Bagi mahasiswa, wisuda adalah momen spesial yang pasti bakal dikenang sepanjang masa. Wajar, karena proses menuju wisuda saja sudah susah. Mulai dari kamu harus bayar mahal untuk masuk kuliah, masa perkuliahan yang bikin kamu pusing gak karuan, hingga proses pengerjaan skripsi yang bisa bikin kamu lupa segalanya.

Setelah melalui beberapa proses tersebut, sudah pasti wisuda adalah pencapaian tinggi yang memebanggakan bagi mereka. Senang itu wajar-wajar aja. Namun, kamu gak boleh terlena dengan euforia wisuda. Masih banyak pencapaian tinggi yang bisa kamu raih di luar sana.

Wisuda memang akan menjadi momen yang paling membahagiakan setelah melewati bertahun-tahun di bangku kuliah. Di satu hari itu, kamu diberi waktu untuk merayakannya.

Wisudaaaa~

Wisudaaaa~ via www.todayifoundout.com

Advertisement

“Yeeee…. Akhirnya wisudaaa….”
“Selamaat, ya….”

Ucapan selamat yang datang dari orangtua, saudara hingga sahabat tercinta memang bikin kamu bahagia. Maklum lah, momen wisuda adalah momen yang sangat membanggakan. Tak hanya bagimu, tapi juga bagi orang-orang terdekatmu, terutama bagi orangtua yang sudah membesarkanmu hingga kamu bisa jadi sarjana. Atas dasar itu, kamu wajib untuk bersyukur dan berbahagia. Euforia wisuda itu wajar. Toh kamu barusan melalui momen bahagia. 🙂

Saat perayaan kelulusan selesai, berbagai pertanyaan akan menghantui. Hidupmu mau dibawa kemana setelah ini?

Habis ini mau ngapain, ya...

Habis ini mau ngapain, ya… via theodysseyonline.com

Ada saat di mana kamu sendirian dan diam sesaat setelah wisuda. Saat itu, kamu akan mulai kepikiran tentang pertanyaan berat dalam hidupmu.

Advertisement

“Setelah ini gue ngapain, ya?”

Pertanyaan sederhana tapi penuh makna. Dari sini, arah masa depanmu akan ditentukan. Entah kamu akan memilih untuk lanjut kuliah S2 atau langsung terjun ke dunia kerja, yang jelas, dari pertanyaan itu kamu bakal mengarahkan hidupmu ke arah yang ingin kamu tuju.

Masih banyak pencapaian yang harus kamu raih sebelum kamu merasa puas. Terus berjuang demi meraih masa depan adalah kuncinya.

Perjalananmu masih panjang

Perjalananmu masih panjang via devensamson.tumblr.com

Ibarat bermain game, tahapan kuliah hingga wisuda adalah fase tutorial yang kamu jalani. Memang sih bagi sebagian orang, tutorial itu gak penting. Tapi tutorial bisa juga jadi sangat berguna untuk memudahkan langkahmu nantinya. Nah, momen wisuda adalah momen spesial yang kalau pada beberapa game, akan ada achievement tersendiri yang akan terbuka saat tutorial selesai kamu jalani.

Wajar kok kamu bangga, tapi untuk puas ya jangan dulu. Masih banyak hal lain yang harus kamu capai sebelum kamu merasa terpuaskan. Kamu masih harus memilih antara kuliah atau kerja. Kamu juga masih harus bersaing dengan banyak orang guna mendapat penghasilan demi keluarga. Kamu juga masih harus terus tumbuh dan bertambah tua dan membanggakan keluarga. Jalanmu masih panjang. 🙂

Meski gelar sudah di belakang nama, jangan pernah merasa jumawa. Di dunia nyata, gelar sarjana sudah bukan lagi segalanya.

hire me, please

hire me, please via www.aim.org

Perasaan bangga dan bahagia pasti akan muncul saat kamu sudah resmi jadi sarjana. Perjalanan 4 tahun terbayar lunas dengan adanya titel sarjana yang disematkan padamu. Meski demikian, kamu gak boleh merasa sombong. Kamu memang punya gelar sarjana, tapi belum tentu kamu bisa langsung mengarahkan hidupmu ke arah yang kamu suka. Di dunia nyata, gelar sarjana sudah bukan lagi segalanya. Selain punya gelar, kamu juga dituntut harus punya soft skill yang mumpuni dan kepribadian yang juga baik.

Pada akhirnya ada satu hal yang harus disadari. Moment wisuda tak seharusnya untuk hura-hura saja, tapi juga harus jadi ajang intropeksi diri.

:')

makasih pak, bu… via anteaterblog.tumblr.com

“Iya juga ya. Sebenernya wisuda ini gue harus seneng atau takut sih?”

Bukan bermaksud untuk menakuti, tapi momen wisuda hanya akan bermakna bahagia kala kamu tidak berhenti belajar dan berusaha saat gelar sarjana sudah didapat. Senang saat wisuda itu perlu. Dengan begitu kamu turut menghargai jerih payahmu selama kuliah. Mulai dari saat ospek, begadang mengerjakan tugas hingga pahit-manis saat kamu skripsi.

Tapi sedih setelah wisuda juga perlu. Dengan begitu kamu bisa instrospeksi dan jadi takut untuk mengecewakan orangtua yang sudah bekerja membiayai kuliahmu. Agar pengorbanan tak sia-sia, setelah wisuda kamu tetap harus berusaha.

Jangan pernah melihat wisuda sebagai akhir dari segalanya. Wisuda hanyalah awalan dari dunia yang sebenarnya. Kamu masih harus menyesuaikan diri lagi jika ingin terus berkarya dan berprestasi. Tapi jangan takut, setidaknya dengan sudah wisuda, kamu punya modal untuk memasuki dunia nyata. 🙂

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya