergi dan menemui berbagai orang hebat lainnya. Karena aku sudah mampu untuk menilai siapa saja yang pantas untuk ada di dalam hidupku.

Tak semua orang berhak untuk tetap berada di dalam hidup kita, dan tak semua orang berhak untuk dimaafkan. Karena memang di situlah batas diri kita untuk memberikan kelonggaran.

Jika kamu tak bisa memaafkanku, maka lupakanlah aku sebagaimana aku melupakanmu.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya