Seperti kata Socrates, seorang filsuf dari Yunani, sebuah hidup yang tidak punya masalah adalah hidup yang tidak pantas dijalani. Karena setiap masalah yang dialami, membawa sebuah pelajaran yang bisa dihayati, sehingga seterusnya kamu bisa hidup lebih baik lagi.

Namun terkadang, masalah terkesan begitu memberatkan. Menurunkan semangatmu dan rasa percaya dirimu sampai titik terendah, hingga kamu berpikir bahwa kamu tidak bisa apa-apa hanya karena kamu tidak bisa mengatasinya. Belum lagi segala cerita keberhasilan di dunia bukannya membuatmu termotivasi, justru membuatmu semakin sadar diri: bahwa kamu bukanlah siapa-siapa di dunia ini.

Merasa kecil, merasa tidak bisa melakukan apa-apa, merasa tidak berharga, adalah rasa yang mungkin dialami semua manusia. Toh, memang sudah sewajarnya hidup manusia terkadang di atas dan di bawah. Bila disikapi dengan bijak, kegalauan karena merasa inferior seperti itu justru bisa memberimu ruang untuk melakukan refleksi diri, melakukan evaluasi, untuk kemudian bangkit lagi. Tapi bila kamu menyikapinya dengan negatif, satu-satunya yang kamu dapat adalah stuck di tempat. Sampai di sini, semuanya tergantung pada dirimu.

1. “Kamu adalah kamu. Bukankah itu menyenangkan?”

Atas apa yang kamu miliki sampai saat ini, apakah itu semua bukan berkah? Mungkin kamu terlalu terpaku pada kekuranganmu hingga melupakan kelebihanmu. Kalau kalau kamu lupa, banyak orang lain yang mungkin menginginkannya.

2. “Kamu punya otak di kepala, kamu punya kaki dalam sepatumu. Kamu bisa menyetir dirimu ke arah manapun yang kamu pilih”

Sebagai manusia, kita dikaruniai akal budi. Jangan lupakan juga tubuhmu yang lengkap dan sehat. Dengan akal budi, kamu bisa memilih dan menentukan tujuan hidupmu. Dengan kaki dan tanganmu, kamu bisa berusaha meraihnya. Apakah hidupmu bukan sebuah keajaiban?

3. “Jika kamu masih tidak punya sesuatu untuk disyukuri, rasakan detak jantungmu.”

Advertisement

Saat ini kamu mungkin merasa bukan siapa-siapa. Hidupmu begitu sia-sia karena kamu tidak mendapatkan apa-apa. Tapi setidaknya kamu masih punya waktu bukan? Kamu masih bisa berusaha. Bukankah kamu lebih beruntung daripada mereka-mereka yang harus melepas kehidupan sebelum sempat mencoba dan berusaha?

4. “Selalu ingat bahwa situasimu saat ini bukanlah perjalanan terakhirmu. Hal-hal yang terbaik belum datang.”

Hanya karena kamu merasa selalu gagal pada segala sesuatu, dan tidak memiliki sesuatu yang cukup baik untuk bisa dibanggakan, bukan berarti  kehidupanmu sia-sia di bumi ini. Segala sesuatu hanya sementara. Hal-hal terbaik dalam hidupmu hanya belum datang. Sabar.

5. “Mungkin kamu miskin, sepatumu pun sudah rusak. Tapi isi kepalamu adalah istana.”

Selalu ingat bahwa setiap orang punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Jangan terhenti hanya karena kamu merasa tidak punya uang, tidak cantik, tidak pantas ikut dalam persaingan di dunia. Di luar semua itu, kamu punya isi kepala yang bisa kamu banggakan.

6. “Jika kamu tidak menyukai tempatmu saat ini, pindah. Kamu bukan pohon.”

Sekadar mengingatkanmu kembali, salah satu kelebihan manusia dibanding tanaman dan hewan adalah adanya hasrat dan akal budi. Sehingga manusia bisa mengendalikan hidupnya, mempunyai cita-cita, dan kemauan untuk mencapainya. Bila hidupmu saat ini begitu buruk, kamu bisa memperbaikinya. Kamu bisa pindah, menyusun rencana baru, dan membuat langkah baru. Ingat, kamu bukan pohon yang kakinya terpancang ke dalam tanah.