Memasuki usia 22 tahun semua hal jadi semakin rumit, dari skripsi yang harus mulai dipetakan sampai ajang merapikan keuangan yang kadang masih mengandalka orangtua. Usia 22 tahun membawa kita pada keputusan antara menenangkan diri seusai tugas-tugas kuliah atau tancap gas kebut skripsi biar cepat kerja. Tetapi di usia 22 tahun juga mulai tumbuh kesadaran akan banyaknya kesenangan yang harus mulai dieliminasi karena bisa bikin semua harapan sekadar harapan, cita-cita hanya angan-angan.

Sudah saatnya ritus senang-senang di usia 22 tahun mulai dikurangi, karena banyak sekali hal yang bisa dikerjakan agar manfaat bisa diraih. Kalau pada saatnya kamu masih belum bisa move on dari kesenangan, mulai belajar dan bercermin pada orang lain. Mereka yang sudah mulai masuki usia 22 tahun mengerti kalau sudah mesti sadar diri meredam kesenangan yang tak bermanfaat. Cita-cita yang kamu impikan sejak masih remaja akan jadi sia-sia kalau kamu terlambat menyadari bahwa kamu masuk usia yang mesti sadar akan masa depan.

1. Sudah bukan waktunya nongkrong sampai larut malam dan tak menghasilkan apa-apa selain capek dan hamburkan uang

Pasti bisa dibikin tongkronganmu lebih produktif bareng teman-temanmu via unsplash.com

Advertisement

Kamu masih bisa seru-seruan nongkrong bareng teman-teman di warung kopi atau di manapun tempatnya. Tapi ada hal yang mesti kamu dan teman-temanmu pikirkan saat nongkrong sementara umurmu sudah masuk usia 22. Daripada menyesal nantinya, gunakan ajang nongkrong untuk lakukan hal yang menghasilkan manfaat. Kamu bisa bikin projek kecil-kecilan atau merencanakan kegiatan sosial agar lebih bermanfaat tongkronganmu.

2. Masih suka jalan-jalan dan habiskan waktu berdua bersama pasangan. Awas keasyikan malah lupa kalau ada banyak kewajiban

Bikin kesibukan bareng pacar via unsplash.com

Punya pasangan memang membuat hari-hari menyenangkan, kegiatan sehari-hari pasti dihabiskan bareng pasangan. Kamu yang sudah memasuki usia 22 tahun harusnya mulai memahami bahwa terlalu senang dan hanyut dalam keseruan akan menimbulkan kalian jadi nggak produktif. Harusnya kalian sama-sama mengerti bahwa di usia ini masing-masing harus memiliki kesibukan yang sama-sama saling menjaga toleransi, Semoga kegiatan kalian lebih produktif.

3. Kamu sudah bisa ambil kerjaan part-time, mulai hari ini belajar mencari penghasilan daripada terus-terusan minta orangtua

Mulai pikirkan cari kerja part-time via unsplash.com

Pengeluaranmu yang kamu ciptakan karena keinginanmu membeli bermacam-macam barang yang sebenarnya hanya untuk melunasi rasa penasaranmu harusnya mulai dikurangi. Kalau semisal kamu masih mengandalkan kiriman uang dari orangtua, mulai sekarang baiknya belajar menabung atau mengambil pekerjaan part time. Kamu bisa mencari penghasilan tambahan selain dari orangtua dan siapa tahu kamu jadi terbiasa bekerja lalu menemukan hal baru yang lebih bermanfaat.

4. Menekuni hobi bukan demi gengsi atau ikut sana-sini, tapi kamu benar-benar membuatnya penuh manfaat untuk dirimu sendiri

Lanjutkan hobi dengan lebih matang dan bermanfaat via unsplash.com

Advertisement

Kamu sedang menjalani hobi yang sangat menyenangkan, bermain dan melakukan hal yang memuaskan rasa penatmu. Ada satu yang perlu kamu pahami, mencari penghasilan dari hobi akan lebih menyenangkan dan menyegarkan renjana pada hobi yang kamu lakukan. Lihat mereka yang bahkan bisa bermain game dan menghasilkan uang. Di usia 22 ini pasti kamu bisa memanfaatkan hobi menjadi hal yang lebih berharga lagi. Rencanakan baik-baik.

5. Periksa kembali jadwal kegiatan, jangan senang kalau ada banyak waktu luang. Isi kekosongan itu untuk mencari hal baru yang bermanfaat

Banyak waktu luang bikin terhanyut via unsplash.com

Jadawal kegiatan yang melompong membuatmu merasa nyaman karena tak ada hal yang perlu dikerjakan. Tapi sekiranya di usia 22 ini kamu mestinya paham bahwa kesibukan diperlukan karena tahun-tahun berikutnya pasti kamu tertuntut untuk lebih giat bekerja. Jangan senang dulu ketika melihat banyak banget waktu luang. Ciptakan peluang untuk melakukan hal yang lebih bermanfaat di waktu luangmu. Hindari mager yang berlebihan karena bikin kamu terbiasa untuk bermalas-malasan.

6. Lupakan dulu televisi dan ritus kekinian yang bikin kamu mager di kamar. Keluar dan sambut dunia nyata untuk tambah wawasan

Balik ke dunia nyata! via unsplash.com

Banya banget kegiatan yang sedang dikerjakan oleh teman-temanmu, mereka merasa senang dan juga pengen seperti mereka. Namun yang perlu disadari adalah bagaimana kamu merawat hal yang jadi kesenanganmu lebih bermanfaat. Sekadar nonton video Youtube hanya akan membawamu pada kekaguman dan emosi yang campur aduk. Sekali saja kamu coba untuk meresapi apa yang bisa diambil dari ritus kekinian itu, cari peluang di dalamnya untuk membuat lebih produktif ketimbang asyik jadi konsumen belaka.

7. Lupakan kesenangan karena bisa terhindar dari pekerjaan yang menyusahkan. Mulai saat ini belajarlah mencintai apa yang kamu anggap sulit

Lawan yang dirasa menyulitkan, tanggapi itu sebagai tantangan via unsplash.com

Banyak sekali hal yang menyenangkan, seakan-akan dunia merestuimu untuk melakukan hal yang asyik-asyik saja. Jangan sampai terlanjur senang lalu menghindari sesuatu yang menyulitkan. Kamu perlu tantangan dalam hidup karena di usia 22 semua persiapan dimulai dari sini sebelum kamu lulus dan bekerja. Mulailah dengan mencintai atau melawan yang jadi musuh, hal-hal yang sulit dan kamu anggap tak akan mungkin kamu capai harus kamu lawan serta buktikan bahwa kamu bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

Bicarakan hal ini dengan orang yang lebih dewasa, mereka punya banyak pengalaman di usia 22. Jangan sampai kita terlambat menyadarinya hingga akhirnya saat umur sudah tua kita merasa tertinggal dari orang lain. Kalau harus menyusun rencana di usia tua pasti bakalan kelabakan. Memang kita tak pernah tahu bagaimana penampakan masa depan senyatanya. Tetapi apa yang bisa direncanakan hari ini adalah mengubah kesenangan yang kadang nggak bermanfaat menjadi lebih menyenangkan dan produktif, nggak akan sia-sia untuk masa depan.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya