Cinta Bukan Hanya Soal Rasa Penasaran, melainkan Bisa Bertahan Menyikapi Kekurangan

cinta bukan soal perasaan tapi menyikapi kekurangan

Dalam proses mencari pasangan kita harus memiliki upaya dan usaha supaya menarik perhatian untuk membuat lawan jenis yang kita incar tertatrik dengan kita. Setelah upaya itu sampai kepadanya hal pertama: pastinya kita meminta nomor teleponnya. Namun dalam proses ini tak jarang ia menolak untuk kasih nomor teleponnya, lalu beralih ke akun media soisal.



Memang sangat krusial perihal perasaan yang datang dari mata lalu turun ke hati. Namun usaha yang gigih pasti akan membuahkan hasil, dan saat itu di mana lawan jenis yang kita incar dengan senang hati kasih nomor teleponnya ke kita, tentunya dengan usaha dan sedikit taktik. Di balik usaha yang gigih sebenarnya lawan jenis yang kita incar juga memiliki rasa penasaran kepada diri kita, mangkannya ia kasih nomor teleponnya. Hal tersebut memang sangat lumrah.

Advertisement

Ketika nomor telepon sudah digenggam pasti kalian akan mengirim pesan, lalu saling balas pesan, saling kepo akun media sosial. Perihal bakat, hobi, serta hal lainnya yang kalian ingin ketahui. Di minggu pertama mungkin saling mewawancarai profil masing-masing melalui pesan seluler entah whatsapp atau sms. Di minggu kedua pasti ngajak jalan bareng bertahan sampai beberapa bulan ke depan hingga menimbulkan rasa nyaman satu sama lain, ketika melewati fase tersebut barulah menyatakan perasaan kemudian diterima. Sangat indah bukan jika semua sesuai dengan ekspektasi.

Namun, jika dari apa yang diusahakan tidak sesuai dengan apa yang diharapkan, lawan jenismu datang dengan rasa penasaran lalu ia pergi setelah tahu kekuranganmu, maka kita bisa menyimpulkan dari apa yang kita rasakan saat proses pendekatan. Misalnya saat kita meminta nomor teleponnya lalu dikasih dengan rasa penasaran yang ia miliki kepada kita, kemudian ia kepo dengan bakat dan kegiatan apa yang kita lakukan mungkin di fase ini gebetanmu masih bertahan karena bakat atau kegiatan yang kamu lakukan menurut dirinya keren atau serk di hatinya. Dan ketika memasuki fase di mana gebetanmu kepo tentang latar belakang keluargamu, lalu ia tahu kamu terlahir dari keluarga yang sederhana dan kendaraan yang kamu miliki juga tidak mewah. Kemudian gebetanmu meninggalkanmu kerena hal tersebut.


Percayalah itu bukan cinta sejati tapi cinta materi. 


Lantas apa? Kok bisa berkesimpulan seperti itu? Ya bisa kita terapkan pada contoh seperti ini: Gebetanmu pergi bersama orang lain yang memiliki kendaraan lebih mewah dari kamu atau keluarganya lebih kaya, atau mungkin jabatannya lebih tinggi dari kamu. Jika gebetanmu pergi meninggalkanmu lalu berpaling ke orang yang lebih sederhana di bawah kamu, namun sifatnya lebih baik dari kamu. Itu baru namanya cinta dari hati bukan cinta berdasarkan materi.


Sayangnya kebanyakan yang berpaling adalah setelah mengetahui kekuranganmu.

Advertisement

Akan tetapi kamu harus yakin bahwa cinta itu butuh balasan bukan perihal mengikhlaskan.


Tanda Tuhan mencintai hamba-Nya karena ada balasan dari-Nya. Pada prinsipnya jika kamu berbuat baik akan ada balasan yang baik juga, begitupun sebaliknya. Jika cintamu ditolak atau dihancurkan oleh seseorang maka ikhlaskanlah orang tersebut bukan cinta pada hatimu. Rawatlah cintamu, perbaiki dirimu, untuk mendapatkan balasan yang pantas dari apa yang kamu kerjakan.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Aku adalah mimpi yang patah. Raut wajahku tersimpan di dalam doa

Editor

une femme libre

CLOSE