5 Second Rule: Cara Melakukan Sesuatu yang Tidak Ingin Dilakukan

5 Second Rule

Apakah kalian sering menunda-nunda dalam melakukan sesuatu? Atau, kalian sering melabeli diri kalian sebagai deadliner (melakukan sesuatu di saat-saat terakhir)? Nah, kalau kalian menjawab "ya" pada pertanyaan-pertanyaan tadi, kalian sebaiknya baca artikel ini sampai habis karena aku akan memberikan satu cara (iya, satu aja) untuk membantu kalian menghentikan kebiasaan buruk itu.

Advertisement

Sesuai judulnya, caranya adalah dengan menerapkan 5 Second Rule (Aturan 5 Detik) ke dalam hidup kalian.

ADVERTISEMENTS

Apa Itu 5 Second Rule?

5 Second Rule adalah sebuah aturan yang digagas oleh Mel Robbins di dalam bukunya The 5 Second Rule. Ide dari 5 Second Rule ini sangat simple: kalau kalian ingin melakukan sesuatu, bergerak untuk melakukan hal itu di dalam waktu lima detik. Karena, kalau kalian menunggu lebih lama (bahkan, satu detik lebih lama), maka besar kemungkinan kalian akan terus menunda-nunda. 

Advertisement

Untuk menerapkan aturan ini, kalian bisa menghitung mundur dari 5, dan saat waktu habis, kalian harus langsung bergerak melakukan hal yang kalian pikir harus lakukan. Aturan yang simple, kan?

Misalnya, aku seharusnya mengerjakan tugas yang menyuruh menulis essay 3000 kata. Tentunya, tidak ada yang ingin menulis essay 3000 kata, tetapi tugas itu harus tetap dilakukan walaupun aku tidak suka karena itu adalah suatu kewajiban.

Advertisement

Jadi, aku menghitung dari 5 dan saat waktu habis, aku langsung berhenti melakukan apapun yang tadi aku lakukan dan bergerak (berjalan) ke kamar dan mengambil laptop untuk menulis essay. Sangat-sangat simple. Urusan bisa atau tidaknya aku membuat essay bukan perkara karena aku sudah melakukan tindakan untuk mencapai tujuan.

Namun, aturan ini hanya berguna kalau kalian sudah tahu apa yang harus kalian lakukan. Jadi, aturan ini bersifat praktikal dibandingkan teoritis. 

ADVERTISEMENTS

Sisi Buruk 5 Second Rule?

Sebenarnya, 5 Second Rule hanyalah sebuah alat untuk mencapai tujuan kalian. Oleh karena itu, sisi buruknya menyesuaikan dengan potensi buruk tujuan kalian.

Misalnya, kalau kalian ingin kenalan dengan orang di sebelah kalian di perpustakaan dan kalian menggunakan 5 Second Rule. Namun, setelah kenalan ternyata dia terganggu dengan tindakan kalian (dia sibuk baca buku), apakah kalian akan menyalahkan 5 Second Rule? Tidak, kan?



Kembali ke poin sebelumnya, aturan ini bersifat praktikal. Jadi, kalian tetap harus berpikir apa yang seharusnya kalian lakukan sebelum memberikan dosis 5 Second Rule.

Selain itu, perihal kesuksesan kalian meraih tujuan bukan tanggung jawab 5 Second Rule karena aturan ini hanya bertugas untuk mendorong kalian untuk melakukan tindakan untuk meraih tujuan kalian. 

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini