Hati-Hati Menilai Diri Sendiri! Merasa Rendah Diri Bisa Pengaruhi Kesehatan Mentalmu loh

Self esteem pengaruhi kesehatan mental


“Pengen deh kayak Si B, kerjaannya jalan-jalan terus”

Advertisement

“Itu si artis A hebat banget umur segitu udah bisa menghasilkan duit sendiri. Gue udh 20 tahun hidupnya masih gini-gini aja”

“Minder gue sebelahan sama dia, kebanting banget”


Kalimat-kalimat di atas sering kali diucapkan oleh kerabat atau bahkan diucapkan diri kita sendiri. Biasanya seusai mengucapkan kalimat tersebut timbul perasaan sedih dan merasa bahwa diri kita tidak berguna dalam menjalani hidup. Munculnya perasaan seperti itu bisa jadi pertanda kalau kita memiliki self esteem yang rendah.

Advertisement

Menurut Sari Dewi Setyorini seorang Psikolog yang saat ini bekerja sebagai assistant manager di PT Pasona HR Indonesia, self esteem adalah perasaan seseorang atas harga diri dan juga kepercayaan akan nilai dirinya sendiri. Atau bisa dibilang termasuk seberapa besar seseorang menghargai atau menyukai diri sendiri.

Karakteristik self esteem itu sendiri dibagi menjadi dua yaitu self esteem tinggi dan self esteem rendah. Individu dengan self esteem tinggi cenderung puas dengan kemampuan diri, sebaliknya individu dengan self esteem rendah memiliki rasa kurang percaya diri dalam menilai kemampuan diri. Merasa tidak puas dengan dirinya, ingin berada di posisi orang lain, dan berpikir yang tidak membangun.

Dari hasil penelitian menyebutkan bahwa 8 dari 10 remaja Indonesia memiliki self esteem yang rendah. Hal itu disebabkan karena adanya tekanan tinggi dari lingkungan yang membentuk suatu ‘tuntutan’ kondisi ideal.


”Jujur sih gue ga pede karena ngerasa gapunya kelebihan, abis yang lain pada cakep-cakep banget daripada gue, dan biasanya orang-orang selalu nge-treat sesuai fisik, yang cakep selalu dapet perlakuan baik gitu hahaha”


Kalimat di atas adalah pengakuan seorang remaja saat ditanya mengapa ia sering merasa rendah diri.

Self esteem yang rendah tidak bisa dianggap sebagai suatu hal yang sepele karena bisa mempengaruhi kesehatan mental. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Self Esteem Institute, individu yang memiliki self esteem rendah bisa menderita penyakit mental ‘Self esteem-attack’. Hal ini terjadi ketika individu dengan self esteem yang rendah merasa telah melakukan atau mengatakan sesuatu yang tidak sensitif, tidak pantas, bodoh, atau konyol.

Biasanya akan muncul tanda-tanda seperti merasa sangat kecewa, jantung berdebar kencang, merasa malu hingga wajah memerah , dan mengalami kecemasan yang menyiksa. Pada tahap ini penderita self esteem attack akan mengisolasi diri dari lingkungan dan menolak keluar dari zona nyaman mereka.

Psikolog Sari Dewi Setyorini mengatakan,


“Untuk memiliki Self esteem yang baik menurutku,langkah utamanya adalah mencintai diri sendiri. Love yourself, and you will value yourself more, change the negative story into a good one. Karena persepsi dari suatu hal dapat mempengaruhi self esteem kita atau self image kita dan berusaha untuk menerima diri kita sendiri apa adanya, dan jangan sering comparing yourself to others. Semua hal ini perlu dilatih jadi tidak setiap strategi akan langsung berhasil.”


Memiliki self esteem yang baik adalah suatu hal yang penting. Untuk mendapatkan self esteem yang baik tidak akan didapatkan jika kita terus berpikir negatif dan membandingkan diri dengan orang lain. Hidup bukanlah kompetisi untuk membandingkan siapa yang lebih baik daripada yang lainnya. Teruslah membuat persepsi yang baik tentang diri sendiri,dengan demikian self esteem kita akan meningkat dan citra diri positif dalam diri kita akan terus tumbuh. 

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

CLOSE