Asal Tahu Batas dan Ingin Memperbaiki, Remaja Nakal Bukan Berarti Nggak Bisa Sukses

Kenakalan remaja

Masa Remaja adalah masa-masa yang paling indah dimana pencarian jati diri seseorang dicari di masa ini. Masa untuk menunjukan eksistensi diri mereka, untuk mendapatkan pengakuan atau agar dianggap keberadaannya di tengah-tengah masyarakat dengan melakukan berbagai macam hal baik yang positif maupun yang negatif. Nah, tindakan remaja yang negatif di tengah masyarakat inilah yang disebut kenakalan remaja

Advertisement

Jika berbicara kenakalan remaja sudah tidak asing lagi di telinga kita, bahkan televisi, radio, berita digital dengan gencar memberitakannya. Kenakalan remaja seakan tak pernah lekang akan waktu dan sudah seperti lingkaran hitam yang tak pernah putus, selalu sambung-menyambung dari masa ke masa bahkan dari hari ke hari semakin rumit. Bahkan kita sering lelah mendengar berbagai macam bentuk kenakalan yang dilakukan para remaja tersebut.

Kenakalan remaja di tengah-tengah masyarakat akan meresahkan anggota masyarakat,bahkan banyak orang tua yang merasa kuatir tentang perkembangan dan masa depan anaknya.

Banyak anggapan di masyarakat yang mengatakan bahwa remaja yang “nakal” tidak akan bisa sukses bahkan ketika saya SD pun saya sering mendengar guru saya mengatakan “jadi anak itu yang nurut, jangan nakal biar nanti kalau besar jadi orang sukses” paradigma ini lah yang menuntun pada suatu anggapan bahwa anak/remaja yang nakal tidak akan pernah bisa sukses.

Advertisement

Memang tidak menuntut kemungkinan bahwa masa remaja atau pada masa pubertas ini, para remaja mungkin penasaran untuk ikut-ikutan nakal, lha yaa namanya pencarian jati diri. Dari mulai melanggar aturan sekolah,membantah omongan orang tua pasti pernah dilakukannya. Namun apakah ini menjadi penentu bahwa remaja tersebut tidak bisa sukses jika melakukan suatu “kenakalan”?

Saya mempunyai teman di SMA dia termasuk anak yang nakal, sering membolos sekolah, tidak patuh pada aturan sekolah yang ada, jarang mengerjakan tugas, pokoknya bandel lah kalau kata guru saya. Bahkan guru BK saya sangat menghafal teman saya ini dan pernah sesekali berkata “orang seperti itu apa ya bisa sukses,wong belajar aja tidak niat,lulus mau lanjut kemana”.

Advertisement

Namun setelah menamatkan SMA apa yang terjadi? Dia diterima di salah satu pendidikan pelayaran terbaik. Bahkan teman saya yang termasuk rajin, menaati aturan yang ada, tidak pernah membolos pokoknya anak baik-baik lah, dia belum bisa lolos di pendidikan pelayaran tersebut.

Bahkan raja oleh-oleh dari Pulau Dewata Bali, Gusti Ngurah Anom pemilik toko oleh-oleh terbesar di Bali, yaitu Krisna, sempat berujar bahwa waktu kecil dia termasuk anak yang nakal karena sering bolos sekolah. Ia baru bisa membaca setelah kelas 4 SD dan sering mendapat teguran dari gurunya karena kebandelannya. Namun lihat lah sekarang dia menjadi seseorang yang sangat sukses.

Sebuah penelitian yang dipublikasikan jurnal Development Phschology dan dilansir Woman Day’s  bahkan menunjukan bahwa kenakalan remaja tak selamanya buruk. Penelitian ini menemukan kemungkinan bahwa seseorang yang nakal ketika remaja, bisa sukses saat dewasa.

Analisis menunjukan bahwa anak yang nakal memiliki sifat melawan atau menantang membuatnya sangat gesit dalam mencari peluang saat dewasa dan juga mereka memiliki keinginan kuat untuk mempertahankan kepentingan dan tujuan pribadinya. Artinya mereka akan cenderung mencari pekerjaan penuh tantangan yang berpotensi mendapatkan gaji yang lebih besar. Seorang anak yang cenderung memberontak juga mempunyai semangat yang tinggi.

Remaja yang nakal cenderung untuk tidak menghabiskan waktu yang mereka miliki untuk mengambil kelas yang mereka tidak sukai. Dibandingkan menulis berlembar-lembar esai atau membaca berlembar-lembar semua buku pelajaran, mereka lebih memilih fokus pada apa yang mereka suka. Hal ini lah yang menyebabkan banyak dari mereka yang mengetahui passion mereka terlebih dahulu sebelum orang lain.

Lihat saja Steve Jobs, salah satu tokoh paling berpengaruh di dunia saat ini, ternyata menghabiskan masa perkuliahanya dengan hanya mengambil kelas tipografi saja yang ia sukai yang ternyata merupakan cikal bakal ditemukan perangkat yang sangat terkenal dengan logo apel tergigitnya.

Remaja yang nakal ini pun cenderung pandai membangun koneksi, ketika remaja yang lain sibuk membaca dan mempelajari berbagai hal. Remaja yang nakal justru lebih memilih berkomunikasi dengan berbagai macam orang setiap harinya. Di dunia yang sesungguhnya, jaringan yang luas serta kemampuan untuk berkomunikasi serta memiliki koneksi yang luas dapat menjadi aset penting dalam keberlangsungan sebuah karir.

Terlepas dari itu semua kenakalan remaja memang tidak dapat dibenarkan baik dari segi norma agama maupun norma masyarakat. Jika nakal namun seiring berkembangnya waktu akhirnya menyadari apa yang dilakukan salah dan mau memperbaikinya, maka tidak masalah. Sebab kenakalan tersebut bisa membuatmu belajar mengembangkan kepribadian.

Remaja yang nakal atau keliru sesaat bukan berarti akan kandas seumur hidup. Perjalanan hidup mereka baru dimulai, karena segala penghinaan dan kenakalan di masa lalu hanya bisa mewakili masa lalu. Orang yang nakal itu bisa sukses apabila mereka punya keinginan untuk sukses dan bisa merubah nakal mereka untuk kebaikan diri mereka.

Namun jangan sampai kenakalan tersebut membawa pada tindakan kriminal yaa seperti mencuri, membunuh, pemerkosaaan, mengedarkan obat-obat terlarang, dan sebagainya karena hal tersebut akan menghancurkan masa depanmu sendiri. Semoga tulisan ini dapat merubah paradigma kita bahwa tidak selalu anak yang nakal tidak akan bisa sukses.

Kenakalan remaja tidak selamanya akan buruk, karena sesungguhnya yang dapat mempresentasikan sepanjang hidup kita adalah perilaku atau tindakan kita sekarang dan yang akan datang. Selama dalam pertobatan maka selamanya akan dipenuhi dengan cahaya harapan. Jika kita terus berupaya, niscaya kita akan menjadi orang hebat.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

CLOSE