Pada tahun 2014–2015, saya berkesempatan memperoleh beasiswa dari pemerintah Indonesia untuk melanjutkan studi jenjang S2 di salah satu universitas terkemuka di London. Ketika itu, saya berpikir bahwa di samping menggali ilmu sedalam mungkin serta memperkaya pengalaman hidup di luar negeri, saya harus menjelajahi daratan Britania Raya sebab ada banyak tempat menarik yang tidak dapat ditemui di negeri sendiri. Rasanya tanggung jika sudah jauh-jauh tiba di UK dan tidak jalan-jalan, lagipula iklimnya sejuk dan arsitektur bangunan-bangunan serta lanskap alamnya sayang untuk dilewatkan begitu saja.

Atas dasar pemikiran demikian, saya berusaha menyempatkan diri untuk traveling, baik di Greater London saja maupun ke kota-kota lain, apabila memiliki waktu luang dan sedang tidak banyak tugas akademik. Beberapa kota di UK yang sempat saya singgahi di antaranya adalah Manchester, Leeds, York, Southampton, Winchester, Oxford, Newcastle-upon-Tyne, Durham, Glasgow, dan Edinburgh. Saya pun sempat melakukan road trip dengan cara patungan menyewa mobil bersama teman-teman saya ke pelosok Skotlandia seperti Isle of Skye, Fort Augustus, hingga Thurso di ujung utara Britania Raya.

Advertisement

Dengan frekuensi traveling yang cukup sering—bahkan tidak jarang saya membawa tugas kuliah ke luar kota, saya selalu menekan budget serendah mungkin untuk jalan-jalan. Bukannya pelit, tetapi saya harus sanggup mengelola uang beasiswa per bulan untuk mencukupi biaya hidup di UK yang relatif tinggi. Dari merencanakan jalan-jalan ke berbagai kota di UK, saya belajar bahwa traveling secara low-cost tetap bisa dilakukan secara nyaman jika diperhitungkan secara cermat, bahkan bisa memaksimalkan pengalaman bepergian layaknya warga lokal.

Saya ingin berbagi kiat-kiat yang sukses saya terapkan untuk jalan-jalan secara low-cost di UK. Silakan simak sepuluh trik berikut ini ya.


  1. Pergunakanlah Oyster card untuk berkeliling Greater London yang luasnya kurang lebih seperti Jabodetabek. Oyster card adalah semacam uang elektronik yang dipakai untuk menaikki beragam moda transportasi di London seperti London Buses, London Underground, London Overground, Docklands Light Railway (DLR), Tramlink, serta National Railway. Ada sembilan zona—yang sederhananya merepresentasikan bentuk lingkaran—di Greater London, di mana pusat keramaian dan tempat-tempat wisata terpusat di Zona 1 dan 2. Nah, karena Oyster card memiliki tipe travelcard yang dapat dipakai harian atau mingguan serta tipe pay-as-you-go yang dapat diisi ulang, pakailah Oyster tipe travelcard yang cakupannya meliputi Zona 1 dan 2 saja sebab semakin jauh jangkauan zonanya, semakin mahal pula bayarnya.

  2. Untuk traveling antarkota di UK, manfaatkanlah harga promo untuk tiket bus dan kereta api yang dijual secara online. Saya pernah memperoleh harga tiket bus dari London ke Manchester dan Southampton seharga £2 karena saya berhasil mendapatkan tiket dalam periode promo. Kuncinya adalah rajin-rajinlah membuka situs bus atau kereta api untuk mengetahui kapan saja periode promo berlangsung.

  3. Jangan malas berjalan kaki. Beberapa tempat wisata ikonik di London—seperti contohnya Buckingham Palace dan Trafalgar Square, St Paul's Cathedral dan Tate Modern, atau Piccadilly Circus dan Oxford Street—memiliki jarak cukup dekat dan tidak memerlukan sarana transportasi. Mungkin di Indonesia kita cenderung enggan berjalan kaki karena trotoarnya kurang lapang atau mataharinya terlampau terik; namun tenang saja karena berjalan kaki di UK cukup nyaman, tidak akan merasa kegerahan, dan pemandangannya enak dilihat.

  4. Ada banyak tempat gratis untuk dikunjungi seperti museum, galeri, taman, gereja, bahkan neighbourhood untuk sekadar keliling berjalan-jalan. Khusus untuk museum-museum di London, selain koleksinya yang sarat akan nilai-nilai sejarah dapat memperluas pengetahuan dan lokasinya keren untuk tempat foto-foto, biaya masuknya gratis dan tersedia toilet umum gratis.

  5. Kalau berencana berkunjung ke tempat-tempat dengan entrance fee seperti stadion sepak bola, teater pertunjukan, atau museum-museum tertentu, belilah tiket masuk secara online karena harganya lebih rendah daripada harga on-the-spot. Selisih harganya biasanya cukup tinggi sehingga uangnya lebih baik dipakai untuk makan atau sekadar jajan.

  6. Tidak seperti di Jakarta yang banyak toilet umum gratis dan bersih, toilet umum di London biasanya mengenakan biaya sekitar 30–50 pence. Jika kebelet ke kamar mandi di tempat umum dan enggan mengeluarkan uang, carilah gerai fast-food apa pun, department store, museum, atau gedung sekolah/kampus terdekat dan bergegaslah menuju ke toilet—yang biasanya di lantai basement dan/atau pojokan. Kalau bisa ke toilet gratis, kenapa harus bayar? 😉

  7. Mengenai akomodasi, menginaplah di tempat teman apabila ada kawan atau kenalan yang berdomisili di destinasi tujuan. Jika tidak kenal siapa-siapa, jangan malas mencari akomodasi murah yang banyak ditawarkan di internet. Namun jika benar-benar ingin mengirit biaya, tidur di tempat-tempat umum seperti stasiun kereta api dan terminal bus pun cukup aman, asalkan cermat dan hati-hati dalam memilih spot bermalam.

  8. Agar perut tetap kenyang namun pengeluaran tetap rendah, mampirlah ke supermarket karena biasanya setiap gerai swalayan menawarkan value meal seharga £3–£5 yang terdiri atas semacam sandwich, snack, serta minum. Gerai fast-food, khususnya ayam goreng crispy dengan brand lokal, juga menawarkan paket makanan di bawah £5. Kalau mau irit lagi, belilah roti beserta aneka spread di supermarket karena harga roti di UK relatif murah, namun porsinya cukup besar dan dapat dimakan berkali-kali.

  9. Ketimbang beli air minum dalam kemasan, bawalah botol minum sendiri yang diisi tap water karena tap water di UK higienis untuk diminum. Sebenarnya tap water dapat diisi ulang di mana saja, namun pergunakanlah keran-keran yang bersih seperti di restoran atau di dapur. Selain menghemat biaya, tubuh juga terasa lebih sehat karena cukup asupan air.

  10. Tahan diri untuk tidak berbelanja barang-barang yang tidak perlu. Nah, hal ini relatif susah karena di sembarang tempat kita bisa saja melihat barang-barang yang tampak lucu dan membuat kepingin membeli, apalagi suvenir atau pakaian. Sesekali tidak apa-apa, namun ingatlah bahwa tujuan traveling bukanlah memperberat barang bawaan, tetapi memperkaya pengalaman—sekaligus menambah stok foto. Jika ingin membeli suvenir di London, disarankan pergi ke Camden Town ketimbang kawasan lain seperti Oxford Street atau Leicester Square karena pilihannya lebih banyak dan harganya lebih murah.

Advertisement

Cukup mudah, bukan? Karena itu, jalan-jalan di UK tidak harus mahal. Kalau sudah tahu triknya, jalan-jalan di UK tidak harus menghabiskan banyak pengeluaran, namun tetap bisa mendapatkan pengalaman optimal.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya