21 Tahun Masa Krisis Identitas, Sering Kaget dengan Pertemanan yang Kian Menyempit

Kamu berumur 20-an? Galau tentang masa depan? Yuk baca di sini buat kamu yang sedang ada pada masa ini.

Krisis Identitas? Apa itu?

Advertisement

Menurut Erikson, krisis identitas adalah waktu menganalisis dan mengeksplorasi dalam melihat diri dari cara yang berbeda (Cherry, 2016). Memang krisis identitas ini terjadi kepada siapa saja yang mengalami dari masa anak-anak menuju remaja, masa remaja menuju dewasa, ataupun dari masa dewasa ke masa lansia. Di sini akan dijelaskan mengenai masa perubahan dari masa remaja ke masa dewasa.

Perasaan yang timbul pada masa 21 tahun begitu kompleks. begitu banyak perasaan yang berbeda dari usia sebelumnya, seperti memikirkan hari ini, rencana kedepan sampai masa depan itupun tentang karir, pasangan, keluarga. Semuanya mix menjadi satu. Pada usia 21 tahun ingin sekali seperti orang lain yang sudah mencapai kesuksesannya yang sudah punya penghasilan sendiri, mobil, bahkan rumah hal itu membuat perasaan insecure dalam diri, terlebih sengan adanya Instagram yang kini kita bisa melihat pencapaian orang dan mudah membandingkan diri dengan orang lain.

Kaitannya dengan masa krisis identisas umur 21 tahun adalah dengan pencarian jati diri. Identitas itu dinamis, dapat berubah dan terus berkembang. Masa ini sangat rentan dalam perubahan ke arah mana yang akan dituju. Usia 21 tahun memang sangatlah rentan memikirkan masa depan.

Advertisement

Dalam buku folosofi teras karya henry manganang (2019) disebutkan bahwa pertama, ada hal-hal yang tidak di bawah kendali kita yaitu kekayaan, reputasi, kesehatan, dan opini orang lain. Kedua, ada hal-hal yang di bawah kendali kita yaitu pikiran, opini, persepsi, dan tindakan kita sendiri. Maksud dari kalimat tersebut bahwa hal yang tidak bisa kita kendalikan memang itu di luar jangkauan kita, tapi dari situ kita bisa berusaha dalam melakukan kegiatan seperti bekerja, menjaga pola hidup agar dapar menjaga kesehatan dan lainnya tapi ada juga yang memang sudah berusaha menjaga kesehatan tapi apa daya terjangkit penyakit kanker misalnya itu semua di luar kendali dan yang kedua hal-hal yang dapat kita kendalikan maksudnya yaitu kebahagiaan bisa kita pilih yaitu degan memikirkan opini persepsi versi diri kita sendiri.

Kita tak akan bisa mengendalikan omongan atau opini orang lain kepada kita, namun kita bisa mengendalikan persepsi diri kita sendiri. Berkaitan dengan masa usia 21 tahun dengan krisis idenitas, masa ini dibutuhkan mental yang tangguh dan tidak hanya memikirkan hal-hal yang tidak bisa kita kendalikan. Dengan adanya hal-hal yang bisa kita kendalikan kita dapat melakukan sesuai apa keinginan kita. So, kekhawatiran dan kecemasan memang kita lebih banyak namun kadang tidak terjadi. sikap penerimaan kepada hal yang terjadi saat ini dan keinginan untuk merubah itu adalah kuncinya.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Mahasiswa semester 6

CLOSE